RadarMadura.id - Toyota Fortuner 2.4 L yang dijual mulai Rp 583 jutaan hingga Rp 601 jutaan justru mencatat penjualan paling rendah di antara semua varian sepanjang awal 2026.
Data distribusi Januari hingga Maret 2026 menunjukkan varian ini hanya terjual 16 unit sehingga memunculkan pertanyaan besar mengapa tipe termurah justru kurang diminati di pasar Indonesia.
Varian Termurah Ternyata Kurang Dilirik Konsumen
Fortuner 2.4 L yang diposisikan sebagai pilihan paling terjangkau ternyata belum mampu menarik minat konsumen dibandingkan varian lain di kelasnya.
Berdasarkan pantauan kami, konsumen Indonesia cenderung lebih memilih varian dengan fitur dan performa lebih tinggi meskipun harus membayar lebih mahal.
Varian 2.8 L Justru Jadi Primadona
Berbanding terbalik dengan tipe 2.4 L, varian 2.8 L justru mendominasi penjualan dengan distribusi mencapai 2.778 unit dalam periode yang sama.
Hal ini menjadi kabar menarik karena menunjukkan bahwa segmen SUV premium di Indonesia masih kuat dan pembeli lebih mementingkan performa serta fitur.
Performa Mesin Jadi Penentu Utama Pilihan
Fortuner 2.4 L dibekali mesin diesel 2.393 cc yang menghasilkan tenaga 149,6 PS dengan torsi 40,8 kgm yang sebenarnya cukup untuk penggunaan harian.
Namun di sisi lain varian 2.8 L menawarkan torsi jauh lebih besar sehingga lebih cocok untuk kebutuhan perjalanan jauh maupun medan berat yang sering ditemui di Indonesia.
Fitur Keamanan Sudah Lengkap Tapi Belum Cukup Menarik
Varian 2.4 L sebenarnya sudah dilengkapi berbagai fitur seperti hill start assist, traction control, dan vehicle stability control untuk menunjang keamanan berkendara.
Meski begitu konsumen tampaknya tetap mempertimbangkan fitur tambahan dan kenyamanan lebih yang ditawarkan varian di atasnya.
Harga Toyota Fortuner 2026
| Varian | Harga |
|---|---|
| 2.4 G M/T | Rp 583,7 juta |
| 2.4 G A/T | Rp 601,8 juta |
| 2.7 SRZ | Rp 619,5 juta hingga Rp 639,6 juta |
| 2.8 VRZ | Rp 646,1 juta hingga Rp 681,3 juta |
| 2.8 VRZ 4x4 | Rp 752,6 juta hingga Rp 758,4 juta |
| 2.8 GR-S | Rp 788,3 juta |
Fenomena Konsumen Indonesia Lebih Pilih Value daripada Harga
Tren ini memperlihatkan bahwa konsumen Indonesia khususnya di segmen SUV besar lebih mempertimbangkan value jangka panjang dibanding sekadar harga awal yang lebih murah.
Dalam praktiknya, kendaraan seperti Fortuner sering digunakan untuk perjalanan luar kota atau kondisi jalan beragam sehingga performa menjadi faktor penting.
Fenomena Fortuner 2.4 L yang kurang diminati menunjukkan bahwa harga murah tidak selalu menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian kendaraan di Indonesia.
Menurut Anda apakah Anda lebih memilih varian murah atau rela menambah budget demi performa yang lebih maksimal. (hasan)