RadarMadura.id— Lonjakan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga Rp16.250 per liter mulai mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia.
Banyak pemilik kendaraan kini lebih cermat menghitung biaya operasional bulanan sebelum memutuskan menggunakan mobil berbahan bakar bensin.
Kondisi tersebut mendorong meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi yang menawarkan biaya penggunaan lebih rendah.
Produsen otomotif pun berlomba menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien untuk menjawab kebutuhan pasar.
Salah satu merek yang aktif memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia adalah Hyundai Motor Indonesia.
Baca Juga: POCO C81 Pro Resmi Meluncur, Baterai 6.000 mAh dan Layar 120 Hz Dibanderol Mulai Rp1,6 Jutaan
Pabrikan asal Korea Selatan tersebut menghadirkan berbagai model kendaraan listrik untuk beragam kebutuhan konsumen.
Pilihan yang tersedia mencakup mobil keluarga, SUV kompak, hingga kendaraan premium berkapasitas besar.
Strategi tersebut dinilai sejalan dengan tren masyarakat yang mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif kendaraan konvensional.
Perbedaan biaya operasional menjadi faktor utama yang mendorong perubahan tersebut.
Untuk jarak tempuh sekitar 900 kilometer per bulan, mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 1 liter untuk 12 kilometer membutuhkan sekitar 75 liter bahan bakar.
Dengan harga Pertamax Rp16.250 per liter, pengeluaran bulanan pemilik kendaraan dapat mencapai Rp1.218.750.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kendaraan listrik yang menggunakan energi dari jaringan PLN.
Pada kendaraan listrik, biaya pengisian daya diperkirakan hanya sekitar Rp254.700 per bulan.
Perhitungan tersebut menggunakan asumsi tarif listrik PLN sebesar Rp1.699 per kWh.
Selisih pengeluaran yang cukup besar membuat kendaraan listrik semakin menarik bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.
Efisiensi inilah yang kini menjadi pertimbangan utama banyak calon pembeli kendaraan baru.
Di jajaran produk Hyundai, Ioniq 5 menjadi salah satu mobil listrik yang paling dikenal masyarakat Indonesia.
Model ini bahkan masuk dalam daftar kendaraan listrik terlaris di pasar nasional.
Untuk wilayah Surabaya, Hyundai Ioniq 5 dipasarkan dengan harga mulai Rp813.500.000 OTR.
Desain modern dan teknologi canggih menjadi nilai tambah yang membuat model ini tetap diminati.
Pilihan lain yang tidak kalah menarik adalah The All-New Kona Electric.
SUV kompak tersebut menggunakan baterai rakitan lokal dan menawarkan jarak tempuh yang kompetitif.
Harga Kona Electric dimulai dari Rp565.250.000 sehingga menjadi opsi yang lebih terjangkau dibandingkan beberapa model listrik lainnya.
Kehadirannya memperluas pilihan kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia.
Hyundai juga menyediakan kendaraan listrik berkapasitas lebih besar seperti IONIQ 9 dan Staria EV.
Model tersebut ditujukan untuk kebutuhan keluarga besar maupun layanan transportasi premium.
Ruang kabin yang luas menjadi salah satu keunggulan utama pada segmen ini.
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik kini hadir untuk berbagai kebutuhan mobilitas.
Komitmen Hyundai terhadap elektrifikasi sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Kawasaki Resmi Jual Skutik Pertamanya di Indonesia, Modenas Brusky 125 Dibanderol Rp26,5 Juta
Perusahaan pernah mengerahkan 393 unit kendaraan listrik yang terdiri dari Genesis Electrified G80 dan Ioniq 5 sebagai kendaraan resmi delegasi KTT G20 di Bali.
Langkah tersebut menjadi bukti kesiapan teknologi dan ekosistem kendaraan listrik Hyundai di Indonesia.
Di tengah kenaikan harga BBM yang terus menjadi perhatian masyarakat, mobil listrik kini semakin relevan sebagai solusi mobilitas masa depan yang lebih hemat dan ramah lingkungan. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri