RadarMadura.id — Snapdragon X2 Plus resmi diperkenalkan di ajang CES 2026 sebagai prosesor laptop Windows on Arm dengan performa tinggi namun harga lebih rasional.
Chip ini diposisikan sebagai alternatif Snapdragon X2 Elite, menyasar pengguna produktif yang ingin kencang, irit daya, dan siap AI.
Dibangun dengan fabrikasi 3 nanometer, Snapdragon X2 Plus membawa CPU Oryon generasi ketiga, NPU 80 TOPS, serta dukungan Wi-Fi 7 dan 5G opsional.
Laptop dengan chip ini dijadwalkan meluncur mulai Juni 2026 melalui sejumlah merek besar.
Body Artikel
Menurut analisis kami, Snapdragon X2 Plus adalah langkah strategis Qualcomm untuk memperluas adopsi Windows on Arm.
Dengan harga yang lebih terjangkau dari seri Elite, chip ini menutup celah performa dan efisiensi di kelas menengah atas.
Dari sisi dapur pacu, CPU Qualcomm Oryon generasi ketiga hadir dalam varian 6-core dan 10-core.
Kecepatan multithread hingga 4 GHz membuatnya mumpuni untuk kerja berat seperti editing ringan hingga kompilasi kode.
Keunggulan utama terlihat pada efisiensi daya.
Konsumsi listrik diklaim hingga 43 persen lebih hemat dari generasi sebelumnya, yang berarti baterai laptop bisa bertahan seharian untuk pekerja lapangan, jurnalis, atau driver ojek online yang sering bekerja mobile.
Sektor grafis mengandalkan GPU Adreno X2-45 dengan clock hingga 1,7 GHz pada varian tertinggi.
Untuk kebutuhan desain ringan dan multimedia, performanya sudah cukup tanpa membuat laptop cepat panas.
Sorotan lain ada di kemampuan AI. NPU Hexagon dengan performa 80 TOPS memungkinkan pemrosesan AI langsung di perangkat.
Fitur seperti edit foto berbasis AI, transkripsi rapat real-time, hingga penerjemahan bahasa bisa berjalan tanpa internet.
Dilihat dari spesifikasinya, lonjakan performa single-core hingga 35 persen dibanding Snapdragon X Plus tergolong signifikan.
Bahkan, varian 10-core diklaim mampu menyaingi Intel Core Ultra 7 generasi terbaru dalam pengujian awal.
Dukungan memori LPDDR5X hingga 128 GB memberi ruang besar bagi multitasking ekstrem.
Ini penting bagi pengguna profesional yang terbiasa membuka banyak aplikasi berat sekaligus.
Untuk konektivitas, dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4 membuat laptop lebih siap jaringan masa depan.
Opsi modem 5G Snapdragon X75 juga relevan bagi pengguna yang sering berpindah lokasi tanpa bergantung Wi-Fi publik.
Soal ketersediaan, laptop Snapdragon X2 Plus dijadwalkan hadir mulai paruh pertama hingga akhir Juni 2026.
HP sudah memamerkan OmniBook 5, sementara Lenovo menyiapkan IdeaPad Slim 5x dan versi 2-in-1.
Langkah ini cukup berani mengingat dominasi x86 masih kuat.
Namun, kombinasi performa, efisiensi, dan AI membuat Snapdragon X2 Plus semakin relevan di pasar Indonesia.
Untuk pengguna produktif yang butuh laptop tipis, adem, dan baterai awet dengan performa modern, Snapdragon X2 Plus layak dibeli.
Menurut Anda, apakah Windows on Arm sudah siap jadi laptop utama sehari-hari?