RadarMadura.id - Memasuki awal 2026, merek jam tangan mewah Rolex resmi melakukan penyesuaian harga ritel di berbagai pasar utama dunia.
Kenaikan ini diumumkan sejak Januari dan menyentuh hampir seluruh lini populer, mulai dari sport watch hingga model berbahan emas.
Bagi kolektor dan penggemar jam mewah di Indonesia, kabar ini penting karena berpotensi ikut mendorong harga pasar lokal.
Berdasarkan pantauan kami, penyesuaian harga Rolex kali ini berada di rentang 2,5 persen hingga hampir 6 persen tergantung material dan model.
Model berbahan emas dan two tone tercatat mengalami lonjakan paling tinggi, sementara stainless steel masih relatif moderat.
Faktor di Balik Kenaikan Harga Rolex 2026
Penyesuaian harga ini menjadi kenaikan ketiga dalam kurun 12 bulan terakhir. Salah satu pemicunya adalah harga emas dunia yang kembali menyentuh rekor tertinggi di awal tahun. Tekanan inflasi global juga membuat biaya produksi dan distribusi ikut meningkat.
Selain itu, kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat sebesar 15 persen untuk produk jam tangan Swiss ikut memberi dampak signifikan. Hal ini membuat harga Rolex di pasar Amerika naik lebih agresif dibanding kawasan lain.
Daftar Model Rolex yang Naik Harga di 2026
Menariknya, urutan model yang naik tidak hanya didominasi jam sport entry level. Beberapa model emas justru mencatat kenaikan paling terasa. Data harga berikut mengacu pada pasar Eropa dan bisa berbeda saat masuk Indonesia.
Rolex Daytona 126518LN
Model emas kuning 18k ini kini dibanderol sekitar EUR 39.800. Kenaikannya berada di kisaran 5,7 persen dibanding tahun lalu. Daytona emas tetap menjadi simbol status sekaligus incaran kolektor global.
Rolex Submariner Date 126610LN
Submariner Date naik sekitar 2,8 persen menjadi EUR 11.100. Dengan material Oystersteel dan bezel Cerachrom hitam, model ini masih dianggap paling rasional untuk pemakaian harian di iklim tropis.
Rolex Datejust 41 Ref. 126334
Datejust 41 berbahan Oystersteel dan white gold kini dijual di kisaran EUR 11.700. Desain elegan dengan dial biru membuatnya tetap relevan untuk penggunaan formal maupun kasual.
Rolex Submariner 126618LB
Model emas kuning dengan dial biru ini melonjak cukup tajam ke angka EUR 47.600. Lonjakan harga emas global menjadi faktor utama kenaikan Submariner versi mewah ini.
Rolex Daytona 126500LN
Daytona berbahan Oystersteel kini berada di kisaran EUR 16.550. Permintaan tinggi dari kolektor membuat kenaikan harga model ini relatif stabil namun konsisten.
Rolex Submariner No-Date 124060
Submariner tanpa tanggal juga ikut naik menjadi EUR 9.850. Meski kenaikannya tergolong moderat, model ini tetap diminati karena desainnya yang bersih dan ikonik.
Tabel Perbandingan Harga Rolex 2026
| Model | Harga Lama | Harga 2026 |
|---|---|---|
| Submariner Date 126610LN | EUR 10.800 | EUR 11.100 |
| Submariner No-Date 124060 | EUR 9.600 | EUR 9.850 |
| Daytona 126500LN | EUR 16.100 | EUR 16.550 |
| Datejust 41 126334 | EUR 11.200 | EUR 11.700 |
| Submariner 126618LB | EUR 45.000 | EUR 47.600 |
| Daytona 126518LN | EUR 37.600 | EUR 39.800 |
Dampaknya untuk Pasar Indonesia
Hal ini menjadi kabar penting bagi pembeli di Indonesia, termasuk Madura dan daerah lain yang pasarnya cukup aktif.
Biasanya, kenaikan harga ritel global akan diikuti penyesuaian di pasar resmi maupun grey market. Tidak sedikit model bekas justru ikut terkerek naik karena stok baru makin mahal.
Baca Juga: Tak Sampai Rp2 Juta Ini Deretan HP Redmi RAM 8 GB yang Paling Worth It di 2026
Kenaikan harga Rolex di 2026 menegaskan posisinya sebagai aset mewah yang stabil bahkan cenderung naik.
Bagi calon pembeli, momen ini bisa menjadi pertimbangan apakah membeli sekarang atau menunggu pasar bekas. Menurut Anda, apakah harga Rolex di Indonesia akan ikut melonjak tajam tahun ini? (fadila)
Editor : Fadila An Naila