RadarMadura.id - Produsen otomotif asal China, Xpeng Motors, resmi meluncurkan Xpeng X9 model year 2026 di pasar Tiongkok dengan harga mulai 309.800 yuan atau setara sekitar Rp750 jutaan.
Model terbaru ini membawa peningkatan signifikan mulai dari sistem kelistrikan 800V sebagai standar hingga fitur kemudi roda belakang yang jarang ditemui di kelas MPV listrik.
Peluncuran dilakukan pada awal tahun ini di China, dengan banderol tertinggi menyentuh 369.800 yuan atau sekitar Rp900 jutaan.
Dengan pembaruan tersebut, Xpeng X9 2026 langsung menempatkan diri sebagai salah satu MPV listrik paling canggih di segmennya.
Harga Mulai Rp750 Jutaan, Tawarkan Banyak Varian
Secara resmi, Xpeng menghadirkan enam varian untuk model tahun 2026.
Harga termurah berada di kisaran Rp750 jutaan jika dikonversi ke rupiah, sedangkan varian tertinggi mendekati Rp910 jutaan.
Bagi pasar Indonesia, angka tersebut cukup menarik jika dibandingkan MPV premium konvensional yang sudah menyentuh kisaran harga serupa.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mencari kendaraan keluarga besar dengan teknologi masa depan.
Berikut daftar harga resmi pasar China beserta estimasi rupiah
| Varian | Harga China | Estimasi Rupiah |
|---|---|---|
| Xpeng X9 EV 665 Max | 309.800 yuan | Rp750–760 juta |
| Xpeng X9 EV 650 Ultra SE | 321.800 yuan | Rp780–790 juta |
| Xpeng X9 EV 650 Ultra | 329.800 yuan | Rp800–810 juta |
| Xpeng X9 EV 750 Ultra | 349.800 yuan | Rp850–860 juta |
| Xpeng X9 EV 710 4WD Ultra | 369.800 yuan | Rp900–910 juta |
| Xpeng X9 EREV 1602 Ultra SE | 321.800 yuan | Rp780–790 juta |
Dimensi Lebih Bongsor, Tetap Ramah Keluarga
Xpeng X9 2026 memiliki panjang 5.316 mm, lebar 1.988 mm, dan tinggi 1.785 mm.
Ukurannya sedikit bertambah dibanding model sebelumnya, sementara wheelbase tetap di angka 3.160 mm.
Dengan dimensi sebesar itu, kabin terasa lega untuk konfigurasi tujuh penumpang.
Untuk keluarga Indonesia yang gemar bepergian jauh saat libur panjang atau mudik, ruang lapang seperti ini tentu menjadi nilai tambah tersendiri.
Interior Modern dengan Layar 17,3 Inci dan AIOS 6.0
Masuk ke dalam kabin, suasana modern langsung terasa berkat kluster instrumen digital 10,25 inci dan layar sentuh mengambang 17,3 inci.
Sistem infotainment sudah menjalankan AIOS 6.0 dengan dukungan perintah suara pintar serta rekomendasi pengisian daya berbasis kecerdasan buatan.
Berdasarkan pantauan kami dari spesifikasi yang dipaparkan, tata letak tuas transmisi yang dipindah ke kolom setir membuat konsol tengah lebih lega.
Tersedia dua wireless charging pad dan layar hiburan atap 21,4 inci untuk penumpang belakang.
Konfigurasi tempat duduk tetap 2+2+3 dengan captain seat di baris kedua.
Kursi tersebut mendukung mode zero gravity yang memberikan kenyamanan ekstra saat perjalanan jauh di tengah kemacetan kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.
Teknologi 800V dan Komputer 2.250 TOPS
Salah satu daya tarik utama X9 2026 adalah platform kelistrikan 800V yang kini menjadi standar.
Sistem ini mendukung pengisian daya lebih cepat dan efisien, sesuatu yang sangat relevan untuk iklim tropis dan mobilitas tinggi di Indonesia.
Mobil ini juga dibekali tiga chip Turing AI dengan total kemampuan komputasi mencapai 2.250 TOPS.
Fitur yang didukung meliputi Navigate on Autopilot, parkir otomatis, kemampuan menghindari lubang jalan, hingga bantuan manuver darurat pada kecepatan tinggi.
Untuk performa, varian penggerak roda depan menghasilkan tenaga 235 kW atau sekitar 315 hp.
Sementara versi AWD mampu menyemburkan hingga 370 kW atau 496 hp, angka yang tergolong besar untuk MPV keluarga.
Jarak Tempuh hingga 750 Km dan Varian EREV
Xpeng menyediakan dua opsi baterai yakni LFP 94,8 kWh dan NMC 110 kWh. Klaim jarak tempuhnya berkisar 650 hingga 750 km berdasarkan standar CLTC.
Bagi konsumen yang masih khawatir soal infrastruktur charging, tersedia pula varian EREV Ultra SE.
Versi ini mengandalkan motor listrik 210 kW dengan baterai LFP 63,3 kWh, sementara mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk memperpanjang jarak tempuh.
Model EREV seperti ini berpotensi menarik minat pasar Indonesia yang belum sepenuhnya siap dengan ekosistem mobil listrik murni.
Hal ini menjadi opsi realistis bagi pengguna yang sering bepergian antarkota di Pulau Jawa.
Dengan harga mulai Rp750 jutaan, teknologi 800V, serta fitur semi otonom canggih, Xpeng X9 2026 tampil sebagai MPV listrik yang tidak main-main.
Jika masuk Indonesia, model ini berpeluang mengguncang pasar MPV premium yang selama ini didominasi pemain lama.
Menurut Anda, apakah MPV listrik seperti Xpeng X9 sudah cukup menarik untuk menggantikan mobil keluarga konvensional di Indonesia? (fadila)