Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Farizon SV Resmi Masuk Indonesia, Van Listrik 16 Penumpang Ini Disebut Siap Gantikan Isuzu Elf dan HiAce Diesel

Fadila An Naila • Minggu, 3 Mei 2026 | 20:51 WIB
Farizon SV
Farizon SV

RadarMadura.id - Farizon SV resmi diperkenalkan di Indonesia sebagai van listrik komersial terbaru yang menyasar sektor travel dan shuttle premium.

Mobil yang juga dikenal sebagai Farizon Supervan ini dibawa oleh Arista Group dan mulai dipamerkan secara publik di GIICOMVEC 2026.

Kehadirannya langsung menarik perhatian karena menawarkan konsep kendaraan travel full listrik dengan kapasitas besar.

Berdasarkan pantauan kami, Farizon SV menjadi salah satu van listrik paling serius yang masuk pasar Indonesia untuk menantang dominasi kendaraan diesel konvensional.

Baca Juga: Bengkel Mulai Ingatkan Bahaya Cairan Anti Bocor Ban Motor, Pelek Bisa Keropos dan Pentil Cepat Rusak

Tenaga Besar dengan Torsi Instan

Farizon SV menggunakan motor listrik penggerak roda depan atau Front Wheel Drive.

Tenaga yang dihasilkan mencapai 230 PS dengan torsi instan 336 Nm.

Karakter tenaga seperti ini membuat akselerasi kendaraan terasa responsif meski membawa banyak penumpang.

Hal tersebut menjadi keunggulan utama mobil listrik dibanding mesin diesel konvensional yang biasanya membutuhkan waktu untuk mencapai torsi maksimal.

Berdasarkan pengamatan kami, tenaga instan seperti ini sangat cocok untuk kebutuhan travel antarkota yang sering menghadapi stop and go maupun tanjakan.

Baterai Besar dan Jarak Tempuh Hingga 400 Km

Farizon SV dibekali baterai berkapasitas sekitar 82,8 hingga 83 kWh.

Dengan kapasitas tersebut, van listrik ini diklaim mampu menempuh jarak sekitar 400 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Jarak tempuh tersebut tergolong cukup untuk kebutuhan operasional travel harian maupun shuttle bandara.

Mobil ini juga sudah mendukung pengisian cepat menggunakan sistem CCS2.

Pengisian daya dari 20 persen hingga 80 persen disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 30 sampai 36 menit.

Hal ini tentu menjadi nilai penting bagi pelaku usaha yang membutuhkan efisiensi waktu operasional.

Kabin Tinggi dan Muat Hingga 16 Penumpang

Salah satu daya tarik utama Farizon SV adalah desain kabinnya yang sangat berorientasi pada kenyamanan penumpang.

Van ini mampu membawa hingga 16 orang sekaligus.

Kapasitas tersebut membuatnya langsung menjadi rival serius Toyota HiAce dan Isuzu Elf.

Farizon juga memakai desain high roof dengan tinggi kabin mencapai sekitar 2,5 meter.

Ruang kabin terasa lebih lega terutama untuk penumpang yang sering melakukan perjalanan jauh.

Desain tanpa pilar B pada sisi kiri juga membuat akses keluar masuk penumpang terasa lebih mudah.

Pintu geser samping dan barn door belakang yang bisa terbuka hingga 270 derajat semakin meningkatkan kepraktisan kendaraan ini.

Fitur Keselamatan dan Teknologi Modern

Farizon SV sudah dilengkapi lebih dari 30 fitur keselamatan aktif berbasis ADAS.

Beberapa fitur unggulannya meliputi Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking.

Fitur seperti ini masih tergolong jarang ditemukan pada kendaraan travel konvensional di Indonesia.

Pada bagian kabin, mobil ini memakai layar sentuh 12 inci yang sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto.

Kamera 360 derajat juga tersedia untuk membantu visibilitas pengemudi saat bermanuver.

Kursi pengemudi dan penumpang depan bahkan sudah memiliki fitur ventilasi untuk meningkatkan kenyamanan.

Berdasarkan pantauan kami, tingkat kekedapan kabin Farizon SV juga terasa cukup baik untuk ukuran kendaraan komersial besar.

Biaya Operasional Diklaim Lebih Hemat

Farizon SV dipasarkan di Indonesia dengan harga sekitar Rp698 juta OTR Jakarta.

Meski terlihat cukup tinggi, biaya operasionalnya diklaim jauh lebih murah dibanding kendaraan diesel.

Biaya energi per kilometer disebut lebih hemat sementara biaya perawatan juga bisa turun hingga 40 sampai 50 persen.

Hal ini menjadi daya tarik utama bagi pengusaha travel yang ingin menekan biaya operasional jangka panjang.

Terlebih tren kendaraan ramah lingkungan kini mulai mendapat perhatian lebih besar di sektor transportasi Indonesia.

Baca Juga: Rekomendasi SUV Paling Cocok untuk Mahasiswa 2026, Irit Bensin, Ada ADAS dan Tetap Stylish Dipakai Harian

Siap Jadi Masa Depan Industri Travel

Kehadiran Farizon SV memperlihatkan bahwa kendaraan listrik kini mulai masuk ke sektor kendaraan komersial besar.

Dengan kombinasi kapasitas penumpang besar, teknologi modern, dan biaya operasional rendah, van listrik seperti ini punya peluang besar berkembang di Indonesia.

Namun tantangan utama tetap ada pada infrastruktur charging station dan adaptasi pelaku usaha travel terhadap kendaraan listrik.

Menurut Anda, apakah van listrik seperti Farizon SV sudah layak menggantikan kendaraan diesel travel di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan? (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#Farizon SV #Farizon Supervan #van listrik Indonesia #mobil travel listrik #Farizon Indonesia