Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jangan Tergiur Harga Murah, Ini 10 Cara Cek Mobil Listrik Bekas agar Tidak Boncos di Kemudian Hari

Fadila An Naila • Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB
Wuling Cloud EV Pro 2026
Wuling Cloud EV Pro 2026

RadarMadura.id— Meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik membuat pasar mobil listrik bekas mulai berkembang pesat di Indonesia.

Harga yang lebih terjangkau dibanding unit baru menjadi daya tarik utama bagi banyak calon pembeli.

Namun, ada satu komponen yang wajib mendapat perhatian khusus sebelum memutuskan bertransaksi, yakni kondisi baterai.

Baterai merupakan komponen paling mahal dalam sebuah mobil listrik.

Baca Juga: iQOO Z11 Pecahkan Rekor MURI dengan Baterai 9.020 mAh, Benarkah Bisa Tahan 3 Hari Tanpa Cas?

Karena itu, calon pembeli disarankan memastikan nilai State of Health (SOH) baterai masih berada di atas 80 persen.

Semakin tinggi nilai SOH, semakin baik pula kemampuan baterai dalam menyimpan dan menyalurkan energi.

Langkah pertama yang paling aman adalah meminta laporan diagnostik resmi dari bengkel pabrikan.

Teknisi akan membaca data melalui sistem Battery Management System (BMS) untuk mengetahui kondisi kesehatan baterai secara akurat.

Idealnya, mobil listrik bekas yang masih layak dibeli memiliki SOH di kisaran 85 hingga 90 persen atau lebih.

Selain pemeriksaan resmi, calon pembeli juga dapat menggunakan alat scan On-Board Diagnostics (OBD).

Perangkat ini mampu mendeteksi ketidakseimbangan sel baterai atau cell imbalance yang sering menjadi tanda awal degradasi.

Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan oleh jasa inspeksi independen yang berpengalaman menangani kendaraan listrik.

Test drive juga menjadi tahap penting yang tidak boleh dilewatkan.

Isi daya baterai hingga penuh, kemudian bandingkan estimasi jarak tempuh yang muncul di layar dengan hasil penggunaan aktual di jalan.

Jika selisihnya terlalu jauh dari klaim pabrikan, kondisi baterai patut dicurigai mengalami penurunan kapasitas yang cukup besar.

Selain baterai, status garansi resmi juga wajib diperiksa secara menyeluruh.

Pastikan pemilik sebelumnya selalu melakukan servis berkala di bengkel resmi sesuai jadwal yang ditentukan pabrikan.

Riwayat perawatan yang tidak lengkap berpotensi membuat garansi kendaraan menjadi tidak berlaku.

Cara paling aman untuk memverifikasi garansi adalah dengan mengunjungi dealer resmi.

Bawa nomor rangka kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN) untuk dilakukan pengecekan.

Petugas layanan purna jual biasanya dapat memberikan informasi mengenai masa aktif garansi dan status pengalihan kepemilikan kepada pembeli berikutnya.

Beberapa produsen bahkan menawarkan program garansi baterai dengan perlindungan jangka panjang.

Namun, tidak semua garansi tersebut otomatis berlaku bagi pemilik kedua.

Karena itu, calon pembeli perlu memahami syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan transaksi.

Kebiasaan pengisian daya pemilik sebelumnya juga penting untuk diketahui.

Mobil yang terlalu sering menggunakan fasilitas fast charging berdaya tinggi dalam jangka panjang berpotensi mengalami degradasi baterai lebih cepat.

Sebaliknya, penggunaan home charging secara rutin umumnya lebih ramah terhadap umur baterai.

Pemeriksaan terakhir mencakup kondisi charging port, kabel pengisi daya, dan sistem pengereman regeneratif.

Pastikan tidak terdapat korosi pada port pengisian serta seluruh perangkat pengisian daya masih berfungsi normal.

Saat test drive, rasakan apakah sistem regenerative braking bekerja dengan baik karena fitur tersebut berperan penting dalam efisiensi energi kendaraan listrik.

Tabel Checklist Sebelum Membeli Mobil Listrik Bekas

Komponen yang Dicek Kondisi Ideal Penting untuk
State of Health (SOH) Baterai Di atas 80%, ideal 85-90% Mengetahui kesehatan baterai
Laporan Diagnostik BMS Tersedia dari bengkel resmi Validasi kondisi baterai
Scan OBD Tidak ada cell imbalance Mendeteksi kerusakan sel
Jarak Tempuh Aktual Mendekati klaim pabrikan Mengukur kapasitas baterai
Riwayat Servis Resmi Lengkap dan rutin Menjaga keabsahan garansi
Status Garansi Masih aktif dan dapat dialihkan Mengurangi risiko biaya besar
Nomor Rangka (VIN) Terdaftar di dealer resmi Verifikasi data kendaraan
Charging Port Bersih dan bebas korosi Menjamin keamanan pengisian
Kabel Charger Lengkap dan berfungsi Menghindari biaya tambahan
Regenerative Braking Berfungsi normal Menjaga efisiensi energi

Baca Juga: ASUS Zenbook Duo 2026 Punya Dua Layar OLED 3K, Begini Cara Maksimalkan Produktivitasnya

Kesimpulan Singkat

Faktor Prioritas
Kesehatan Baterai (SOH) Sangat Penting
Status Garansi Resmi Sangat Penting
Riwayat Servis Sangat Penting
Kebiasaan Pengisian Daya Penting
Kondisi Fisik Mobil Penting
Kelengkapan Charger Penting

Membeli mobil listrik bekas dapat menjadi pilihan yang menguntungkan jika dilakukan dengan teliti. Fokus utama harus tertuju pada kondisi baterai, keabsahan garansi, serta riwayat perawatan kendaraan.

Dengan pemeriksaan yang tepat, pembeli dapat memperoleh kendaraan listrik bekas yang masih prima dan layak digunakan dalam jangka panjang. (Fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#cek baterai mobil listrik #garansi mobil listrik #SOH baterai EV #tips beli mobil listrik bekas #Mobil listrik bekas