Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Chery Tiggo 4 Pro Tetap Pakai Mesin Bensin di Tengah Tren EV Ini Alasan Konsumen Masih Meliriknya

Hasan Bashri • Minggu, 3 Mei 2026 | 23:56 WIB
Chery Tiggo 4 Pro
Chery Tiggo 4 Pro

RadarMadura.id - Chery Tiggo 4 Pro tetap mempertahankan mesin bensin konvensional di tengah tren kendaraan listrik yang semakin ramai di Indonesia.

SUV seharga Rp457 juta ini hadir sebagai pilihan bagi konsumen yang masih ragu beralih penuh ke mobil listrik karena faktor infrastruktur, jarak tempuh, hingga nilai jual kembali.

Berdasarkan pantauan kami, strategi Chery cukup menarik karena tidak semua pengguna mobil di Indonesia siap langsung beralih ke kendaraan listrik murni.

Hal ini terutama dirasakan oleh konsumen yang sering bepergian jarak jauh atau tinggal di daerah dengan infrastruktur charging station yang masih terbatas.

Baca Juga: Nissan ePower 2026 Bikin Mobil Serasa EV Tapi Tidak Perlu Ngecas Ini Cara Kerja Teknologinya

Mesin Bensin Chery Tiggo 4 Pro Masih Dianggap Paling Praktis

Salah satu alasan utama mobil bensin tetap diminati adalah fleksibilitas penggunaan.

Pengguna tidak perlu khawatir soal jarak tempuh maupun mencari stasiun pengisian daya ketika melakukan perjalanan jauh.

Berdasarkan penggunaan di Indonesia, kondisi ini masih menjadi pertimbangan penting terutama untuk perjalanan antarkota.

Mobil bensin seperti Tiggo 4 Pro menawarkan rasa aman karena SPBU jauh lebih mudah ditemukan dibanding SPKLU.

Konsumen juga tidak perlu menunggu lama untuk mengisi energi kendaraan.

Dalam hitungan menit mobil sudah bisa kembali digunakan untuk perjalanan panjang.

Infrastruktur Bengkel Mobil Bensin Dinilai Lebih Siap

Chery Tiggo 4 Pro menggunakan mesin 1.5 liter turbo yang sudah didukung jaringan servis dan mekanik konvensional.

Ketersediaan bengkel maupun suku cadang mesin bensin dinilai masih jauh lebih matang dibanding kendaraan listrik.

Berdasarkan pantauan kami, banyak konsumen Indonesia masih mempertimbangkan kemudahan servis sebagai faktor utama sebelum membeli mobil.

Hal ini cukup masuk akal karena biaya dan akses perawatan menjadi bagian penting dari kepemilikan kendaraan jangka panjang.

Sementara itu bengkel khusus kendaraan listrik saat ini masih lebih banyak terkonsentrasi di kota besar.

Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen masih memilih mesin pembakaran internal atau ICE.

Nilai Jual Kembali Mobil Bensin Masih Lebih Stabil

Salah satu kekhawatiran terbesar calon pengguna EV adalah harga jual kembali.

Banyak konsumen masih mempertanyakan umur baterai dan potensi penurunan harga mobil listrik bekas dalam beberapa tahun ke depan.

Sebaliknya pasar mobil bensin bekas sudah memiliki pola harga yang lebih jelas dan stabil.

Berdasarkan pantauan kami, faktor resale value masih menjadi pertimbangan besar bagi pembeli mobil di Indonesia.

Mobil seperti Tiggo 4 Pro dianggap lebih aman secara finansial untuk penggunaan jangka panjang.

Konsumen juga lebih mudah menjual kembali kendaraan bensin karena pasarnya masih sangat luas.

Mesin Turbo Chery Tiggo 4 Pro Tetap Menawarkan Sensasi Berkendara Tradisional

Chery Tiggo 4 Pro menggunakan mesin turbo 1.500 cc yang menghasilkan tenaga hingga 154 hp.

Torsi maksimal mencapai 230 Nm sehingga performanya tetap responsif untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota.

Karakter tenaga mesin bensin dinilai masih lebih natural oleh sebagian pengemudi dibanding mobil listrik.

Berdasarkan impresi awal, akselerasi Tiggo 4 Pro terasa linear terutama saat dipakai di kecepatan tinggi.

Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengemudi yang menyukai sensasi berkendara konvensional.

Suara mesin dan respons pedal gas juga masih memberikan pengalaman khas mobil bensin yang familiar.

Chery Tetap Siapkan Hybrid Sebagai Jembatan Menuju Elektrifikasi

Meski mempertahankan mesin bensin, Chery tetap menyiapkan teknologi elektrifikasi melalui varian hybrid.

Pabrikan asal China tersebut menilai masa transisi menuju kendaraan listrik penuh masih membutuhkan waktu.

Karena itu Chery mencoba menghadirkan pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen berbeda.

Berdasarkan pantauan kami, pendekatan seperti ini cukup realistis untuk pasar Indonesia yang masih berada dalam tahap adaptasi kendaraan listrik.

Konsumen yang belum siap menggunakan EV penuh masih bisa mencoba teknologi hybrid tanpa kehilangan fleksibilitas mesin bensin.

Strategi ini juga membantu menjaga daya tarik produk di tengah perubahan tren otomotif global.

Kebijakan EV Bisa Membuat Mobil Bensin Kembali Kompetitif

Pada 2026 pemerintah diprediksi mulai mengevaluasi berbagai insentif untuk kendaraan listrik impor.

Jika insentif berkurang, harga mobil listrik berpotensi naik dan membuat mobil bensin kembali kompetitif dari sisi harga.

SUV seperti Tiggo 4 Pro bisa menjadi pilihan menarik di segmen Rp400 jutaan.

Terutama untuk konsumen yang lebih mengutamakan fleksibilitas dan kepastian penggunaan jangka panjang.

Berdasarkan pantauan kami, kondisi pasar otomotif Indonesia masih memungkinkan mobil bensin dan mobil listrik berjalan berdampingan dalam beberapa tahun ke depan.

Spesifikasi Utama Chery Tiggo 4 Pro

Spesifikasi Detail
Mesin 1.5L Turbo
Tenaga 154 hp
Torsi 230 Nm
Harga Rp457 juta
Jenis Penggerak Mesin bensin konvensional
Fokus Utama Stabilitas dan fleksibilitas penggunaan

Baca Juga: Pilihan Motor Matic Paling Worth It untuk Mahasiswa 2026, Bagasi Muat Laptop dan Irit Dipakai Ngampus

Chery Tiggo 4 Pro membuktikan bahwa mobil bensin masih memiliki tempat penting di tengah tren elektrifikasi otomotif.

Dengan mesin turbo responsif, infrastruktur servis yang matang, dan fleksibilitas perjalanan jarak jauh, SUV ini tetap relevan untuk konsumen yang belum siap beralih ke mobil listrik penuh.

Menurut Anda, apakah mobil bensin masih lebih masuk akal dibanding EV untuk kondisi Indonesia saat ini? (hasan)

Editor : Hasan Bashri
#Chery Tiggo 4 Pro #SUV bensin Chery #Chery turbo 1.5L #SUV Rp400 jutaan #Mobil bensin vs EV