RadarMadura.id - BYD M6 DM kembali menjadi sorotan setelah menjalani pengujian di jalur menanjak dengan karakter medan yang cukup menantang.
Pengujian tersebut dilakukan untuk melihat kemampuan sistem Super Hybrid dalam menghadapi beban berat sekaligus mengukur efisiensi bahan bakar dalam kondisi nyata.
Hasilnya menunjukkan bahwa MPV elektrifikasi ini mampu mempertahankan performa secara konsisten.
Sejumlah aspek mulai dari tenaga, efisiensi hingga kenyamanan menjadi nilai yang mendapat perhatian khusus.
Saat menghadapi tanjakan curam, karakter motor listrik menjadi senjata utama BYD M6 DM.
Torsi instan yang tersedia sejak putaran awal membuat mobil mampu melaju responsif tanpa gejala kehilangan tenaga.
Respons akselerasi terasa halus dan tidak membutuhkan waktu lama untuk menyalurkan daya ke roda.
Baca Juga: Review Desain Cincin Pintar Black Shark Ring 2: Solusi Tracker Kesehatan Murah untuk Para Gamer
Karakter tersebut memberikan rasa percaya diri lebih bagi pengemudi ketika membawa kendaraan penuh penumpang.
Sistem pintar pada teknologi Dual Mode juga menunjukkan kinerjanya selama pengujian berlangsung.
Ketika komputer kendaraan mendeteksi kebutuhan tenaga yang lebih besar, mesin bensin aktif secara otomatis.
Perpindahan kerja antara motor listrik dan mesin berlangsung mulus tanpa hentakan yang mengganggu kenyamanan.
Kolaborasi keduanya memastikan tenaga tetap tersedia saat mobil dipaksa menaklukkan tanjakan panjang.
Pengujian juga memperlihatkan kemampuan sistem pendingin baterai dalam menjaga suhu kerja tetap ideal.
Meski digunakan secara intensif di medan menanjak, performa motor listrik tetap stabil sepanjang perjalanan.
Tidak ditemukan indikasi penurunan tenaga akibat suhu berlebih pada sistem baterai.
Hal ini menjadi faktor penting untuk menjaga keandalan kendaraan dalam penggunaan jarak jauh.
Dari sisi efisiensi, hasil pengujian menunjukkan konsumsi bahan bakar sangat bergantung pada kondisi daya baterai.
Ketika baterai berada dalam kondisi penuh, sistem lebih banyak memanfaatkan energi listrik untuk menggerakkan kendaraan.
Konsumsi BBM pun dapat ditekan hingga mendekati klaim efisiensi yang dijanjikan pabrikan.
Kondisi tersebut menjadi keuntungan utama teknologi plug-in hybrid yang diusung BYD.
Saat kapasitas baterai mulai berkurang, mesin bensin bekerja lebih aktif sebagai sumber tenaga sekaligus pengisi daya.
Konsumsi bahan bakar memang mengalami peningkatan dibanding saat baterai penuh.
Meski demikian, efisiensinya masih tergolong lebih baik dibanding MPV bermesin konvensional dengan ukuran serupa.
Sistem manajemen energi bekerja cukup efektif dalam menjaga keseimbangan performa dan konsumsi BBM.
Keunggulan lain terlihat ketika kendaraan memasuki jalur turunan setelah melewati tanjakan.
Fitur regenerative braking mampu mengubah energi deselerasi menjadi daya listrik yang disimpan kembali ke baterai.
Proses pengisian berlangsung otomatis tanpa memerlukan sambungan ke stasiun pengisian daya.
Fitur ini membantu memperpanjang penggunaan mode listrik selama perjalanan.
Dari aspek pengendalian, posisi baterai di bawah lantai memberikan pusat gravitasi yang lebih rendah.
Mobil terasa stabil saat melewati tikungan di kawasan pegunungan dan minim gejala limbung.
Kabin juga tetap nyaman karena suara mesin bensin berhasil diredam dengan baik.
Kombinasi performa, efisiensi, dan kenyamanan tersebut memperlihatkan bahwa BYD M6 DM memiliki modal kuat untuk bersaing di segmen MPV elektrifikasi yang semakin ramai. (hasan)
Editor : Hasan Bashri