Oleh Daniel Nila Krisna, S.Pd.Gr.
BAHASA Madura merupakan bahasa ibu bagi masyarakat Madura dan merupakan bahasa yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Meskipun demikian, di era modern, penggunaan bahasa Madura mulai menurun, terutama di kalangan generasi muda, karena berbagai faktor, seperti anggapan mereka bahasa ini tidak keren, kuno, dan tidak modern. Ada kekhawatiran bahwa bahasa Madura akan punah jika tidak ada upaya untuk melestarikannya.
UNESCO menyebutkan bahwa ada ribuan bahasa ibu di dunia yang mengalami kepunahan karena tidak ada lagi yang menggunakannya. Meskipun ada kekhawatiran akan kepunahan bahasa ibu, harapan tetap ada untuk melestarikan bahasa agar tidak punah, termasuk bahasa ibu, yaitu bahasa Madura. Maka, dalam hal ini bahasa ibu merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Madura dalam berbagai aspek kehidupan, seperti contohnya berkomunikasi antar anggota keluarga, masyarakat, dan dalam berbagai acara apa pun, termasuk upacara adat. Penggunaan bahasa ibu atau bahasa Madura dapat digunakan sebagai bahasa pengantar dalam implementasi dan penerapan pembelajaran di sekolah dasar, terutama jika siswa memiliki latar belakang bahasa yang beragam ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa.
Dalam implementasi kurikulum mendalam, guru juga dapat menggunakan bahasa ibu untuk berkomunikasi dengan siswa dan membantu mereka memahami materi pembelajaran. Dengan menggunakan bahasa ibu, guru dapat lebih mudah berkomunikasi dengan siswa dan membantu mereka memahami materi pembelajaran, sehingga meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek dan juga dapat lebih mudah mengembangkan kemampuan bahasa mereka untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri.
Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk mempertimbangkan bahasa ibu dalam implementasi kurikulum mendalam. Dengan mempertimbangkan bahasa ibu, sekolah dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif, sehingga meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek kehidupan. Juga penting bagi guru untuk memahami kebutuhan siswa dan mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dengan memahami kebutuhan siswa dan mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif pula agar guru dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek kehidupan dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif. Selain itu pula, penting bagi sekolah untuk menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung implementasi kurikulum mendalam dengan menyediakan sumber daya yang memadai.
Implementasi kurikulum mendalam dapat juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa ibu atau bahasa Madura, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Dengan mempertimbangkan bahasa ibu dalam implementasi kurikulum mendalam, sekolah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek, termasuk aspek berbahasa. Penerapan asesmen dapat juga dilakukan dalam bahasa ibu, sehingga mereka dapat lebih nyaman dan efektif dalam menunjukkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dengan siapa pun karena mereka sudah merasa bisa dan lancar, bahkan tidak merasa canggung atau gugup dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Pengembangan materi pembelajaran berbasis bahasa ibu atau bahasa Madura perlu dilestarikan dan materi pembelajaran dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan bahasa ibu atau bahasa Madura, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami konsep dan kompleks yang akan disampaikan oleh guru. Sebab, siswa dapat menggunakan bahasa ibu untuk berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim atau kelompok.
Dengan terbitnya Pergub 19/14 yang mewajibkan bahasa daerah yaitu bahasa ibu atau bahasa Madura diajarkan di sekolah mulai dari tingkat SD/MI sampai dengan SMA/SMK/MA. Hal tersebut merupakan anugerah yang patut diapresiasi bagi siswa atau pelajar Madura. Karena dengan adanya pergub tersebut, dapat menjadi salah satu cara untuk melestarikan dan memajukan bahasa Madura sesuai dengan peribahasa Madura, yaitu ”bhupa' bhâbhu’ ghuru rato” yang artinya bhupa’ bhâbhu’ maksudnya kita harus patuh dan taat pada perintah bapak ibu sebagai panutan orang tua kita di dalam keluarga. Ghuru maksudnya kita juga harus patuh dan taat kepada perintah bapak ibu guru sebagai panutan pengganti orang tua kita di dalam lingkungan sekolah. Rato maksudnya pemerintahan yang ada di kabupaten tersebut, artinya kita harus patuh dan taat pada aturan pemerintah yang berlaku di kabupaten tersebut.
Oleh karena itu, kaitan penerapan implementasi kurikulum mendalam dengan bahasa ibu atau bahasa Madura adalah, pertama, meningkatkan pemahaman terhadap siswa sehingga secara otomatis meningkatkan pula efektivitas pembelajaran. Kedua, meningkatkan partisipasi terhadap siswa sehingga lebih aktif dalam proses kegiatan pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Ketiga, mengembangkan kemampuan berbahasa terhadap siswa sehingga lebih efektif dalam berkomunikasi. Keempat, meningkatkan keterlibatan orang tua terhadap anak atau siswanya sehingga dapat meningkatkan dukungan dan motivasi siswa. Lima, menghormati keragaman berbahasa dapat menunjukkan penghormatan terhadap keragaman bahasa dan budaya sehingga dapat meningkatkan rasa kesadaran dan toleransi terhadap siswa. Jadi, penerapan implementasi kurikulum mendalam sangatlah erat kaitannya dengan bahasa ibu atau bahasa Madura sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat pula meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.
Ada satu cara baik dan dapat menjadi alasan untuk mendorong siswa menggunakan bahasa Madura, yaitu dengan melakukan pembelajaran familiarisasi di sekolah. Yaitu, membuat anak atau siswa terbiasa menggunakan bahasa Madura dalam bercakap, berkomunikasi dengan siapa saja sehingga kebiasaan tersebut tertanam di dalam diri siswa di kemudian hari. Karena siswa nampaknya enggan menggunakan bahasa Madura karena belum terbiasa.
Maka dari itu, sesuai dengan peribahasa dalam bahasa Indonesia ”orang bisa karena biasa” artinya, kalau siswa sudah terbiasa menggunakan bahasa ibu atau bahasa Madura, saya mempunyai keyakinan insyaallah siswa tersebut akan bisa dan akan lebih cerdas, fasih, dan lancar dalam menggunakan bahasa ibu atau bahasa Madura. Karena hal-hal yang sering dilakukan seseorang dapat menjadi suatu kebiasaan dan akan menjadi paten dalam tubuh mereka. Jika demikian halnya, maka pengajaran bahasa Madura di sekolah akan dianggap bermanfaat bagi siswa. Dan yang terpenting, bahasa ibu atau bahasa Madura dapat terus berkembang dan maju. Aamiin. (*)
*)SDN Blumbungan VI
Editor : Hera Marylia Damayanti