RadarMadura.id - Xiaomi memastikan akan menghentikan dukungan pembaruan perangkat lunak untuk sejumlah ponsel populernya pada tahun 2026.
Kebijakan ini mencakup berbagai segmen, mulai dari flagship hingga ponsel kelas menengah dan entry-level.
Langkah tersebut menandai fase akhir siklus hidup produk yang dikenal sebagai End of Life atau EOL. Meski demikian, perangkat yang masuk daftar ini masih dapat digunakan seperti biasa.
Penghentian pembaruan ini sejalan dengan strategi global Xiaomi dalam menyederhanakan ekosistem perangkat lunak.
Perusahaan kini sepenuhnya berfokus pada pengembangan HyperOS sebagai pengganti MIUI.
Baca Juga: BRI Raih Resertifikasi ISO 29119, Jadi Bank Pertama di Indonesia Bersertifikasi TMMi Level 3
Transisi ini membuat dukungan untuk model lama dihentikan secara bertahap. Xiaomi menilai langkah ini penting untuk menjaga stabilitas dan efisiensi sistem.
Berdasarkan jadwal resmi, ada enam ponsel yang dipastikan mencapai EOL sepanjang 2026. Dari lini flagship, Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro akan berhenti mendapat pembaruan pada Maret 2026.
Keduanya sempat menjadi andalan Xiaomi di kelas premium global. Popularitasnya juga cukup tinggi di pasar Indonesia.
Masih dari segmen atas, Xiaomi 12T serta Xiaomi 12T Pro dijadwalkan menyusul pada Oktober 2026. Kedua model ini dikenal membawa performa tinggi dengan harga yang lebih kompetitif.
Xiaomi memberikan masa dukungan sedikit lebih panjang untuk varian T series. Namun, siklus tersebut kini resmi berakhir.
Dari lini Redmi, Redmi Note 12 5G akan mencapai EOL pada Maret 2026. Ponsel ini sempat menjadi favorit di kelas menengah karena konektivitas 5G yang terjangkau.
Sementara itu, Redmi 12C dijadwalkan lebih dulu kehilangan pembaruan pada awal 2026. Siklus yang lebih singkat umum terjadi di segmen entry-level.
Status End of Life berarti Xiaomi tidak lagi menyediakan pembaruan sistem operasi maupun patch keamanan.Tidak ada lagi peningkatan fitur atau optimasi resmi dari pabrikan.
Meski begitu, ponsel tetap bisa digunakan untuk komunikasi, media sosial, dan hiburan. Banyak pengguna bahkan masih merasa performanya mencukupi.
Namun, absennya pembaruan keamanan menjadi risiko yang tidak bisa diabaikan. Perangkat EOL lebih rentan terhadap celah keamanan baru.
Kondisi ini cukup krusial bagi pengguna layanan perbankan digital atau dompet elektronik. Risiko kebocoran data pun meningkat seiring waktu.
Untuk lini flagship, Xiaomi memastikan pembaruan besar terakhir tetap diberikan. Xiaomi 12 dan 12 Pro akan menerima HyperOS 3 sebagai sistem operasi final.
Sementara Xiaomi 12T dan 12T Pro mendapatkan dukungan sesuai kebijakan flagship generasinya. Setelah itu, seluruh dukungan resmi dihentikan.
Di segmen menengah, Redmi Note 12 5G akan berhenti di HyperOS 2. Versi ini menjadi sistem operasi final yang paling stabil untuk perangkat tersebut.
Redmi 12C pun mengikuti pola serupa dengan dukungan yang lebih singkat. Hal ini mencerminkan perbedaan strategi di tiap kelas produk.
Baca Juga: Dewan Soroti Rendahnya Serapan PBB P2
Dengan berakhirnya dukungan ini, 2026 menjadi momen evaluasi bagi pengguna Xiaomi. Perangkat EOL masih layak pakai, tetapi tidak lagi ideal untuk jangka panjang.
Xiaomi menyarankan pengguna mulai mempertimbangkan upgrade ke model yang masih didukung. Langkah ini dinilai lebih aman dan relevan menghadapi perkembangan teknologi ke depan. (fadila)