RadarMadura.id - Apple kembali mengguncang industri teknologi setelah merilis laptop murah bernama MacBook Neo dengan harga mulai 599 dollar AS atau sekitar Rp9,8 juta.
Harga yang jauh lebih rendah dari standar laptop Apple ini langsung memicu reaksi keras dari para produsen PC Windows.
Salah satu yang terang-terangan mengaku terkejut adalah Co-CEO Asus S.Y. Hsu, yang menyebut langkah Apple sebagai kejutan besar bagi industri komputer global.
Menurutnya, keputusan Apple menghadirkan laptop dengan harga terjangkau memaksa para vendor PC untuk segera mencari strategi tandingan.
MacBook Neo Mengubah Strategi Persaingan Laptop
Selama bertahun-tahun Apple dikenal dengan strategi harga premium pada lini MacBook.
Namun kehadiran MacBook Neo justru membalik pola tersebut dengan menawarkan laptop Apple yang jauh lebih ramah kantong.
Berdasarkan pantauan kami, harga sekitar Rp9 jutaan berada di kisaran laptop entry level yang selama ini didominasi perangkat Windows.
Hal ini tentu menjadi kabar menarik bagi pengguna yang ingin merasakan ekosistem Apple tanpa harus membeli MacBook mahal.
Langkah ini juga berpotensi menarik minat pelajar, pekerja kreatif pemula, hingga pengguna rumahan di Indonesia.
Dengan harga yang relatif lebih terjangkau, MacBook Neo bisa menjadi alternatif menarik dibanding laptop Windows di kelas yang sama.
Performa MacBook Neo Ternyata Tidak Bisa Diremehkan
Sebagian pihak awalnya meragukan kemampuan MacBook Neo karena hanya dibekali RAM 8 GB.
Bahkan ada yang menilai perangkat ini lebih cocok untuk konsumsi konten seperti tablet.
Namun hasil pengujian sejumlah reviewer teknologi menunjukkan performa yang cukup mengejutkan.
MacBook Neo ternyata mampu menjalankan aplikasi berat seperti DaVinci Resolve, Final Cut Pro, hingga Adobe Lightroom tanpa kendala berarti.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna kreatif yang membutuhkan laptop ringan tetapi tetap mampu mengerjakan tugas produktif.
Dalam penggunaan harian seperti editing foto, menulis, atau browsing intensif, performanya dinilai masih sangat kompetitif.
Chip iPhone Jadi Senjata Rahasia Apple
Salah satu faktor utama yang membuat harga MacBook Neo bisa ditekan adalah penggunaan chip A18 Pro, prosesor yang juga dipakai pada iPhone.
Chip tersebut diproduksi secara besar-besaran oleh TSMC melalui kerja sama langsung dengan Apple.
Skema produksi ini membuat Apple memiliki kontrol kuat terhadap rantai pasokan komponen.
Keunggulan ini memberi Apple keuntungan besar ketika industri PC sedang menghadapi krisis komponen.
Produsen laptop Windows saat ini justru sedang menghadapi kenaikan harga prosesor dan memori yang cukup signifikan.
Produsen Windows Tertekan Krisis Komponen
Industri PC Windows tengah menghadapi tekanan besar dari kenaikan harga komponen.
Intel diketahui telah menaikkan harga CPU laptop entry level lebih dari 15 persen.
Di saat yang sama, harga memori DRAM juga mengalami lonjakan tinggi.
Kondisi ini diperkirakan dapat meningkatkan harga laptop mainstream hingga sekitar 40 persen.
Krisis pasokan memori inilah yang dinilai membuat produsen laptop Windows kesulitan menyaingi harga MacBook Neo.
Tanpa rantai pasokan yang sekuat Apple, produsen PC harus memutar strategi agar tetap kompetitif.
Ekosistem Masih Jadi Benteng Windows
Meski harga MacBook Neo cukup menggoda, sebagian analis menilai migrasi pengguna tidak akan terjadi secara instan.
Salah satu alasan utamanya adalah perbedaan ekosistem antara Windows dan Apple.
Banyak pengguna masih bergantung pada software tertentu yang hanya berjalan optimal di Windows.
Hal ini membuat sebagian pengguna tetap bertahan pada laptop berbasis Intel atau AMD.
Namun persaingan dipastikan akan semakin ketat karena vendor PC sudah menyiapkan berbagai produk baru.
Bahkan sejumlah produsen menargetkan peningkatan laptop berbasis kecerdasan buatan untuk menyaingi Apple.
Perkiraan Harga MacBook Neo
| Varian | Perkiraan Harga |
|---|---|
| MacBook Neo | 599 dollar AS |
| Estimasi Harga Indonesia | sekitar Rp9,8 juta |
Kehadiran MacBook Neo menjadi langkah berani Apple yang langsung mengguncang pasar laptop global.
Dengan harga sekitar Rp9 jutaan, Apple kini masuk ke segmen yang selama ini didominasi laptop Windows.
Jika performanya benar-benar sekuat yang dilaporkan reviewer, MacBook Neo berpotensi mengubah peta persaingan laptop dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Anda, apakah laptop Apple murah ini cukup menarik untuk menggantikan laptop Windows yang selama ini Anda gunakan? (fadila)
Editor : Fadila An Naila