RadarMadura.id — Produsen otomotif asal China, Chery, mengklaim tengah menyiapkan teknologi Super Hybrid generasi terbaru yang mampu menempuh jarak hingga 2.000 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar dan baterai penuh.
Teknologi ini diperkenalkan di Australia dan dijadwalkan mulai digunakan pada model global mereka pada akhir 2026 atau awal 2027.
Angka tersebut melonjak jauh dibanding sistem hybrid Chery saat ini yang diklaim hanya mampu menjangkau sekitar 1.200 km.
Jika klaim ini terbukti di penggunaan nyata, mobil keluarga dengan efisiensi ekstrem ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen Indonesia yang kerap menempuh perjalanan antarkota.
Generasi Keenam Super Hybrid Siap Masuk Model Global
Chery mengungkap teknologi hybrid generasi keenamnya sebagai bagian dari pembaruan tahunan model global.
Sistem ini dirancang fleksibel sehingga dapat diterapkan pada SUV yang sudah ada dengan pembaruan tampilan dan peningkatan dapur pacu.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mencari efisiensi tanpa harus menunggu model benar benar baru.
Berdasarkan pantauan kami, strategi seperti ini mempercepat adopsi teknologi tanpa mengubah total platform kendaraan.
Bagi pasar seperti Indonesia yang sensitif terhadap harga, pendekatan ini biasanya membuat biaya tetap kompetitif.
Baca Juga: PBVSI Libatkan Mantan Atlet Berpengalaman Untuk Gembleng Atlet Voli Pantai U-15
Dua Varian DHT untuk Bobot dan Performa Berbeda
Chery menyiapkan dua varian sistem yakni DHT160 dan DHT230. DHT160 ditujukan untuk SUV berbobot 1.500 hingga 2.000 kg seperti lini Chery Tiggo 8, dengan tenaga 160 kW dan torsi 275 Nm dari motor listrik.
Angka ini meningkat dari generasi sebelumnya yang menghasilkan 150 kW.
Sementara itu, DHT230 disiapkan untuk SUV yang lebih besar dengan tenaga hingga 260 kW dan torsi 330 Nm.
Kombinasi motor listrik dan mesin 1.5 liter turbo empat silinder tetap dipertahankan sebagai basis utama sistem plug in hybrid mereka.
Motor 16 in 1 dan Baterai LFP Lebih Tahan Lama
Chery mengembangkan desain motor baru yang disebut 16 in 1. Motor ini diklaim lebih ringkas dengan bobot dan volume berkurang hingga 30 persen serta mampu berputar hingga 24.000 rpm.
Sistem pendinginan baru juga meningkatkan pembuangan panas hingga 40 persen saat kendaraan menarik beban.
Motor tersebut dipasangkan dengan baterai lithium besi fosfat LFP berkapasitas 18,46 kWh. Dibanding versi lama, baterai ini diklaim lebih tahan air dan lebih kuat terhadap risiko tusukan.
Untuk pasar tropis seperti Indonesia yang kerap menghadapi suhu tinggi dan curah hujan besar, peningkatan daya tahan ini tentu menjadi poin penting.
Efisiensi Bahan Bakar dan Potensi untuk Pasar Indonesia
Chery menyebut efisiensi sistem barunya meningkat sekitar 3 persen dibanding teknologi sebelumnya yang mencatat konsumsi 2,98 liter per 100 km.
Sebagai gambaran, Chery Tiggo 7 Super Hybrid saat ini diklaim memiliki konsumsi 1,4 liter per 100 km dalam pengujian laboratorium dan jarak tempuh gabungan hingga 1.200 km.
Jika benar mampu menembus 2.000 km, mobil ini berpotensi menjadi solusi bagi keluarga Indonesia yang sering bepergian jauh tanpa ingin sering mampir ke SPBU.
Apalagi bila dikombinasikan dengan tangki bahan bakar yang kemungkinan diperbesar dari kapasitas 60 liter saat ini.
Tabel Spesifikasi Teknologi Super Hybrid Chery
| Komponen | DHT160 | DHT230 |
|---|---|---|
| Target SUV | 1.500 sampai 2.000 kg | SUV besar |
| Tenaga Motor Listrik | 160 kW | 260 kW |
| Torsi | 275 Nm | 330 Nm |
| Mesin Bensin | 1.5L turbo 4 silinder | 1.5L turbo 4 silinder |
| Baterai | LFP 18,46 kWh | LFP kapasitas lebih besar direncanakan |
| Klaim Jarak Tempuh | Hingga 2.000 km | Hingga 2.000 km |
Penutup
Teknologi Super Hybrid generasi terbaru Chery menjanjikan kombinasi jarak tempuh sangat jauh dan efisiensi bahan bakar yang semakin baik.
Bila nantinya masuk ke Indonesia dengan harga kompetitif, mobil ini bisa menjadi penantang serius di segmen SUV keluarga.
Menurut Anda, apakah jarak 2.000 km dalam satu kali isi cukup membuat Anda beralih ke mobil hybrid?
Editor : Hasan Bashri