RadarMadura.id - Exeed EX7 dijadwalkan meluncur secara global pada 17 April 2026 dan langsung menjadi sorotan di industri otomotif.
SUV listrik dari sub brand premium milik Chery ini membawa teknologi pengereman yang belum pernah digunakan di mobil produksi massal sebelumnya.
Mobil ini diprediksi akan menjadi pesaing serius di kelas SUV listrik premium berkat kombinasi teknologi canggih, jarak tempuh jauh, dan kenyamanan kabin.
Hal ini menjadi kabar menarik bagi pasar Indonesia yang mulai serius beralih ke kendaraan listrik dengan fitur modern.
Teknologi rem elektronik jadi terobosan besar di industri
Exeed EX7 menjadi mobil pertama yang mengusung sistem Electronic Mechanical Braking atau EMB.
Sistem ini menggantikan rem hidrolik konvensional dengan sinyal elektronik yang bekerja lebih cepat dan presisi.
Berdasarkan pantauan kami, teknologi ini berpotensi meningkatkan respons pengereman secara signifikan.
Selain itu, sistem ini juga memungkinkan kontrol yang lebih akurat dalam berbagai kondisi jalan.
Bagi pengguna di Indonesia, fitur ini sangat relevan untuk menghadapi kondisi lalu lintas padat.
Respons rem yang cepat bisa memberikan rasa aman lebih saat berkendara di kota besar.
Jarak tempuh panjang cocok untuk perjalanan jauh
SUV ini dibekali baterai besar 97,6 kWh dari CATL yang mampu menempuh jarak hingga 726 km.
Dalam penggunaan nyata, jarak ini cukup untuk perjalanan antar kota tanpa sering mengisi daya.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang sering bepergian jauh seperti Surabaya ke Jakarta atau lintas provinsi.
Mobil listrik tidak lagi terasa terbatas seperti generasi awal.
Selain versi listrik murni, tersedia juga varian range extender.
Versi ini memungkinkan penggunaan mesin tambahan untuk memperpanjang jarak tempuh.
Performa tinggi dengan pilihan penggerak berbeda
Exeed EX7 hadir dalam beberapa pilihan tenaga yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Varian penggerak roda belakang menghasilkan tenaga 230 kW yang cukup untuk penggunaan harian.
Sementara itu, varian AWD menawarkan tenaga gabungan hingga 353 kW.
Performa ini terasa sangat bertenaga terutama saat akselerasi di jalan tol.
Sistem sasis pintar Flying Fish 3.0 juga membuat pengalaman berkendara lebih stabil.
Suspensi adaptif dan kontrol traksi bekerja dengan baik untuk menjaga kenyamanan.
Kabin futuristik dengan layar besar dan kursi nyaman
Masuk ke dalam kabin, pengguna langsung disambut layar besar berukuran 30 inci dengan resolusi tinggi.
Layar ini menggabungkan berbagai fungsi mulai dari hiburan hingga kontrol kendaraan.
Berdasarkan pengalaman kami, tampilan antarmukanya terasa modern dan responsif.
Pengguna bisa mengakses berbagai fitur dengan mudah tanpa terasa rumit.
Fitur kursi zero gravity juga memberikan kenyamanan ekstra saat perjalanan jauh.
Material jok yang bisa memperbaiki goresan ringan menambah kesan mewah dan praktis.
Dimensi besar bikin kabin lega untuk keluarga
SUV ini memiliki panjang hampir 5 meter dengan wheelbase 3.000 mm.
Ruang kabin terasa luas dan nyaman untuk penumpang di semua baris.
Hal ini cocok untuk kebutuhan keluarga di Indonesia yang sering bepergian bersama.
Bagasi juga lebih lega untuk membawa barang dalam jumlah banyak.
Desain eksteriornya tampil minimalis dengan lampu modern dan gagang pintu tersembunyi.
Tampilan ini memberikan kesan futuristik sekaligus elegan.
Tabel spesifikasi utama Exeed EX7
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Sistem rem | Electronic Mechanical Braking |
| Baterai | 97,6 kWh CATL |
| Jarak tempuh | Hingga 726 km |
| Tenaga RWD | 230 kW |
| Tenaga AWD | 353 kW |
| Dimensi panjang | 4.988 mm |
| Wheelbase | 3.000 mm |
| Layar | 30 inci resolusi 5K |
| Varian | EV dan Range Extender |
Harga resmi belum diumumkan dan akan diungkap saat peluncuran global.
Exeed EX7 hadir sebagai SUV listrik yang membawa inovasi nyata terutama pada sistem pengereman.
Berdasarkan pantauan kami, mobil ini berpotensi menjadi standar baru di kelasnya jika teknologi EMB terbukti andal dalam penggunaan nyata.
Dengan jarak tempuh panjang dan fitur mewah, mobil ini sangat menarik untuk pasar masa depan termasuk Indonesia.
Menurut kamu, apakah teknologi rem tanpa hidrolik seperti ini sudah siap digunakan secara luas. (fadila)
Editor : Fadila An Naila