Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jalan Politik Istiqomah ala MH Said Abdullah

Hera Marylia Damayanti • Senin, 27 April 2026 | 13:20 WIB
Ibnu Hajar, M.Pd., budayawan tinggal di Sumenep.
Ibnu Hajar, M.Pd., budayawan tinggal di Sumenep.

Ibnu Hajar, M.Pd.

 

“Tidak ada ceritanya, banteng tidak membentur kepalanya pada ketidakadilan. Tidak ada ceritanya, banteng tidak membela keadilan. Banteng adalah banteng yang selalu terdepan membela keadilan untuk rakyat”

 

BEGITULAH pekikan suara MH Said Abdullah saat masih muda di depan massa pendukung partainya. Pekikan-pekikan suara lantang itu, sering kali dilakukan MH Said Abdullah, saat menjadi jurkam dalam kampanye untuk PDI di masa Orde Baru berkuasa. Maklum, MH Said Abdullah sejak masih SMA sudah memilih PDI sebagai pilihan politiknya. Dalam usia masih remaja, MH Said Abdullah sudah menunjukkan komitmennya untuk membela PDI; sebuah partai yang menjadi jembatan pikiran-pikiran besar Bung Karno diperjuangkan.

Apabila MH Said Abdullah hari ini menjadi salah tokoh kunci dalam politik PDIP, harus dimaklumi karena ia telah benar-benar menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang dan berliku politik PDIP. Bagi MH Said Abdullah, PDIP bukan hanya sekadar tempat naluri politik disalurkan, melainkan menjadi tempat di mana ajaran Bung Karno diperjuangkan sekuat tenaga. MH Said Abdullah dan PDIP adalah satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Mungkin saja, energi PDIP sebagai partai pengusung ajaran Marhaenisme telah mengalir deras dalam alirah darahnya.

Pada era 80-an, masyarakat Sumenep telah menjadi saksi atas perjuangan dan komitmen MH Said Abdullah di jalur politik PDI. Keterlibatannya dalam politik praktis telah membentuk kepribadian, karakter, dan keistiqomahannya dalam memaknai politik. Kekagumannya pada ajaran Bung Karno, telah memaksa dirinya untuk menjadi pribadi yang tangguh dan istiqomah di jalan politik yang telah diyakini dapat menjadi wasilah memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Pajak Innova Reborn Diesel 2026 Naik Jadi Rp7 Jutaan, Ini Penyebab dan Rinciannya

MH Said Abdullah muda bukanlah pewaris politik yang cepat saji. Bukan pula sosok muda yang sudah merasakan kenikmatan politik. MH Said Abdullah muda adalah gambaran tentang ketidakberdayaan yang nyata. Kehidupannya yang pas-pasan dengan kondisi ekonomi yang lemah, telah mampu membawa dirinya menjadi sosok yang tidak pernah lelah dalam berjuang. MH Said Abdullah muda hanyalah seorang ustaz pengajar bahasa Arab, penjual makanan ringan, atau bahkan hanya seorang kenek sopir angkot yang tidak diperhitungkan secara sosial. Tetapi, dalam kondisi itu, sebenarnya semuanya dimulai. Ia memilih PDI karena partai ini dianggap sebagai representasi dari sebuah perjuangan besar untuk kemaslahatan rakyat.

Kondisi sosial MH Said Abdullah yang berliku, penuh onak dan duri telah menjadi fondasi sosial dalam dirinya, bahkan dengan pengalaman hidup itu sebenarnya MH Said Abdullah sedang ditempa menjadi sosok yang kuat, terutama kuat dalam memegang prinsip perjuangan serta kuat dalam menjaga prinsip-prinsip istiqomah dalam berpolitik. Hal ini menjadikan ia sosok yang selalu menggaungkan tentang pembangunan tanah kelahiran; Kabupaten Sumenep dan Madura secara umum.

Istiqomah: Ainul Karomah “Politik”

Mungkin saja hari ini kita telah melihat MH Said Abdullah sebagai sosok hebat dan penting di Republik ini. Kiprah dan perannya sangat strategis, sebagai petinggi PDIP dan sebagai ketua Banggar DPR RI yang selama dua periode belum tergantikan. Apa pun yang dicapai MH Said Abdullah hari ini adalah bonus besar dari kerja kerasnya, perjuangan besarnya dan komitmennya dalam memegang prinsip istiqomah dalam politik. Bersama partainya, MH Said Abdullah tetap setia berjuang dalam segala kondisi, susah dan senang. Kalah dan menang partai yang menjadi tempat ia memperjuangkan nasib rakyat, tak pernah ia tinggalkan. Bahkan, tetap istiqomah berjuang menjaga marwah partai dengan segala daya upayanya. MH Said Abdullah telah membuktikan kesetiaan, pengabdian, dan pengorbanannya yang total pada partai yang diyakininya. Sejak muda sampai saat ini, kiprah dan peran MH Said Abdullah masih tetap tegak lurus dengan ideologi PDIP.

Baca Juga: Said Abdullah: Musancab PDI Perjuangan Sumenep Jadi Pilar Penguatan Kaderisasi Partai

Potret perjalanan MH Said Abdullah sebenarnya merupakan cerminan tentang pengalaman hidup yang harus dijalani dengan istiqomah. Dengan prinsip istiqomah yang kuat, telah memberikan pelajaran sangat berharga bahwa dalam politik itu, istiqomah harus dijadikan sebagai pegangan yang tidak boleh dinafikan.

Istiqomah adalah jalan meraih kemenangan hidup yang sebenarnya, termasuk kemenangan dalam politik. Ajaran pesantren telah tegas menyatakan bahwa “al-istiqomatu ainul karomah”. Istiqomah dapat memberikan karomah yang cukup unik. Karena tetap istiqomah dalam garis perjuangan partai, bagi MH Said Abdullah telah memberikan capaian karier politik yang cukup istimewa. Tidak mudah meraih capaian itu, hanya sosok yang benar-benar memiliki naluri politik yang istimewa yang mampu bertahan pada posisi penting di tengah dinamika politik yang sangat keras.

The Little Soekarno: Sang Pembuka Jalan

Prestasi politik gemilang MH Said Abdullah sejatinya tidak hanya untuk partainya, tetapi lebih dari itu. Di Madura, tanah yang telah membesarkan kepribadian dan karakter politiknya, eksistensinya telah melegenda. Nama MH Said Abdullah tidak hanya dikenal sebagai politisi elite, tetapi juga dikenal sebagai sosok yang diterima oleh semua kalangan, bukan hanya masyarakat bawah, tetapi juga kalangan ulama dan pesantren. MH Said Abdullah dikenal sebagai sosok dermawan dan punya komitmen dalam membangun Madura.

Nilai-nilai Marhaenisme begitu nyata ditransformasi dalam kehidupan sosialnya. Berbagi dan memberi telah menjadi ikon kepribadiannya yang kuat. Berbagi untuk semua lapisan, tanpa pandang bulu, tanpa melihat sebagai pendukung partainya atau bukan, telah menjadi praktik sosial yang dilakukan secara istiqomah. Publik akhirnya mengenal MH Said Abdullah, bukan hanya sekadar seorang politikus, melainkan sebagai figur sosial yang mencoba menghadirkan nilai-nilai kesejahteraan untuk semuanya. Keberpihakan MH Said Abdullah pada masyarakat bawah sangat nyata, setidaknya suara lantangnya ini menjadi dalil soal itu. Kata MH Said Abdullah “Santri dan abangan ini hanya beda sehelai bulu. Tapi nasibnya sama—sama-sama miskin, sama-sama tertinggal dari sisi pendidikan, dan sama-sama kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak”.

Baca Juga: Nissan Serena e-Power 2026 Resmi Dijual di Indonesia Harga Rp600 Jutaan, MPV Mewah Ini Lebih Irit dari Toyota Voxy

Tentu saja, diakui atau tidak, kiprah dan peran MH Said Abdullah telah cukup dirasakan begitu dahsyat, terutama di Sumenep dan Madura. Sebagai seorang politisi dengan jabatan strategis di senayan, MH Said Abdullah telah menjadi pembuka jalan untuk pembangunan tanah kelahirannya, baik perjuangan infrastruktur, sosial dan budaya serta pendidikan mulai jenjang SD sampai jenjang perguruan tinggi. Bahkan, untuk pesantren, MH Said Abdullah kerap kali hadir memberikan kontribusi pembangunan yang nyata.

The little Soekarno, kadang diselipkan atas gaya komunikasi dan kiprah sosialnya dalam memperjuangkan pembangunan Madura seutuhnya. Bersama partai yang menjadi kendaraan politiknya, MH Said Abdullah telah membuktikan sejak lama bahwa politik adalah sarana perjuangan untuk menegakkan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran masyarakat. Perkembangan dan kemajuan Madura hari ini, diakui atau tidak, salah satunya atas kontribusi nyata yang diperjuangkan melalui panggung senayan dengan istiqomah. MH Said Abdullah telah menjadi jalan pembuka untuk Madura yang terus berkembang agar setara dengan wilayah-wilayah yang lain.

Akhirnya, atas kiprah dan perjuangan politik yang dilakukan MH Said Abdullah selama ini, kita semua sebenarnya sedang diberi pelajaran yang sangat berharga. Bukan hanya soal kedermawanannya, bukan hanya soal keterlibatannya dalam politik, tetapi pelajaran berharga yang harus dipetik dari MH Said Abdullah adalah jalan istiqomah dalam politik, bukan jalan bajing loncat yang seenaknya lompat sana, lompat sini saat eksistensinya kurang menguntungkan dalam kondisi politik tertentu. Itulah pelajaran penting yang harus kita petik: istiqomah adalah jalan sukses perjuangan yang harus dilalui dalam situasi dan kondisi apa pun. (*)

*)Budayawan tinggal di Sumenep

Editor : Hera Marylia Damayanti
#istiqomah #kiprah dan perjuangan #sosok dermawan #karier politik #MH Said Abdullah