RadarMadura.id - Daihatsu resmi membangkitkan kembali nama legendaris Espass melalui Vision F 2026, sebuah minibus listrik yang sepenuhnya bertransformasi.
Jika dahulu Espass identik dengan mesin di bawah jok, kini semua stigma itu ditinggalkan.
Vision F hadir sebagai kendaraan listrik murni yang menyasar kebutuhan logistik modern. Ini bukan sekadar nostalgia, melainkan evolusi total.
Daihatsu Vision F dibangun di atas platform DNGA yang telah dimodifikasi khusus untuk kendaraan listrik.
Seluruh komponen penggerak ditempatkan di lantai, menciptakan pusat gravitasi rendah.
Efeknya terasa pada stabilitas berkendara yang jauh lebih baik. Masalah panas mesin di kabin kini sepenuhnya hilang.
Dari segi desain, siluet kotak khas Espass tetap dipertahankan demi volume kargo maksimal.
Sentuhan futuristik hadir lewat wajah depan tanpa grille dan lampu LED bergaya pixel.
Desain ini bukan sekadar estetika, tetapi juga fungsional secara aerodinamika. Karakternya jelas sebagai kendaraan kerja modern.
Masuk ke interior, nuansa utilitarian tetap terasa namun jauh lebih digital.
Panel instrumen 8 inci menampilkan informasi baterai dan jarak tempuh secara real time.
Sistem shift-by-wire memberi ruang kaki lebih lega di depan.
Head unit 10 inci sudah terintegrasi dengan sistem telematik armada.
Performa Vision F tidak ditujukan untuk kecepatan tinggi. Motor listrik 35 kW difokuskan pada torsi instan 120 Nm untuk membawa beban.
Akselerasi awal terasa responsif di lalu lintas perkotaan. Karakter ini ideal untuk distribusi barang jarak dekat.
Baterai LFP berkapasitas 32 kWh menawarkan jarak tempuh sekitar 220 kilometer.
Pengisian cepat DC mampu mengisi 30 hingga 80 persen dalam waktu 45 menit.
Kapasitas payload mencapai 750 kilogram. Angka ini cukup kompetitif di kelas minibus listrik.
Jika dibandingkan kompetitor, Vision F berada di posisi tengah yang strategis.
Jarak tempuhnya lebih aman dari Mitsubishi L100 EV, namun tetap lebih terjangkau dari DFSK Gelora E.
Racikan ini cocok untuk kebutuhan logistik last-mile di kota besar. Daihatsu tampak memahami pasar domestik.
Keunggulan lain ada pada biaya operasional yang sangat rendah.
Biaya listrik per kilometer jauh di bawah kendaraan bensin.
Kabin senyap meningkatkan kenyamanan kerja pengemudi. Radius putar kecil juga memudahkan manuver di area sempit.
Namun, Vision F bukan tanpa kompromi. Kecepatan maksimum dibatasi demi menjaga umur baterai.
Infrastruktur pengisian masih menjadi tantangan. Harga awal juga jauh di atas Gran Max konvensional.
Secara keseluruhan, Daihatsu Vision F 2026 adalah kendaraan yang tepat sasaran.
Bukan untuk semua orang, tetapi sangat relevan bagi bisnis perkotaan.
Transformasi Espass kali ini terasa matang dan rasional. Legenda lama kini hadir sebagai solusi masa depan.
Editor : Amin Basiri