RadarMadura.id - Motorola kembali menjadi sorotan industri smartphone setelah berhasil menguasai pasar ponsel lipat di Amerika Serikat dan Amerika Latin.
Menjelang peluncuran perangkat terbaru bernama Razr Fold, perusahaan ini bahkan berhasil mengungguli beberapa merek besar seperti Samsung dan Google di segmen tersebut.
Berdasarkan laporan IDC yang dirilis pada awal 2026, Motorola kini menguasai sekitar 50 persen pasar ponsel lipat di Amerika Serikat.
Angka ini menandakan kebangkitan brand legendaris yang dulu pernah mendominasi dunia ponsel lewat seri Motorola Razr pada awal tahun 2000-an.
Motorola Kembali Bangkit di Pasar HP Lipat
Motorola pernah menjadi ikon ponsel lipat di era awal 2000-an melalui seri Razr V3 yang sangat populer.
Ponsel dengan desain clamshell tersebut sempat menjadi simbol gaya hidup dan teknologi pada masanya.
Namun ketika smartphone layar sentuh mulai mendominasi pasar, posisi Motorola perlahan tergeser oleh pemain baru.
Samsung kemudian mengambil alih panggung dengan inovasi layar lipat modern yang benar benar bisa dilipat seperti buku.
Berdasarkan pantauan kami, Motorola kini mencoba menghidupkan kembali identitas lamanya dengan menghadirkan ponsel lipat generasi baru.
Strategi ini tampaknya berhasil menarik perhatian pasar terutama di kawasan Amerika.
Dominasi Motorola di Amerika dan Amerika Latin
Data terbaru menunjukkan Motorola memiliki posisi yang cukup kuat di pasar ponsel lipat regional.
Perusahaan ini tercatat menguasai sekitar 50 persen pangsa pasar foldable di Amerika Serikat.
Dominasi tersebut bahkan lebih besar di kawasan Amerika Latin dengan pangsa pasar mencapai sekitar 55 persen.
Sementara di wilayah Eropa, Motorola masih mempertahankan sekitar 13 persen pasar.
Secara global, pangsa pasar ponsel lipat Motorola berada di angka sekitar 14 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa merek yang sempat redup ini kini kembali menjadi pemain penting di segmen smartphone premium.
Razr Fold Siap Menjadi Senjata Baru
Motorola kabarnya tengah menyiapkan ponsel lipat terbaru bernama Razr Fold.
Perangkat ini akan hadir dengan desain lipat berbentuk buku yang lebih modern dibanding seri Razr sebelumnya.
Ponsel ini diperkirakan menggunakan chipset Snapdragon generasi terbaru yang dirancang untuk performa tinggi.
Dukungan baterai berkapasitas 6.000 mAh juga menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan.
Hal ini menjadi kabar menarik bagi pengguna yang menginginkan smartphone lipat dengan daya tahan baterai lebih lama.
Dalam penggunaan sehari hari seperti multitasking atau streaming video, kapasitas baterai besar tentu menjadi nilai tambah.
Layar Besar dan Kamera Premium
Razr Fold dikabarkan membawa layar depan berukuran 6,6 inci yang bisa digunakan seperti smartphone biasa.
Ketika dibuka, perangkat ini menghadirkan layar utama berukuran 8,1 inci yang memberikan pengalaman seperti tablet.
Di sektor kamera, Motorola tampaknya cukup serius menghadirkan spesifikasi tinggi.
Kamera utama menggunakan sensor Sony LYTIA 50 MP yang dipadukan dengan kamera ultrawide 50 MP serta telefoto 3x sebesar 50 MP.
Kamera depan juga disiapkan dengan resolusi tinggi untuk kebutuhan selfie maupun video call.
Terdapat kamera 32 MP di bagian luar serta kamera 20 MP pada layar dalam.
Spesifikasi Singkat Motorola Razr Fold
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Perkiraan harga | sekitar Rp38,9 juta |
| Chipset | Snapdragon generasi terbaru |
| Layar luar | 6,6 inci |
| Layar utama | 8,1 inci |
| Baterai | 6.000 mAh |
| Pengisian daya | 80W kabel dan 50W nirkabel |
| Kamera utama | 50 MP Sony LYTIA |
| Kamera ultrawide | 50 MP |
| Kamera telefoto | 50 MP 3x |
| Kamera depan | 32 MP luar dan 20 MP dalam |
| Fitur tambahan | stylus pen |
Tantangan Besar dari Samsung dan Apple
Meski Motorola menunjukkan perkembangan positif, persaingan di pasar ponsel lipat diperkirakan akan semakin ketat.
Samsung masih menjadi pemain kuat dengan lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip.
Selain itu, Apple juga dikabarkan sedang menyiapkan iPhone lipat yang kemungkinan akan hadir dalam beberapa tahun mendatang.
Jika rumor tersebut benar, persaingan di segmen foldable diprediksi akan semakin sengit.
Berdasarkan pengamatan kami, pasar ponsel lipat memang sedang berkembang pesat.
Banyak produsen mencoba menghadirkan inovasi baru untuk menarik perhatian pengguna premium.
Baca Juga: Apple Diam Diam Hentikan 15 Produk Sekaligus dari iPhone 16e hingga Pro Display XDR Ini Daftar LengkapnyaKebangkitan Motorola di pasar ponsel lipat menunjukkan bahwa persaingan smartphone masih terus berubah.
Dengan pangsa pasar besar di Amerika dan rencana menghadirkan Razr Fold, Motorola berusaha kembali menjadi pemain utama di industri ini.
Jika ponsel lipat seperti Razr Fold semakin berkembang, bukan tidak mungkin perangkat ini menjadi tren baru di pasar smartphone global.
Menurut Anda, apakah ponsel lipat masih menarik atau smartphone biasa masih lebih praktis digunakan? (fadila)