Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Merdeka di Dunia Digital

Ina Herdiyana • Senin, 19 Agustus 2024 | 18:43 WIB
NUR AINI UNTUK JPRM
NUR AINI UNTUK JPRM

 

Oleh NUR AINI

 

KEMERIAHAN peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Republik Indonesia bergema di seantero negeri. Agustus adalah bulan kebahagiaan bagi bangsa Indonesia karena 79 tahun yang lalu kemerdekaan telah diproklamasikan.

Pemasangan umbul-umbul dan bendera Merah Putih menjadi salah satu cara untuk memperingati bulan kemerdekaan. Berbagai lomba dan pertandingan serta pawai mengiringi gegap gempitanya hari kemerdekaan. Walaupun terkadang dalam perayaan itu hanya terkesan kesenangan dan hura-hura belaka tanpa pesan moral.

Sebagian masyarakat menyukai tontonan yang kurang mendidik seperti peserta gerak jalan yang memakai baju dandanan transgender. Ada pula yang memakai ala pocong. Sebagian masyarakat yang lain menilai hal-hal lelucon begitu tidak menghargai jasa pahlawan yang telah berjuang jiwa raganya demi kemerdekaan bangsa.

Dunia digital ibarat sebuah pisau yang mampu memberikan manfaat atau mudarat bagi yang memegangnya. Pisau di tangan seorang juru masak (chef) akan memberikan hidangan yang lezat. Namun tatkala berada di tangan pembunuh, maka korban akan berjatuhan. Dunia digital telah memberikan keleluasaan bagi pemegangnya untuk berselancar ke mana ia suka. Tidak ada lagi batas antara negara yang satu dengan yang lain.

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan maraknya judi online (judol) yang sangat meresahkan. Korban berjatuhan dan orang-orang yang ada di sekitar para pemain judol. Kemudahan digital telah membuat terpesona pemain judi tanpa ada rasa malu. Semua level dimasuki dari pejabat hingga masyarakat bawah, bahkan para pelajar dan mahasiswa. Bandar judi online merekayasa sedemikian rupa mengiming-imingi pembeli atau pecandu judi dengan keuntungan berlipat. Umpan kemenangan yang dijanjikan tidak seimbang dengan modal yang harus dikeluarkan. Akhirnya, pinjaman online (pinjol) yang menjadi harapan.

Lingkaran setan yang selalu seiring sejalan ini telah banyak memakan korban. Sendi-sendi keluarga runtuh, masa depan hancur akibat judi online. Pisau digital telah memakan korban karena pemiliknya tidak memerdekakan diri dari cengkeraman rayuan bandar judol. Empat belas abad yang lalu Allah SWT telah mewanti-wanti melalui utusan-Nya yang agung Nabi Muhammad SAW bahwa judi adalah perbuatan setan yang akan menjauhkan kita dari mengingat Allah SWT (QS.5:90– 91).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merdeka memiliki arti kebebasan, dapat berdiri sendiri dan tidak terjajah lagi. Maraknya judi online mengisyaratkan kemerdekaan yang hakiki belum dapat diraih. Berusaha menggunakan media digital untuk sesuatu yang bermanfaat bagi diri dan kemaslahatan orang banyak merupakan langkah hebat untuk  mengisi kemerdekaan. Perjuangan para pendiri bangsa dengan pengorbanan jiwa raga bahkan hartanya hendaknya dijadikan penyemangat untuk melakukan sesuatu yang bernilai baik di dunia nyata maupun maya. Gempuran informasi hoaks tidak bermanfaat seharusnya dijadikan sebagai musuh yang harus diperangi laksana para pejuang memerangi penjajah. UU ITE dilaksanakan dengan baik, bukan dijadikan sebagai alat untuk memecah persatuan bangsa karena di antara sesama anak bangsa saling tuntut.

Masa depan dunia digital bergantung pada ujung jari kita, mau dijadikan positif atau negatif. Kemerdekaan di dunia digital hendaknya diarahkan untuk sesuatu yang positif. Setiap konten yang kita punya di medsos sejatinya untuk membangun kesadaran agar kehidupan menjadi lebih baik. Ingatlah bahwa tujuan akhir hidup ini adalah akhirat. Di dunia nyata dan maya tetapkan akhirat sebagai tujuan utama, maka dunia akan mengikut. Ibarat menanam padi, maka rumput akan tumbuh, sedangkan jika menanam rumput, maka padi tidak akan pernah tumbuh.

Di dunia pendidikan peran digital sangat penting. Proses transfer knowledge dari guru ke siswa lebih mudah diserap dengan media digital. Hal ini terjadi karena aksebilitas memungkinkan akses ke sumber belajar dapat dilakukan dari mana dan kapan saja. Selain itu, akan mampu memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan menarik. Artinya, peran digital akan meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta kualitas pendidikan secara menyeluruh mengikuti perkembangan teknologi yang lebih maju. Maka, guru diharapkan melek teknlogi agar tidak ketinggalan zaman dalam menghadapi anak didiknya yang terlahir sebagai generasi Z. Seorang guru berusaha untuk membimbing dan memandu anak didiknya mengakses informasi digital yang terus berkembang dan tak terbatas.

Beberapa strategi yang dapat menjadi acuan dalam memasuki dunia digital antara lain menjunjung tinggi etika dalam berkomunikasi, selektif menyebarkan informasi, tidak menyebarkan rahasia pribadi ke ranah publik, bijak mengatur waktu online, jangan lupakan hak cipta, dan berhati-hati saat menyebarkan data pribadi. Merdekakan diri kita di dunia digital sesuai dengan rambu-rambu agama dan norma masyarakat. Tetapkan tujuan hidup di dunia nyata dan dunia digital untuk masa depan, yakni akhirat.

Bermunculan para kreator di berbagai bidang untuk memasarkan hasil karya atau produk unggulan. Kecanggihan dunia digital telah memberikan dampak positif bagi perekonomian. Menjamurnya UMKM yang dipromosikan secara online telah memberikan gebrakan baru sebagai wujud merdeka dalam dunia digital. Digitalisasi ekonomi akan tumbuh menjadi kekuatan baru sehingga terwujud kebangkitan ekonomi dan terbukanya peluang usaha. Peluang ini harus dibaca sebagai peluang dan tantangan bagi generasi bangsa untuk menjemputnya. Generasi yang berani membawa perubahan dengan cara terlibat aktif dalam pembangunan bangsa adalah generasi hebat. Generasi yang merdeka terhadap kemajuan digital yang menjadikan digital sebagai alat bukan tujuan dalam mengisi kemerdekaan. Dirgahayu Indonesiaku, mari kita isi dengan hal-hal positif di dunia nyata maupun dunia maya. (*)

 

*) Guru PAI SDN Burneh 1, Bangkalan

 

Editor : Ina Herdiyana
#Hari Kemerdekaan RI ke 79 #upacara 17 agustus #opini #catatan