PAMEKASAN, RadarMadura.id – Gelar juara Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura akhirnya menjadi milik MAN 2 Pamekasan. Gelar itu diraih usai menundukkan SMAN 1 Ambunten Sumenep melalui drama adu penalti pada partai final Jumat (25/9) malam.
Pertandingan final berlangsung ketat. Kedua tim sama-sama berusaha mencari celah hingga pemenang harus ditentukan melalui titik putih.
MAN 2 Pamekasan mampu menjaga ketenangan dalam adu penalti. Hasil tersebut mengantarkan mereka sebagai juara turnamen sekaligus menutup rangkaian pertandingan Zona 8 Madura.
SMAN 1 Ambunten harus puas sebagai runner-up. Meski gagal mengangkat trofi juara, wakil Sumenep tersebut mampu melangkah jauh hingga partai puncak.
Baca Juga: ASUS ExpertBook P3 G1 Meluncur dengan Intel Core Ultra, Fitur AI, dan Keamanan Berlapis
Sebelum final, drama penalti juga terjadi pada babak semifinal. MAN 2 Pamekasan mengalahkan SMAN 4 Pamekasan melalui adu penalti untuk mengamankan tiket final.
Pada semifinal lainnya, SMAN 1 Ambunten juga memastikan tempat di final setelah mengalahkan SMAN 3 Pamekasan melalui adu penalti.
Dua laga tersebut membuat pertandingan puncak mempertemukan MAN 2 Pamekasan dan SMAN 1 Ambunten.
Sementara itu, perebutan juara ketiga mempertemukan SMAN 3 Pamekasan dengan SMAN 4 Pamekasan. SMAN 4 Pamekasan menang dengan skor 4-1 dan berhak menempati posisi ketiga.
Ketua Panitia Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura Arif Fathoni mengucapkan selamat kepada seluruh tim yang telah menyelesaikan turnamen. Secara khusus, dia mengapresiasi empat tim yang berhasil menempati posisi terbaik.
“Selamat kepada MAN 2 Pamekasan sebagai juara. Selamat juga kepada SMAN 1 Ambunten sebagai runner-up, SMAN 4 Pamekasan sebagai juara ketiga, dan SMAN 3 Pamekasan sebagai juara keempat,” katanya.
Arif menilai seluruh peserta telah memberikan kemampuan terbaik sejak babak awal hingga pertandingan terakhir.
Dia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para pemain untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Terima kasih kepada semua tim yang sudah berpartisipasi. Kalah dan menang merupakan bagian dari pertandingan. Yang terpenting, semua sudah berjuang dan menjaga sportivitas,” ujarnya.
Baca Juga: Nissan Z Kaze Concept Bikin Nostalgia Era 90-an Hidup Lagi, Hadir dengan Atap T-Top Bongkar-Pasang
Direktur JPRM Abdul Aziz turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Menurut dia, pertandingan hingga final menunjukkan semangat kompetisi yang tinggi dari para pemain.
“Selamat kepada para juara dan seluruh peserta. Semua tim sudah memberikan warna dalam turnamen ini. Semoga pengalaman bertanding di sini menjadi bekal untuk terus berkembang,” kata Aziz.
Match Commissioner Abdul Hamid mengatakan, secara keseluruhan pertandingan berlangsung kompetitif. Adu penalti bahkan menjadi penentu dalam sejumlah laga penting, termasuk semifinal dan final.
“Secara keseluruhan pertandingan cukup baik dan kompetitif. Banyak laga yang tensinya tinggi sampai harus diselesaikan lewat penalti,” ujarnya.
Menurut Hamid, dominasi adu penalti pada fase akhir menunjukkan ketatnya persaingan antartim.
Pemain dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga ketenangan saat berada dalam situasi penentuan.
“Semifinal sampai final didominasi adu penalti. Itu menunjukkan pertandingan berjalan berimbang. Dalam kondisi seperti itu, mental dan ketenangan pemain sangat menentukan,” pungkasnya. (afg/jup)
Editor : Hera Marylia