RadarMadura.id - Persaingan mobil listrik murah semakin menarik di awal 2026 setelah kemunculan Chery QQ3 EV yang digadang menjadi penantang serius Geely EX2.
Di pasar China, QQ3 EV dibanderol mulai sekitar Rp 140 jutaan hingga Rp 190 jutaan, jauh lebih murah dibanding EX2 di Indonesia yang dijual Rp 255 juta hingga Rp 285 juta.
Perbedaan harga ini berpotensi mengubah peta persaingan jika QQ3 EV resmi masuk ke Tanah Air.
Bagi konsumen Indonesia, ini menjadi sinyal bahwa harga mobil listrik bisa semakin terjangkau dalam waktu dekat.
Baca Juga: Innova Zenix Kuasai Penjualan Awal 2026 Tren MPV Hybrid Semakin Dilirik Konsumen Indonesia
Harga Jadi Senjata Utama di Segmen EV Murah
Jika melihat banderolnya di China, QQ3 EV jelas punya daya tarik kuat dari sisi harga. Berdasarkan pantauan kami, angka Rp 100 jutaan akan sangat menggoda bagi masyarakat Indonesia yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mencari mobil harian dengan biaya operasional rendah. Apalagi, segmen entry level masih menjadi pasar terbesar di Indonesia.
Sementara itu, Geely EX2 tetap unggul dari sisi ketersediaan karena sudah resmi dijual di Indonesia.
Mobil ini bahkan sempat ditawarkan dengan harga promo yang cukup kompetitif di awal peluncurannya.
Kehadiran lebih dulu membuat EX2 punya basis konsumen yang mulai terbentuk. Ini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar.
Dimensi dan Kenyamanan Kabin Jadi Pembeda Tipis
Dari sisi ukuran, QQ3 EV sedikit lebih unggul dengan bodi yang lebih panjang dan jarak sumbu roda lebih luas.
Hal ini berdampak pada ruang kabin yang terasa lebih lega, terutama untuk penumpang belakang.
Berdasarkan pengamatan kami, kenyamanan ini penting bagi pengguna keluarga kecil di perkotaan. Apalagi, mobil listrik sering digunakan untuk mobilitas harian.
Geely EX2 memang sedikit lebih kecil, namun tetap menawarkan kabin yang fungsional. Untuk penggunaan di jalan sempit atau parkir terbatas, ukuran ini justru bisa menjadi keunggulan tersendiri.
Konsumen Indonesia biasanya mempertimbangkan fleksibilitas ini saat memilih mobil. Jadi, keduanya punya kelebihan sesuai kebutuhan masing masing.
Performa dan Jarak Tempuh Masih Seimbang
QQ3 EV menawarkan pilihan tenaga hingga 121 hp yang sedikit lebih tinggi dibanding EX2. Namun dalam penggunaan sehari hari, perbedaan ini tidak terlalu terasa signifikan.
Kedua mobil tetap nyaman digunakan untuk kebutuhan dalam kota.
Hal ini penting karena mayoritas pengguna EV di Indonesia masih fokus pada mobilitas urban.
Untuk baterai, keduanya juga berada di level yang hampir sama dengan jarak tempuh sekitar 300 hingga 400 km. Ini sudah cukup untuk penggunaan harian tanpa perlu sering mengisi daya.
Berdasarkan pantauan kami, angka ini sudah memenuhi kebutuhan mayoritas pengguna di kota besar. Jadi dari sisi efisiensi, keduanya relatif seimbang.
Teknologi Jadi Kartu As Chery QQ3 EV
Salah satu keunggulan utama QQ3 EV ada pada teknologi interior yang lebih modern. Mobil ini dibekali layar besar 15,6 inci dengan dukungan sistem canggih dan fitur pembaruan otomatis. Hal ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih digital dan futuristik. Bagi generasi muda, fitur ini tentu menjadi daya tarik tersendiri.
Di sisi lain, Geely EX2 tetap menawarkan fitur yang cukup lengkap meski tidak seagresif pesaingnya. Keunggulan utama EX2 justru terletak pada produk yang sudah lebih matang. Berdasarkan pengalaman pasar, mobil ini dinilai lebih siap dari sisi penggunaan jangka panjang. Ini penting bagi konsumen yang mengutamakan keandalan.
Daftar Harga Mobil Listrik
Chery QQ3 EV estimasi harga global
Rp 140 juta sampai Rp 190 juta
Geely EX2 Indonesia
Rp 255 juta sampai Rp 285 juta
Penutup
Chery QQ3 EV menawarkan harga lebih murah dan teknologi lebih modern, sementara Geely EX2 unggul dari sisi pengalaman pasar dan ketersediaan di Indonesia.
Jika QQ3 EV masuk dengan harga agresif, persaingan mobil listrik murah akan semakin ketat. Konsumen pun diuntungkan karena pilihan semakin beragam dan kompetitif.
Menurut kamu, lebih penting harga murah atau produk yang sudah terbukti di jalanan Indonesia. (hasan)
Editor : Hasan Bashri