Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Miniatur Bhinneka Tunggal Ika Adalah Pesantren

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 20 Maret 2025 | 15:20 WIB
Fakhruz Zain, Santri PP Annuqayah Latee dan Dipercaya Menjadi Pegiat Literasi dan Media Pesantren.
Fakhruz Zain, Santri PP Annuqayah Latee dan Dipercaya Menjadi Pegiat Literasi dan Media Pesantren.

Oleh FAKHRUZ ZAIN*

 

INDONESIA adalah negara yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Indonesia termasuk negara paling beragam di dunia. Yang membuat negara ini tetap bersatu adalah adanya semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti ”berbeda-beda tetapi tetap satu”. Semboyan ini mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan salah satu institusi pendidikan yang mampu merepresentasikan Bhinneka Tunggal Ika adalah pesantren.

Kenapa bisa pesantren? Karena pesantren tidak hanya mengajarkan pendidikan agama, melainkan juga mengajarkan bagaimana bertoleransi. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, menjadi tempat berkumpulnya santri dari berbagai latar belakang. Mereka datang dari berbagai daerah, suku, dan budaya, namun disatukan oleh semangat untuk menuntut ilmu agama.

Pendidikan karakter di pesantren merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Santri diberi penekanan dalam penerapan nilai-nilai kejujuran, disiplin, keteladanan, dan bekerja keras. Dari nilai-nilai tersebut, para santri bisa menjadi individu yang memiliki rasa tanggung jawab, rasa empati, dan bekerja bersama.

Pesantren sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun, mungkin hanya sebagian orang saja yang mengetahui makna pesantren. Lalu, apa makna kata pesantren dan bagaimana kaitannya dengan Bhinneka Tunggal Ika? Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI.

Pesantren memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Kutaha, pesantren kali pertama didirikan oleh Sunan Giri di Gresik, Jawa Timur, sekitar abad ke-16. Sejak itu, pesantren berkembang pesat dan menjadi pusat pendidikan agama Islam di Nusantara. Di pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mengajarkan seseorang untuk memiliki kepedulian sosial dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Pesantren sangat berbeda dengan lembaga pendidikan pada umumnya. Di pesantren, para santri tidak hanya belajar di kelas. Tapi, juga hidup bersama di lingkungan yang penuh dengan kekeluargaan. Mereka belajar hidup mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Di sinilah nilai toleransi dipelajari. Selain pesantren menjadi tempat berkumpulnya para santri dari berbagai latar belakang, dalam kehidupan sehari-hari para santri belajar hidup berdampingan, saling menghormati dan menghargai perbedaan. Hal ini sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menekankan pentingnya bertoleransi dan semangat persatuan.

Banyak sekali pesantren yang mengajarkan nilai-nilai kebangsaan, termasuk pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui berbagai macam kegiatan. Seperti pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih, pelajaran sejarah Indonesia, diskusi mengenai isu kebangsaan, dan para santri dididik untuk mencintai bangsanya.

Tidak hanya itu, pesantren juga dapat dikatakan sebagai ruang transformasi kebinekaan. Sebab, di pesantren semua santri berkumpul menjalankan aktivitasnya bersama. Dengan pola seperti itu, para santri akan terbiasa dengan perbedaan dan belajar saling menghargai perbedaan.

Baca Juga: Jika Kau Santri, Maka Menulislah!

Dengan demikian, pesantren dapat dikatakan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berperan penting dalam menerapkan makna Bhinneka Tunggal Ika kepada para generasi muda. Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga kebinekaan. Sebab, pelajaran bertoleransi sudah diterapkan, bukan hanya dipelajari. Ini juga bisa dikatakan sebagai pembeda dengan lembaga selain pesantren.

Indonesia adalah rumah bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa adanya pengecualian, begitu pun pesantren, adalah rumah para santri dari berbagai penjuru. Jadi, apabila nilai-nilai yang ada di pesantren diterapkan oleh masyarakat, maka nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika akan tetap kokoh. Dan, pesantren menjadi benteng yang kokoh dalam menjaga nilai-nilai kebinekaan. (*)

*)Santri PP Annuqayah Latee dan Dipercaya Menjadi Pegiat Literasi dan Media Pesantren.

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#hidup berdampingan #kebinekaan #pesantren #bhinneka tunggal ika #santri #menghargai perbedaan #Hidup mandiri