Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Smartwatch Pengukur Tekanan Darah Kian Diminati, Ini Deretan Model Terbaik yang Jadi Pilihan Pengguna

Fadila An Naila • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:52 WIB
Huawei Watch D2
Huawei Watch D2

RadarMadura.id— Perangkat wearable semakin berkembang dari sekadar alat pelacak aktivitas menjadi pendamping kesehatan harian yang mampu memberikan berbagai informasi penting tentang kondisi tubuh.

Salah satu fitur yang kini paling banyak dicari pengguna adalah kemampuan mengukur tekanan darah secara praktis melalui smartwatch.

Kehadiran teknologi ini membuat masyarakat lebih mudah memantau kondisi kesehatan tanpa harus selalu menggunakan alat konvensional.

Tren tersebut terlihat dari meningkatnya minat terhadap smartwatch yang dibekali fitur pemantauan tekanan darah.

Baca Juga: Tahapan Seleksi Tuntas, Ketua DPC PKB Sampang Terpilih Bakal Diumumkan Bulan Ini

Di antara berbagai produk yang tersedia, Huawei Watch D2 menjadi salah satu perangkat yang paling banyak mendapat perhatian.

Smartwatch ini hadir dengan teknologi Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) yang memungkinkan pemantauan tekanan darah secara otomatis selama 24 jam.

Keunggulan tersebut didukung penggunaan kantung udara mikro atau airbag yang terintegrasi pada tali jam.

Teknologi ini membuat proses pengukuran mendekati metode yang digunakan pada alat tensi digital konvensional.

Kemampuan Huawei Watch D2 dalam memantau tekanan darah secara berkala menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin memperoleh data kesehatan lebih lengkap.

Selain itu, perangkat ini juga mampu merekam hasil pemantauan sehingga pengguna dapat melihat pola perubahan tekanan darah dari waktu ke waktu.

Fitur tersebut sangat membantu dalam memantau tren kesehatan harian. Tidak heran jika produk ini menjadi salah satu smartwatch kesehatan yang banyak dibicarakan sejak peluncurannya di Indonesia.

Persaingan di segmen smartwatch kesehatan juga diramaikan oleh ASUS melalui lini VivoWatch.

Perangkat ini menggabungkan sensor elektrokardiogram atau ECG dengan sensor Photoplethysmography (PPG) ganda.

Kombinasi kedua sensor tersebut digunakan untuk menghitung Pulse Transit Time atau PTT yang berkaitan dengan tren tekanan darah pengguna.

Data yang dihasilkan kemudian disajikan melalui aplikasi pendamping dalam bentuk yang mudah dipahami.

ASUS VivoWatch tidak hanya berfokus pada pemantauan tekanan darah, tetapi juga menghadirkan fitur kesehatan lain yang semakin lengkap.

Pengguna dapat memantau detak jantung, kualitas tidur, hingga berbagai indikator kebugaran lainnya.

Kehadiran fitur-fitur tersebut menjadikan smartwatch bukan sekadar aksesori teknologi, melainkan perangkat pendukung gaya hidup sehat.

Kebutuhan masyarakat terhadap pemantauan kesehatan yang praktis menjadi faktor utama meningkatnya permintaan perangkat wearable semacam ini.

Bagi pengguna yang memiliki anggaran lebih terbatas, sejumlah merek seperti ACOME, SKMEI, dan Aolon menawarkan alternatif yang cukup menarik.

Produk-produk tersebut umumnya menggunakan sensor optik untuk memperkirakan nilai tekanan darah sistolik dan diastolik.

Selain itu, berbagai fitur tambahan seperti pengukur saturasi oksigen atau SpO2 serta mode olahraga juga tersedia.

Kehadiran pilihan yang lebih terjangkau membuat teknologi kesehatan semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Popularitas smartwatch pengukur tekanan darah juga didorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan.

Banyak pengguna memanfaatkan perangkat ini untuk memantau aktivitas harian sekaligus mengawasi perubahan indikator tubuh.

Informasi yang diperoleh secara real time dianggap membantu dalam menjaga pola hidup sehat. Kemudahan penggunaan menjadi salah satu alasan utama perangkat ini semakin diminati.

Meski demikian, para pengguna perlu memahami bahwa hasil pengukuran dari smartwatch memiliki keterbatasan tertentu.

Sebagian besar perangkat dirancang untuk memberikan gambaran tren kesehatan dan bukan sebagai alat diagnosis medis.

Tingkat akurasi dapat dipengaruhi oleh posisi penggunaan, kondisi tubuh, maupun metode pengukuran yang digunakan masing-masing produsen.

Oleh karena itu, hasil yang ditampilkan sebaiknya diperlakukan sebagai informasi pendukung.

Para ahli kesehatan tetap menyarankan pengguna untuk melakukan pemeriksaan menggunakan alat medis standar apabila membutuhkan hasil yang lebih akurat.

Kalibrasi berkala juga penting dilakukan agar pembacaan perangkat tetap mendekati kondisi sebenarnya.

Jika ditemukan indikasi tekanan darah yang tidak normal, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah yang paling tepat.

Dengan penggunaan yang bijak, smartwatch dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk mendukung pemantauan kesehatan sehari-hari.

Baca Juga: Banggar DPR Dorong Kebijakan Fiskal Inklusif untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Perkembangan teknologi wearable diperkirakan akan terus menghadirkan inovasi baru dalam beberapa tahun ke depan.

Fitur kesehatan yang semakin lengkap dan akurat berpotensi menjadikan smartwatch sebagai bagian penting dalam gaya hidup modern.

Dari Huawei Watch D2 hingga berbagai model terjangkau lainnya, pilihan yang tersedia kini semakin beragam.

Pengguna pun dapat menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan kesehatan dan anggaran yang dimiliki. (Fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#smartwatch pengukur tekanan darah #Huawei Watch D2 #jam tangan pintar kesehatan #pemantau tekanan darah #smartwatch kesehatan