RadarMadura.id — Daihatsu Hi-Max pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 2016 oleh PT Astra Daihatsu Motor sebagai pikap mungil untuk jalanan sempit.
Mobil ini hadir menyasar pelaku usaha mikro yang membutuhkan kendaraan angkut lebih aman dibanding motor roda tiga.
Produksinya resmi dihentikan pada November 2019 akibat penjualan yang tak memenuhi target. Meski begitu, Hi-Max masih sering diperbincangkan hingga sekarang.
Daihatsu Hi-Max Dirancang Khusus untuk Jalan Perkotaan
Sejak awal perancangannya, Daihatsu Hi-Max memang ditujukan untuk kondisi jalan perkotaan yang padat dan sempit.
Berdasarkan pantauan kami, radius putar yang kecil membuat mobil ini mudah bermanuver di gang pasar atau permukiman.
Ukurannya yang ringkas juga memudahkan parkir di area terbatas.
Hal ini menjadi nilai lebih bagi pelaku usaha harian di kota-kota Indonesia.
Mesin Kecil yang Fokus ke Efisiensi
Daihatsu Hi-Max dibekali mesin 1.000 cc yang sederhana namun fungsional. Mesin ini dirancang untuk kebutuhan angkut ringan dengan konsumsi bahan bakar yang efisien.
Dalam penggunaan harian, karakter mesinnya terasa cukup untuk membawa muatan tanpa membebani operasional.
Untuk iklim tropis Indonesia, konfigurasi mesin ini relatif mudah dirawat.
Interior Sederhana Sesuai Karakter Niaga
Masuk ke kabin, Daihatsu Hi-Max menawarkan interior bernuansa hitam dengan desain yang sangat fungsional.
Dashboard, door trim, hingga jok dibuat tanpa banyak ornamen.
Berdasarkan pengalaman kami melihat unit bekasnya, fokus utama mobil ini jelas pada durabilitas.
Kenyamanan memang bukan prioritas, namun masih layak untuk penggunaan kerja harian.
Daya Angkut Jadi Nilai Jual Utama
Meski bertubuh mungil, Daihatsu Hi-Max mampu membawa beban hingga 800 kilogram.
Angka ini tergolong besar untuk ukuran pikap kecil.
Inilah alasan mengapa mobil ini sempat diposisikan sebagai pengganti motor roda tiga.
Dari sisi keselamatan dan stabilitas, Hi-Max menawarkan peningkatan signifikan.
Alasan Produksi Dihentikan
Produksi Daihatsu Hi-Max dihentikan pada November 2019 karena penjualannya kurang kencang.
Target pasar yang terlalu spesifik membuat volumenya sulit berkembang.
Selain itu, konsumen Indonesia masih cenderung memilih pikap berukuran lebih besar seperti Grand Max.
Meski begitu, konsep Hi-Max sebenarnya masih relevan hingga kini.
Masih Dicari di Pasar Mobil Bekas
Walau sudah lama tak dijual baru, Daihatsu Hi-Max masih menyimpan daya tarik tersendiri.
Tidak sedikit pencinta mobil mungil dan pelaku usaha yang mencarinya di pasar mobil bekas.
Ukurannya yang kecil dan daya angkut besar membuatnya unik.
Hal ini membuktikan bahwa konsepnya belum sepenuhnya ditinggalkan.
Spesifikasi Singkat Daihatsu Hi-Max
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Tipe Kendaraan | Pikap kecil |
| Mesin | 1.000 cc |
| Daya Angkut | Hingga 800 kg |
| Fungsi Utama | Kendaraan niaga perkotaan |
| Status Produksi | Dihentikan sejak November 2019 |
Daihatsu Hi-Max memang sudah lama menghilang dari pasar mobil baru, namun jejaknya masih terasa hingga sekarang.
Konsep pikap kecil untuk jalan sempit tetap relevan dengan kondisi kota-kota di Indonesia.
Berdasarkan analisis kami, mobil seperti ini sebenarnya masih dibutuhkan pelaku usaha mikro.
Menurut Anda, apakah Daihatsu perlu menghadirkan kembali Hi-Max dengan versi terbaru? (hasan)