RadarMadura.id— Kehadiran BYD M6 DM-i menjadi salah satu sorotan di segmen MPV elektrifikasi berkat klaim efisiensi bahan bakar yang sangat impresif.
Pabrikan menyebut mobil plug-in hybrid ini mampu mencatat konsumsi hingga 65 km per liter.
Angka tersebut tentu terdengar luar biasa untuk sebuah kendaraan keluarga berkapasitas tujuh penumpang.
Namun, kondisi penggunaan sehari-hari sering kali berbeda dengan skenario pengujian resmi pabrikan.
Di kawasan Surabaya Raya yang mencakup Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik, efisiensi BYD M6 DM-i sangat dipengaruhi pola lalu lintas, kondisi baterai, serta gaya mengemudi.
Meski demikian, konsumsi bahan bakarnya tetap tergolong sangat hemat untuk ukuran MPV modern.
Baca Juga: Baterai HP Kini Tembus 9.000 mAh, Apakah Chipset Modern Sudah Tidak Efisien Lagi?
Rahasia utama efisiensi kendaraan ini terletak pada teknologi DM-i yang menggabungkan mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik dan Blade Battery.
Saat baterai masih memiliki daya yang cukup, kendaraan dapat bergerak layaknya mobil listrik murni tanpa mengonsumsi bensin.
Pada kondisi macet atau kecepatan rendah, motor listrik menjadi sumber tenaga utama yang bekerja paling dominan.
Mesin bensin baru akan aktif ketika kapasitas baterai mulai berkurang atau saat pengemudi membutuhkan tenaga tambahan.
Sistem tersebut membuat konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan dibandingkan MPV konvensional.
Karakteristik ini sangat cocok digunakan di lingkungan perkotaan yang sering menghadapi kemacetan lalu lintas.
Dalam penggunaan harian di jalur padat seperti Jalan Ahmad Yani, Wonokromo, Darmo, hingga Kertajaya, angka konsumsi BBM yang realistis berada di kisaran 20 hingga 26 km per liter.
Perhitungan tersebut berlaku dengan penggunaan AC aktif, jumlah penumpang normal, dan gaya berkendara yang wajar.
Meski jauh di bawah klaim resmi pabrikan, hasil tersebut tetap sangat impresif untuk kendaraan keluarga berukuran besar.
Saat digunakan untuk perjalanan luar kota melalui ruas tol seperti Surabaya-Mojokerto atau Surabaya-Gempol, efisiensinya juga tetap terjaga.
Konsumsi bahan bakar umumnya berada di kisaran 25 hingga 25,6 km per liter.
Angka tersebut menunjukkan sistem hybrid BYD mampu bekerja efektif baik di dalam kota maupun saat melaju dengan kecepatan konstan.
Lalu mengapa klaim 65 km per liter sulit dicapai secara terus-menerus?
Salah satu penyebabnya adalah bobot kendaraan yang cukup besar sebagai MPV tujuh penumpang.
Ketika mobil terisi penuh oleh anggota keluarga dan barang bawaan, mesin bensin akan lebih sering aktif untuk membantu suplai tenaga ke motor listrik.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah gaya mengemudi.
Akselerasi agresif dari lampu merah atau sering melakukan kickdown akan membuat konsumsi energi meningkat lebih cepat.
Akibatnya, mesin bensin harus bekerja lebih sering sehingga efisiensi bahan bakar sedikit menurun dibandingkan kondisi ideal.
Meski demikian, hasil konsumsi 20 hingga 26 km per liter tetap menjadi pencapaian yang sulit ditandingi banyak MPV konvensional.
Pengguna masih bisa merasakan sensasi berkendara yang halus seperti mobil listrik tanpa harus khawatir kehabisan daya saat menempuh perjalanan jauh.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa BYD M6 DM-i mulai menarik perhatian keluarga Indonesia.
Tabel Konsumsi BBM BYD M6 DM-i
| Kondisi Penggunaan | Estimasi Konsumsi BBM |
|---|---|
| Klaim Ideal Pabrikan | Hingga 65 km/liter |
| Dalam Kota Surabaya Raya | 20-26 km/liter |
| Jalan Tol | 25-25,6 km/liter |
| Kemacetan Stop and Go | Sangat bergantung kondisi baterai |
| Mode EV Dominan | Hampir tanpa konsumsi bensin |
Baca Juga: Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI
Faktor yang Memengaruhi Efisiensi
| Faktor | Pengaruh |
|---|---|
| Kapasitas Baterai | Semakin penuh, semakin irit |
| Kemacetan Kota | Motor listrik lebih dominan |
| Jumlah Penumpang | Beban berat meningkatkan kerja mesin |
| Penggunaan AC | Sedikit memengaruhi efisiensi |
| Gaya Mengemudi | Akselerasi agresif membuat BBM lebih boros |
| Regenerative Braking | Membantu mengisi ulang baterai |
Ringkasan BYD M6 DM-i
| Aspek | Penilaian |
|---|---|
| Efisiensi Dalam Kota | Sangat Baik |
| Efisiensi Tol | Sangat Baik |
| Kenyamanan Berkendara | Sangat Baik |
| Kapasitas Penumpang | 7 Penumpang |
| Cocok untuk Keluarga | Ya |
| Potensi Hemat BBM | Tinggi |
Bagi konsumen yang menginginkan MPV keluarga dengan konsumsi bahan bakar sangat irit tanpa mengorbankan kenyamanan dan jarak tempuh, BYD M6 DM-i menjadi salah satu opsi paling menarik di kelas plug-in hybrid saat ini.
Meski angka 65 km/liter sulit dicapai setiap hari, konsumsi riil 20-26 km/liter sudah cukup membuktikan efisiensi luar biasa yang ditawarkan kendaraan ini. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila