RadarMadura.id - Pabrik BYD di Subang dipastikan segera beroperasi setelah fasilitasnya rampung dan mengantongi tiga sertifikasi penting.
Produsen asal Tiongkok itu menargetkan mulai memproduksi mobil listrik di Indonesia paling lambat 1 Januari 2026 sesuai komitmen investasi yang diatur pemerintah.
Meski belum mengumumkan model pertama yang akan dirakit, pernyataan resmi manajemen mengarah pada produk dengan penjualan terbesar di dalam negeri.
Saat ini, seluruh lini mobil listrik BYD yang dijual di Indonesia masih berstatus impor utuh atau CBU.
Baca Juga: Pembukaan Bazar Takjil Ramadan JPRM Berlangsung Khidmat
Pabrik BYD Subang Siap Produksi Nasional
BYD memastikan fasilitas produksinya di kawasan Subang Metropolitan sudah hampir sepenuhnya siap.
Manajemen menyebut tiga sertifikasi utama telah dikantongi, mulai dari sertifikat standar operasional, WMI untuk identitas kendaraan, hingga sertifikasi IKD.
Artinya, secara administratif dan teknis, pabrik ini telah memenuhi syarat untuk memproduksi kendaraan nasional.
Berdasarkan pantauan kami, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa BYD serius membangun ekosistem jangka panjang di Indonesia, bukan sekadar menjual mobil impor.
Bagi konsumen di Tanah Air, produksi lokal tentu berdampak pada harga yang lebih kompetitif dan ketersediaan unit yang lebih cepat.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mencari mobil listrik untuk kebutuhan harian di kota besar seperti Surabaya, Malang, hingga kawasan Madura.
Model Apa yang Paling Masuk Akal Diproduksi Pertama
Saat ini BYD memasarkan enam model listrik di Indonesia yaitu Seal, M6, Dolphin, Atto 3, Sealion 7, dan Atto 1.
Seluruhnya masih didatangkan langsung dari Tiongkok dalam kondisi utuh.
Jika merujuk pada pernyataan manajemen yang akan memprioritaskan model dengan volume besar, maka dua nama yang paling realistis adalah Atto 1 dan M6.
Kedua model ini tercatat sebagai kontributor penjualan terbesar BYD di pasar domestik.
BYD Atto 1 dikenal sebagai opsi paling terjangkau di lini BYD sehingga daya serap pasarnya tinggi.
Sementara BYD M6 lebih cocok untuk keluarga Indonesia yang membutuhkan kabin lega dengan biaya operasional rendah.
Berdasarkan pengalaman kami menjajal M6 di lalu lintas perkotaan, karakter suspensinya cukup nyaman untuk jalan bergelombang khas kota pesisir.
Konsumsi energinya juga relatif efisien untuk penggunaan harian jarak menengah.
Aturan TKDN Jadi Penentu Strategi Produksi
Produksi lokal tidak bisa lepas dari aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.
Pemerintah mewajibkan mobil listrik buatan dalam negeri mencapai kandungan lokal minimal 40 persen pada periode 2022 hingga 2026.
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
Angka ini akan naik menjadi 60 persen pada 2027 hingga 2029 dan 80 persen mulai 2030.
Dengan target tersebut, BYD mau tidak mau harus menggandeng pemasok lokal untuk komponen tertentu.
Bagi industri otomotif nasional, ini membuka peluang kerja sama sekaligus transfer teknologi yang lebih luas.
Daftar Model BYD yang Dijual di Indonesia Saat Ini
| Model | Segmen | Status Saat Ini |
|---|---|---|
| BYD Atto 1 | Hatchback listrik | CBU impor |
| BYD M6 | MPV listrik | CBU impor |
| BYD Dolphin | Hatchback listrik | CBU impor |
| BYD Atto 3 | SUV listrik | CBU impor |
| BYD Seal | Sedan listrik | CBU impor |
| BYD Sealion 7 | SUV listrik | CBU impor |
Dampaknya untuk Konsumen Indonesia
Produksi lokal berpotensi menekan harga jual karena biaya logistik dan pajak impor bisa ditekan.
Selain itu, ketersediaan suku cadang dan layanan purnajual biasanya akan lebih cepat ketika perakitan dilakukan di dalam negeri.
Untuk masyarakat Jawa Timur dan Madura yang kini mulai melirik kendaraan listrik sebagai solusi hemat BBM, langkah ini bisa menjadi momentum penting.
Apalagi, infrastruktur pengisian daya juga terus bertambah di berbagai kota.
Jika harus memilih, menurut Anda model mana yang paling layak jadi mobil listrik pertama buatan Subang, Atto 1 yang ringkas atau M6 yang cocok untuk keluarga? (fadila)
Editor : Fadila An Naila