RadarMadura.id - Apple menghadirkan evolusi besar pada iPad Pro 2026 melalui kombinasi chipset M5 dan sistem operasi iPadOS 26 yang semakin mendekati pengalaman laptop desktop.
Tablet premium ini kini mampu menjalankan multitasking lebih fleksibel, membuka hingga 12 aplikasi sekaligus, dan menghadirkan pengalaman kerja yang jauh lebih serius dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: Apple Bikin Laptop AI Semakin Gila, MacBook Pro M5 Kini Mampu Render 8K dan Jalankan AI Tanpa Cloud
iPad Pro 2026 Kini Lebih Dekat ke Laptop
Apple terlihat semakin agresif menjadikan iPad Pro sebagai perangkat produktivitas utama.
Melalui iPadOS 26, pengalaman penggunaan iPad kini terasa jauh lebih mirip komputer desktop dibanding beberapa tahun lalu.
Pengguna kini bisa mengatur ukuran jendela aplikasi secara bebas layaknya laptop atau PC.
Menu bar ala desktop juga mulai hadir di beberapa aplikasi.
Berdasarkan pantauan kami, perubahan ini menjadi salah satu peningkatan terbesar dalam sejarah iPad karena membuat workflow multitasking terasa lebih natural.
Chip M5 Bikin Performa Semakin Buas
iPad Pro 2026 menggunakan chipset Apple M5 yang menawarkan performa sangat tinggi untuk ukuran tablet.
Dalam berbagai skenario penggunaan, performanya bahkan disebut melampaui MacBook Air terbaru.
Tablet ini juga tetap mengandalkan layar Tandem OLED 120Hz yang menjadi salah satu keunggulan utama dibanding sebagian laptop premium.
Visual yang dihasilkan terasa lebih tajam, cerah, dan nyaman untuk editing maupun konsumsi hiburan.
Kombinasi performa tinggi dan bodi tipis membuat iPad Pro menjadi perangkat yang sangat menarik untuk pekerja mobile.
Multitasking Kini Lebih Serius
Salah satu perubahan paling terasa hadir di sektor multitasking.
iPadOS 26 memungkinkan pengguna membuka hingga 12 aplikasi secara bersamaan.
Jendela aplikasi kini bisa diatur ukuran dan posisinya secara lebih fleksibel.
Fitur tersebut membuat pengalaman kerja terasa jauh lebih dekat dengan macOS maupun Windows.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang selama ini merasa iPad terlalu terbatas untuk pekerjaan produktif.
Berdasarkan pantauan kami, iPad Pro kini sudah cukup nyaman digunakan untuk editing ringan, presentasi, desain, hingga pekerjaan kantor harian.
Magic Keyboard dan Apple Pencil Masih Jadi Andalan
Saat dipasangkan dengan Magic Keyboard, iPad Pro terasa semakin menyerupai laptop premium.
Dukungan trackpad dan kursor yang lebih presisi membuat navigasi semakin nyaman.
Namun keunggulan utama iPad tetap ada pada fleksibilitasnya sebagai tablet.
Keyboard dapat dilepas kapan saja sehingga perangkat berubah menjadi tablet tipis untuk hiburan atau menggambar.
Apple Pencil Pro juga tetap menjadi nilai tambah besar terutama untuk ilustrator dan desainer grafis.
Berdasarkan analisis kami, kombinasi ini sulit ditandingi laptop konvensional yang tidak memiliki pengalaman stylus sebaik iPad.
Namun iPad Pro Masih Belum Sempurna Gantikan MacBook
Meski semakin canggih, iPad Pro 2026 masih memiliki sejumlah keterbatasan dibanding MacBook.
Versi aplikasi profesional di iPad sering kali belum selengkap versi desktop.
Software seperti Final Cut Pro dan DaVinci Resolve memang sudah tersedia, tetapi beberapa fitur lanjutan masih terbatas.
Manajemen file pada aplikasi Files juga belum sefleksibel Finder di macOS.
Hal tersebut cukup terasa bagi pengguna yang sering mengelola banyak folder atau file berukuran besar.
Selain itu, penggunaan iPad di pangkuan masih belum senyaman laptop tradisional.
Magic Keyboard memang membantu, tetapi stabilitasnya tetap berbeda dibanding MacBook.
Browser dan Ekstensi Masih Jadi Kendala
Browser di iPadOS juga masih memiliki batasan tertentu.
Meski sudah mendukung Chrome dan Edge, sistemnya tetap menggunakan engine WebKit milik Apple.
Akibatnya, beberapa ekstensi browser desktop tidak bisa berjalan sempurna seperti di macOS atau Windows.
Hal ini menjadi kekurangan penting bagi programmer, pekerja digital marketing, hingga pengguna yang bergantung pada ekstensi khusus.
Perbandingan iPad Pro M5 dan MacBook 2026
| Fitur | iPad Pro M5 2026 | MacBook 2026 |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Portabilitas dan kreativitas | Produktivitas penuh |
| Sistem Operasi | iPadOS 26 | macOS |
| Multitasking | Hingga 12 aplikasi | Lebih fleksibel |
| Layar | Tandem OLED Touchscreen | Retina tanpa touchscreen |
| Stylus | Apple Pencil Pro | Tidak ada |
| Software Profesional | Terbatas | Full desktop apps |
| Portabilitas | Sangat ringan | Ringan |
| Penggunaan Pangkuan | Kurang stabil | Lebih nyaman |
Siapa yang Cocok Menggunakan iPad Pro 2026
iPad Pro 2026 sangat cocok untuk ilustrator, mahasiswa, pekerja mobile, hingga editor video ringan.
Tablet ini juga ideal untuk pengguna yang mengutamakan portabilitas dan fleksibilitas perangkat.
Sementara itu, MacBook masih menjadi pilihan utama untuk programmer, editor video profesional, data scientist, dan pengguna software desktop berat.
Berdasarkan pantauan kami, keputusan memilih iPad atau MacBook kini semakin bergantung pada gaya kerja pengguna dan bukan lagi sekadar soal performa.
Baca Juga: Pixel 10 Pro Fold vs Galaxy Z Fold 8, Siapa Raja HP Lipat Paling Tahan Banting di 2026?
iPad Pro M5 2026 berhasil berkembang menjadi perangkat yang jauh lebih dekat dengan laptop dibanding generasi sebelumnya.
Meski belum sepenuhnya menggantikan MacBook untuk semua pekerjaan profesional, iPad Pro kini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 90 persen pengguna harian.
Menurut Anda, apakah iPad Pro 2026 sudah layak menjadi pengganti laptop utama, atau MacBook masih tetap lebih nyaman untuk produktivitas serius? (hasan)
Editor : Hasan Bashri