RadarMadura.id – Bocoran performa terbaru dari chipset Exynos 2600 menunjukkan lonjakan kinerja signifikan jelang peluncuran global seri Galaxy S26 pada akhir Februari 2026 di San Francisco.
Prosesor ini mencatat skor AnTuTu menembus 2,8 juta poin dan skor Vulkan Geekbench 24.726 poin pada Januari 2026, naik sekitar 8 persen dibanding pengujian sebelumnya.
Kabar ini menjadi angin segar bagi calon pengguna flagship Samsung di Indonesia yang menantikan performa kencang namun tetap hemat daya untuk penggunaan harian, gaming berat, hingga kebutuhan konten kreator.
Berdasarkan pantauan kami, peningkatan ini tak sekadar angka, tetapi juga berdampak langsung pada kelancaran grafis dan efisiensi suhu perangkat.
Lonjakan Performa Grafis di GPU Xclipse 960
Chip Exynos 2600 mengandalkan GPU Xclipse 960 yang dikembangkan berbasis lisensi teknologi AMD. Dalam pengujian Vulkan terbaru, skor menyentuh 24.726 poin, meningkat 8 persen dari pengujian September tahun lalu. Angka ini membuat jaraknya dengan pesaing utama semakin tipis di kelas premium.
Peningkatan paling mencolok terlihat pada uji fisika partikel yang melonjak 61 persen hingga mencapai 99.708 poin. Frame rate juga terdongkrak dari 2.715 FPS menjadi 4.388 FPS.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang gemar bermain game berat seperti Genshin Impact atau PUBG Mobile dengan setelan grafis maksimal.
Tak hanya itu, kemampuan deteksi tepi untuk fotografi komputasi juga naik 51 persen menjadi 36.985 poin. Kecepatan pemrosesan menyentuh 1.370 megapiksel per detik.
Artinya, fitur kamera berbasis AI dan augmented reality akan terasa lebih responsif dalam kondisi cahaya tropis yang dinamis seperti di Indonesia.
Saingi Snapdragon di Kelas Premium
Secara absolut, performanya memang masih sedikit di bawah Snapdragon 8 Elite Gen 5. Namun kini GPU Xclipse 960 sudah menyentuh sekitar 88 persen performa Adreno 840. Selisih yang sebelumnya mencapai 21 persen kini menyempit menjadi sekitar 12 persen pada pengujian Vulkan.
Efisiensi menjadi nilai jual utama generasi ini. Chip ini diproduksi dengan fabrikasi 2 nanometer yang diklaim mampu menurunkan suhu operasional hingga 30 persen dibanding Exynos 2500.
Untuk pengguna di daerah panas seperti Madura atau Surabaya, efisiensi termal ini sangat krusial agar ponsel tidak cepat throttling saat dipakai gaming atau merekam video 4K.
Berdasarkan pantauan kami pada pola peningkatan generasi sebelumnya, Samsung tampak serius memperbaiki reputasi Exynos.
Fokusnya bukan hanya pada angka benchmark, tetapi juga kestabilan performa jangka panjang dan konsumsi baterai yang lebih terkendali.
Spesifikasi Teknis Exynos 2600
Berikut ringkasan spesifikasi utama yang terungkap
| Komponen | Detail |
|---|---|
| CPU | 10 inti hingga 3,8 GHz |
| GPU | Xclipse 960 dengan Ray Tracing dan DirectX 12.1 |
| Fabrikasi | 2 nanometer |
| Skor AnTuTu | Lebih dari 2,8 juta poin |
| Skor Vulkan | 24.726 poin |
Arsitektur 10 inti dirancang untuk menyeimbangkan multitasking dan efisiensi daya.
Dukungan Ray Tracing membuatnya siap untuk game generasi baru dengan efek cahaya lebih realistis. Ini juga membuka peluang optimalisasi untuk aplikasi kreatif dan editing video mobile.
Jadwal Rilis dan Pasar Indonesia
Perangkat pertama yang memakai chip ini diperkirakan hadir di acara Galaxy Unpacked akhir Februari 2026.
Versi reguler Galaxy S26 dan S26 Plus disebut akan menggunakan Exynos 2600 di sejumlah pasar termasuk Eropa dan Korea Selatan. Penjualan global diprediksi dimulai Maret 2026.
Jika pola distribusi sebelumnya berlanjut, besar kemungkinan Indonesia juga akan kebagian varian Exynos.
Hal ini tentu menarik mengingat harga biasanya lebih kompetitif dibanding varian Snapdragon. Bagi konsumen Tanah Air yang sensitif terhadap harga namun ingin performa flagship, ini bisa menjadi kombinasi ideal.
Exynos 2600 menunjukkan kemajuan nyata dengan lonjakan performa grafis, efisiensi suhu lebih baik, dan skor benchmark yang menembus kelas atas.
Jika performanya konsisten saat rilis resmi, Galaxy S26 berpotensi menjadi pesaing kuat di pasar premium 2026.
Menurut Anda, apakah peningkatan ini cukup untuk membuat Anda memilih varian Exynos dibanding Snapdragon tahun depan? (hasan)
Editor : Hasan Bashri