RadarMadura.id - Toyota menghadirkan varian Alphard dengan harga lebih terjangkau untuk menjangkau lebih banyak konsumen di Indonesia.
Strategi ini langsung mempertemukan Alphard dengan pesaing kuat di segmen MPV premium yaitu Denza D9 yang saat ini dijual sekitar Rp950 juta.
Berdasarkan data distribusi kendaraan dari Gaikindo pada Februari 2026, Alphard versi lebih murah tercatat terdistribusi sebanyak 60 unit.
Namun angka tersebut masih tertinggal cukup jauh dibandingkan Denza D9 yang mampu mencatatkan distribusi hingga 270 unit dalam periode yang sama.
Alphard Versi Lebih Murah Mulai Masuk Pasar
Toyota mencoba memperluas pasar Alphard dengan menghadirkan varian yang lebih terjangkau.
Selisih harga dengan Denza D9 yang sebelumnya bisa mencapai Rp700 juta kini menyusut menjadi sekitar Rp300 jutaan.
Langkah ini membuat Alphard hybrid diharapkan bisa menjangkau konsumen yang sebelumnya menganggap MPV mewah tersebut terlalu mahal.
Bagi banyak keluarga di kota besar Indonesia, Alphard masih dianggap sebagai simbol kenyamanan sekaligus kendaraan premium.
Berdasarkan pantauan kami, strategi ini cukup menarik karena pasar kendaraan hybrid di Indonesia terus tumbuh.
Namun harga yang masih cukup tinggi tetap membuat Alphard berada di segmen terbatas.
Penjualan Denza D9 Masih Unggul
Data distribusi kendaraan menunjukkan Denza D9 masih lebih unggul dalam hal penjualan.
Pada Februari 2026 saja MPV listrik tersebut mencatat distribusi hingga 270 unit.
Jika dihitung sejak awal tahun, total distribusi Denza D9 sudah mencapai 662 unit.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan total distribusi Alphard seluruh varian yang tercatat sekitar 215 unit.
Salah satu faktor yang membuat Denza D9 lebih diminati adalah harga yang lebih kompetitif.
Selain itu biaya pajak tahunannya juga jauh lebih ringan dibandingkan MPV berbahan bakar bensin atau hybrid.
Perbandingan Teknologi Mesin dan Tenaga
Toyota Alphard hybrid menggunakan mesin A25A FXS yang mampu menghasilkan tenaga 190 PS pada 6.000 rpm.
Mesin tersebut menghasilkan torsi 236 Nm dan dipadukan dengan transmisi CVT yang terkenal halus saat digunakan berkendara.
Dari sisi kenyamanan, Alphard tetap dikenal sebagai MPV premium yang fokus pada kabin luas dan suspensi empuk.
Hal ini menjadi alasan mengapa mobil ini masih sangat populer sebagai kendaraan keluarga kelas atas maupun mobil operasional perusahaan.
Sementara itu Denza D9 mengandalkan teknologi kendaraan listrik penuh.
Mobil ini menggunakan baterai BYD Blade berkapasitas 103 kWh yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 230 kW dan torsi 360 Nm.
Jarak Tempuh dan Efisiensi Energi
Denza D9 menawarkan keunggulan utama pada efisiensi energi dan jarak tempuh.
Dalam sekali pengisian penuh mobil ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 600 kilometer.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa khawatir soal jarak perjalanan.
Terlebih biaya pajak tahunan Denza D9 di Indonesia hanya sekitar Rp143 ribu karena hanya membayar SWDKLLJ.
Sebaliknya pemilik Alphard tetap harus membayar pajak kendaraan yang bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap tahun.
Perbedaan biaya operasional ini membuat banyak konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan listrik.
Perbandingan Harga dan Penjualan
| Mobil | Harga di Indonesia | Distribusi Februari 2026 |
|---|---|---|
| Toyota Alphard versi lebih terjangkau | lebih mahal dari Denza D9 | 60 unit |
| Denza D9 | sekitar Rp950 juta | 270 unit |
Persaingan MPV premium di Indonesia kini semakin menarik dengan hadirnya Alphard versi lebih terjangkau dan Denza D9 yang mengandalkan teknologi listrik.
Data penjualan terbaru menunjukkan Denza D9 masih unggul, namun reputasi Alphard sebagai MPV mewah legendaris tetap kuat di pasar.
Menurut kamu, jika memiliki dana sekitar Rp1 miliar lebih memilih Toyota Alphard hybrid atau Denza D9 listrik? (fadila)