RadarMadura.id— Toyota resmi memperkenalkan Toyota Highlander EV sebagai SUV listrik tiga baris pertama mereka untuk pasar Amerika Serikat.
Model ini menawarkan jarak tempuh hingga 515 km dalam sekali pengisian penuh serta konfigurasi tujuh penumpang yang menyasar keluarga modern.
Produksinya dilakukan di Kentucky, sementara baterainya dirakit di fasilitas baru Toyota di North Carolina.
Harga resminya memang belum diumumkan dan akan dirilis akhir tahun ini.
Kehadiran Highlander EV menjadi langkah penting Toyota dalam memperkuat lini kendaraan listrik global.
Mobil ini menggunakan platform TNGA K yang telah direkayasa ulang agar mampu menampung baterai besar di bawah lantai kabin.
Dengan pendekatan tersebut, ruang interior tetap lega tanpa mengorbankan kapasitas bagasi.
Bagi pasar Indonesia, ini bisa menjadi gambaran SUV listrik keluarga masa depan.
Performa dan Opsi Baterai yang Kompetitif
Toyota menawarkan dua pilihan baterai yaitu 77,0 kWh dan 95,8 kWh.
Jarak tempuhnya diklaim berada di rentang 434 km hingga 515 km tergantung varian.
Versi dengan baterai terbesar dan sistem penggerak AWD menjadi yang paling jauh jelajahnya.
Angka ini tergolong impresif untuk SUV tiga baris berbodi besar.
Varian FWD menghasilkan tenaga 221 dk dengan torsi 268 Nm.
Sementara varian AWD menyemburkan tenaga hingga 338 dk dan torsi 438 Nm.
Berdasarkan pantauan kami, konfigurasi tenaga tersebut sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan harian hingga perjalanan luar kota.
Akselerasinya diprediksi responsif meski membawa penumpang penuh.
Pengisian Daya dan Infrastruktur
Highlander EV menggunakan konektor NACS yang populer di Amerika Serikat.
Dengan dukungan DC fast charging, baterai dapat diisi dari kondisi rendah hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Waktu tersebut tergolong cepat untuk kendaraan berukuran besar.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang membutuhkan efisiensi saat perjalanan jarak jauh.
Jika melihat konteks Indonesia, tantangan terbesarnya tentu pada ketersediaan infrastruktur fast charging yang merata.
Namun tren pembangunan SPKLU di kota besar terus meningkat.
Bila Toyota memboyong model ini ke Tanah Air, kesiapan jaringan pengisian akan menjadi faktor penentu.
Interior Modern dan Ramah Keluarga
Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa melalui layar hiburan 14 inci yang terintegrasi panel instrumen digital 12,3 inci.
Tata letaknya minimalis namun tetap fungsional untuk keluarga.
Jok sudah dilengkapi fitur pemanas dan ventilasi serta panoramic glass roof untuk kesan lega.
Fitur keselamatan mengandalkan paket Toyota Safety Sense terbaru.
Kapasitas bagasi mencapai lebih dari 1.274 liter ketika bangku baris ketiga dilipat.
Ruang seluas ini cukup untuk membawa koper besar atau perlengkapan liburan keluarga.
Berdasarkan pengalaman kami mencoba SUV tiga baris sekelasnya, fleksibilitas ruang seperti ini sangat penting untuk mobilitas harian di kota besar maupun perjalanan mudik.
Untuk iklim tropis seperti Indonesia, sistem pendingin kabin yang optimal juga menjadi poin penting.
Spesifikasi Toyota Highlander EV
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Konfigurasi | SUV tiga baris tujuh penumpang |
| Pilihan Baterai | 77,0 kWh dan 95,8 kWh |
| Jarak Tempuh | 434 km hingga 515 km |
| Tenaga FWD | 221 dk |
| Torsi FWD | 268 Nm |
| Tenaga AWD | 338 dk |
| Torsi AWD | 438 Nm |
| Pengisian Daya | NACS, 30 menit hingga 80 persen |
| Layar Hiburan | 14 inci |
| Panel Instrumen | 12,3 inci |
| Kapasitas Bagasi | 1.274 liter |
Potensi Masuk Indonesia
Walau difokuskan untuk pasar Amerika, Highlander EV berpotensi menarik minat konsumen Indonesia yang mendambakan SUV listrik besar.
Segmen ini masih relatif kosong di dalam negeri sehingga peluangnya terbuka lebar.
Tantangannya tentu pada harga dan pajak kendaraan listrik impor.
Jika banderolnya kompetitif, bukan tidak mungkin mobil ini menjadi pesaing serius di kelas SUV listrik premium.
Pada akhirnya, Highlander EV menunjukkan keseriusan Toyota dalam elektrifikasi kendaraan keluarga.
Apakah menurut Anda SUV listrik tujuh penumpang seperti ini sudah layak masuk pasar Indonesia? (Hasan)
Editor : Hasan Bashri