Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Review Jujur Wuling Cloud EV Setelah Pemakaian 1 Tahun, Masalah Apa Saja yang Muncul di Komponen Baterai?

Fadila An Naila • Kamis, 7 Mei 2026 | 23:54 WIB
Wuling Cloud EV
Wuling Cloud EV

RadarMadura.id - Wuling Cloud EV menjadi salah satu mobil listrik yang cukup populer di Indonesia berkat kabin luas, kenyamanan, dan harga kompetitif.

Mobil listrik ini memakai baterai Lithium Ferro Phosphate atau LFP berkapasitas 50,6 kWh yang dikenal lebih aman dan tahan lama.

Namun setelah penggunaan sekitar satu tahun atau menempuh jarak 20 ribu hingga 30 ribu kilometer, beberapa pengguna mulai melaporkan munculnya gangguan pada sistem baterai dan elektrikal.

Berdasarkan penelusuran di komunitas pengguna dan forum otomotif hingga awal 2026, masalah tersebut memang belum tergolong masif, tetapi mulai menjadi perhatian calon pembeli mobil listrik bekas maupun pengguna jangka panjang.

Baca Juga: Daftar HP Gaming 2 Jutaan Terbaik Mei 2026 dengan AI Native dan Fitur Anti Panas untuk Main Genshin Rata Kanan

Muncul Laporan Sel Baterai Tidak Seimbang

Salah satu keluhan yang mulai muncul adalah indikasi imbalance cell atau sel baterai tidak seimbang.

Beberapa pengguna menyebut ada sel baterai tertentu yang suhunya lebih tinggi dibanding sel lain saat dilakukan proses scanning.

Kondisi ini biasanya memicu peringatan pada sistem kendaraan.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, performa baterai bisa terganggu.

Berdasarkan pantauan kami, kasus seperti ini sebenarnya juga dapat terjadi pada mobil listrik lain, terutama jika pola pengisian daya tidak dijaga dengan baik.

Error Setelah Pengisian Baterai Penuh

Beberapa pengguna juga melaporkan munculnya indikator check engine setelah baterai diisi hingga 100 persen.

Dalam beberapa kasus, mobil bahkan masuk ke safe mode sehingga transmisi tidak bisa dipindahkan.

Kondisi ini membuat kendaraan tidak dapat berjalan normal sementara waktu.

Gangguan tersebut disebut berkaitan dengan sistem proteksi baterai dan penggerak listrik.

Meski tidak terjadi pada semua unit, laporan seperti ini mulai ramai dibicarakan di komunitas pengguna Cloud EV.

Penurunan Jarak Tempuh Mulai Dirasakan

Selain error sistem, beberapa pemilik juga mulai merasakan penurunan efisiensi baterai setelah pemakaian intensif.

Jarak tempuh mobil disebut mulai sedikit berkurang dibanding saat kondisi baru.

Penurunan ini sebenarnya masih tergolong wajar pada kendaraan listrik yang rutin dipakai setiap hari.

Namun pola penggunaan dan metode pengisian daya sangat memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Sistem Pendingin dan Konektor Juga Perlu Dicek

Dalam beberapa kasus, teknisi perlu melakukan pemeriksaan mendalam pada sistem pendingin baterai dan konektor internal.

Gangguan koneksi atau pendinginan yang kurang optimal dapat memicu suhu baterai menjadi tidak stabil.

Hal ini penting karena baterai merupakan komponen paling vital dan paling mahal pada kendaraan listrik.

Karena itu, pemeriksaan berkala di bengkel resmi sangat disarankan.

Masalah Adaptor Fast Charging Ikut Dikeluhkan

Tidak hanya baterai utama, beberapa pengguna juga mengeluhkan adaptor CCS2 untuk DC fast charging.

Pada beberapa unit, adaptor disebut terkadang gagal terbaca saat proses pengisian cepat.

Akibatnya proses charging tidak bisa berjalan normal.

Berdasarkan pantauan kami, masalah seperti ini memang masih sering ditemukan pada ekosistem kendaraan listrik yang infrastrukturnya terus berkembang.

Wuling Disebut Responsif Menangani Keluhan

Kabar baiknya, Wuling disebut cukup serius menangani masalah yang muncul.

Beberapa pengguna yang mengalami kerusakan sel baterai berat bahkan mendapatkan penggantian battery pack baru melalui garansi resmi.

Meski proses pengecekan dan penggantian terkadang membutuhkan waktu, langkah ini cukup memberi rasa aman bagi konsumen.

Wuling juga masih memberikan garansi seumur hidup untuk baterai bagi pemilik pertama sesuai syarat dan ketentuan berlaku.

Hal ini menjadi salah satu nilai penting yang membuat banyak pengguna tetap percaya menggunakan Cloud EV.

Tips Menjaga Kesehatan Baterai Wuling Cloud EV

Agar baterai tetap sehat setelah pemakaian lebih dari satu tahun, pengguna disarankan tidak terlalu sering mengisi daya hingga 100 persen.

Idealnya pengisian harian berada di kisaran 80 hingga 90 persen.

Hindari juga membiarkan baterai kosong hingga 0 persen terlalu sering.

Untuk penggunaan harian, AC charging atau slow charging lebih disarankan dibanding fast charging terus menerus.

Lakukan pengecekan State of Health atau SOH baterai secara rutin di bengkel resmi.

Ringkasan Keluhan Wuling Cloud EV Setelah 1 Tahun

Komponen Keluhan Pengguna
Sel Baterai Suhu tidak seimbang
Sistem Penggerak Check engine dan safe mode
Jarak Tempuh Sedikit menurun
Pendingin Baterai Perlu pengecekan berkala
Adaptor CCS2 Kadang gagal terdeteksi
Penanganan Penggantian battery pack garansi
 
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 Bakal Lebih Kuat Hadapi Debu dan Lipatan Berkat Teknologi Engsel Baru

Wuling Cloud EV sejauh ini masih dikenal sebagai salah satu mobil listrik yang nyaman dan menarik di kelasnya.

Namun seperti kendaraan listrik lain, sistem baterai dan elektrikal tetap membutuhkan perhatian khusus terutama setelah penggunaan jangka panjang.

Berdasarkan pantauan kami, sebagian besar masalah masih bisa ditangani lewat garansi resmi dan perawatan rutin yang tepat.

Kalau kamu sendiri, apakah masih percaya diri memakai mobil listrik untuk penggunaan jangka panjang di Indonesia? (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#Wuling Cloud EV #baterai mobil listrik #masalah baterai EV #Wuling Indonesia #Cloud EV 2026