RadarMadura.id - Memasuki 2026, tren smartwatch di Indonesia tidak hanya soal fitur canggih tetapi juga daya tahan baterai yang semakin panjang.
Sejumlah perangkat bahkan mampu bertahan hingga berminggu minggu dalam sekali pengisian daya.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, smartwatch dengan baterai awet menjadi solusi praktis karena tidak perlu sering mengisi daya.
Hal ini semakin relevan untuk aktivitas outdoor atau penggunaan harian yang padat.
Baca Juga: Innova Zenix Bekas Semakin Diburu di 2026, Ini Daftar Harga dan Alasan Kenapa Banyak Dicari
Xiaomi Watch 5 Jadi Pilihan Terjangkau dengan Daya Tahan Lama
Xiaomi Watch 5 hadir sebagai opsi menarik dengan harga sekitar Rp5 juta.
Smartwatch ini mampu bertahan hingga 6 hari dalam mode normal dan hingga 18 hari dalam mode hemat daya.
Daya tahan tersebut didukung baterai besar dan sistem dual chip yang efisien.
Menurut kami, ini cocok untuk pengguna yang ingin smartwatch stylish tanpa harus sering mengisi daya.
Untuk penggunaan di Indonesia yang padat aktivitas, daya tahan seperti ini sudah cukup untuk menemani rutinitas mingguan.
Apple Watch Ultra 3 Tawarkan Fast Charging dan Performa Premium
Apple Watch Ultra 3 menawarkan daya tahan hingga 42 jam dan bisa diperpanjang hingga 72 jam dalam mode hemat daya.
Keunggulan lain ada pada fitur fast charging yang cukup impresif.
Hanya dengan pengisian sekitar 15 menit, pengguna sudah bisa mendapatkan daya hingga 12 jam pemakaian.
Ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.
Berdasarkan pantauan kami, fitur ini sangat membantu saat pengguna lupa mengisi daya semalaman.
Amazfit T Rex Ultra 2 Cocok untuk Aktivitas Ekstrem
Amazfit T Rex Ultra 2 dirancang khusus untuk pengguna outdoor dengan daya tahan hingga 30 hari.
Dalam mode GPS, perangkat ini juga mampu bertahan lebih dari 50 jam.
Dengan desain tangguh dan baterai besar, smartwatch ini cocok untuk kegiatan seperti hiking atau traveling.
Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna di Indonesia yang gemar aktivitas alam.
Menurut kami, kombinasi ketahanan fisik dan baterai menjadi daya tarik utama perangkat ini.
Samsung Galaxy Watch Ultra Andalkan Fitur Pintar dan AI
Samsung Galaxy Watch Ultra membawa pendekatan berbeda dengan fokus pada fitur pintar.
Baterainya mampu bertahan hingga 48 jam dan hingga 100 jam dalam mode hemat daya.
Smartwatch ini juga dilengkapi fitur berbasis AI untuk pelacakan kesehatan yang lebih akurat.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang fokus pada kebugaran dan kesehatan.
Di Indonesia, fitur kesehatan semakin diminati seiring meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat.
Coros Vertix 2S untuk Pengguna Profesional Outdoor
Coros Vertix 2S menawarkan daya tahan hingga 40 hari untuk penggunaan normal.
Dalam mode GPS aktif, perangkat ini bisa bertahan hingga 118 jam.
Smartwatch ini dirancang untuk aktivitas berat seperti pendakian dan olahraga ekstrem.
Berdasarkan pengalaman kami, perangkat seperti ini biasanya dipilih oleh pengguna profesional.
Ketahanan baterainya membuat pengguna tidak perlu khawatir saat berada di lokasi terpencil.
Garmin Fenix 8 Solar Jadi Raja Daya Tahan Baterai
Garmin Fenix 8 Solar menjadi smartwatch dengan daya tahan paling lama dalam daftar ini.
Perangkat ini mampu bertahan hingga 48 hari berkat teknologi pengisian tenaga surya.
Teknologi Power Glass memungkinkan jam ini mengisi daya dari sinar matahari.
Ini menjadi solusi ideal untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Menurut kami, fitur ini sangat relevan untuk kondisi Indonesia yang memiliki intensitas matahari tinggi sepanjang tahun.
Daftar Harga Smartwatch Baterai Tahan Lama di Indonesia
Berikut ringkasan harga smartwatch yang tersedia di pasar Indonesia
| Produk | Harga |
|---|---|
| Xiaomi Watch 5 | Rp5 jutaan |
| Samsung Galaxy Watch Ultra | Rp9 jutaan |
| Amazfit T Rex Ultra 2 | Rp9,1 jutaan |
| Coros Vertix 2S | Rp13 jutaan |
| Apple Watch Ultra 3 | Rp14,5 jutaan |
| Garmin Fenix 8 Solar | Rp17 jutaan |
Harga dapat berbeda tergantung toko dan wilayah pembelian.
Smartwatch dengan baterai tahan lama kini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pengguna dengan aktivitas tinggi.
Pilihan yang tersedia di Indonesia juga semakin beragam, dari yang terjangkau hingga premium.
Menurut Anda, apakah daya tahan baterai menjadi faktor utama saat memilih smartwatch. (fadila)
Editor : Fadila An Naila