RadarMadura.id - Pasar SUV kompak bekas di Indonesia masih menunjukkan daya tarik tinggi, salah satunya lewat nama Toyota Raize.
Mobil ini banyak diburu karena menawarkan desain modern, fitur cukup lengkap, serta efisiensi bahan bakar yang ramah di kantong.
Tak heran, Raize bekas keluaran 2021 hingga 2022 masih menjadi incaran di bursa mobil seken. Rentang harga dan biaya kepemilikannya pun relatif bersahabat untuk kelas SUV.
Untuk Toyota Raize bekas keluaran 2021, harga di pasaran cukup bervariasi. Varian turbo maupun non-turbo umumnya ditawarkan mulai Rp 170 jutaan hingga Rp 200 jutaan.
Perbedaan banderol tersebut biasanya dipengaruhi oleh kondisi kendaraan, jarak tempuh, serta riwayat pemakaian sebelumnya.
Faktor kelengkapan dokumen dan perawatan rutin juga ikut menentukan nilai jualnya.
Sementara itu, Toyota Raize keluaran 2022 juga mulai banyak ditemui di pasar mobil bekas. Untuk varian 1.2 non-turbo, harga yang ditawarkan ada di kisaran Rp 170 jutaan.
Sedangkan versi 1.0 turbo umumnya berada di rentang Rp 180 juta hingga Rp 200 jutaan. Selisih harga ini sebanding dengan performa dan teknologi yang dibawa masing-masing varian.
Selain harga beli, calon pemilik tentu mempertimbangkan biaya pajak tahunan. Pajak Toyota Raize berbeda-beda tergantung varian, tahun produksi, serta wilayah registrasi kendaraan.
Untuk kepemilikan pertama, estimasi pajaknya masih tergolong ramah di kelasnya. Hal ini menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi biaya jangka panjang.
Pada Toyota Raize 1.2 G non-turbo tahun 2021, pajak tahunan berada di kisaran Rp 2,2 juta hingga Rp 2,4 jutaan.
Angka ini relatif stabil dan tidak memberatkan untuk penggunaan harian.
Sementara untuk Raize 1.0 T G Turbo tahun yang sama, pajaknya sedikit lebih tinggi. Kisaran biaya tahunannya sekitar Rp 2,5 juta sampai Rp 2,7 jutaan.
Soal konsumsi bahan bakar, Toyota Raize dikenal cukup irit di kelas SUV kompak.
Versi 1.0 turbo bahkan mencatat efisiensi yang mengesankan di jalan tol.
Dengan gaya berkendara santai atau eco driving, konsumsi BBM-nya bisa mencapai 20 hingga 23 km per liter. Capaian ini menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang sering bepergian jarak jauh.
Namun, kondisi penggunaan di dalam kota tentu berbeda. Untuk rute perkotaan dengan lalu lintas padat, konsumsi BBM Toyota Raize berada di kisaran 10 hingga 14 km per liter.
Angka tersebut masih tergolong wajar untuk SUV bermesin bensin. Faktor kemacetan dan gaya mengemudi sangat memengaruhi hasil konsumsi ini.
Baca Juga: Toyota All New Veloz 2022 Bekas Turun Harga, Ini Spesifikasi Mesin dan Kisaran Bandrol Terbarunya
Pada penggunaan rute kombinasi antara dalam kota dan tol, efisiensi BBM Raize berada di sekitar 11,5 km per liter. Nilai ini mencerminkan keseimbangan antara performa dan konsumsi bahan bakar.
Dengan kapasitas mesin yang tidak terlalu besar, Raize tetap mampu memberikan tenaga yang cukup responsif.
Hal tersebut membuatnya nyaman digunakan harian maupun perjalanan luar kota.
Secara keseluruhan, Toyota Raize bekas menawarkan paket menarik dari sisi harga, pajak, dan efisiensi BBM.
Baik varian turbo maupun non-turbo memiliki keunggulan masing-masing sesuai kebutuhan pengguna. Dengan biaya kepemilikan yang relatif terjangkau, Raize layak dipertimbangkan sebagai SUV kompak andalan.
Informasi ini diharapkan dapat membantu menjawab pertimbangan sebelum memilih Toyota Raize bekas yang tepat. (hasan)
Editor : Hasan Bashri