SURABAYA, RadarMadura.id – Komitmen SKK Migas-Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI) dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat mendapat apresiasi langsung dari Pemkab Sumenep.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyerahkan penghargaan kepada SKK Migas-KEI di Surabaya, Senin (24/8).
Penghargaan itu diberikan melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dijalankan SKK Migas-KEI di wilayah operasi produksi.
Fokus utama pada peningkatan kompetensi Guru Non ASN/Honorer dan upaya pencegahan serta penurunan tengkes (stunting).
Di sektor pendidikan, program peningkatan kompetensi guru honorer telah berjalan tiga tahun.
Program ini menjadi ruang bagi para guru untuk menambah kapasitas, mengembangkan metode pembelajaran, dan memperkuat peran sebagai tenaga pendidik.
Selama pelaksanaan, para guru tidak hanya mengikuti pelatihan. Mereka juga menghasilkan karya berupa modul pembelajaran dan buku fiksi tentang guru.
Karya-karya itu menjadi bukti nyata peningkatan kreativitas dan literasi pendidik dalam menyusun bahan ajar sekaligus mendokumentasikan nilai-nilai profesi.
Di bidang kesehatan, SKK Migas-KEI konsisten menjalankan program pencegahan dan penurunan tengkes selama lima tahun.
Program menyasar peningkatan kesadaran masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting sejak dini.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut penghargaan ini bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam program pemberdayaan masyarakat.
”Penghargaan ini memiliki sejarah panjang, karena setiap tahunnya kami mengetahui peran KEI di wilayah operasi. Jadi kami mengapresiasi komitmen ini untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru serta ikut berperan dalam upaya pencegahan stunting di wilayah operasi,” ujar Fauzi.
Fauzi menegaskan, pelaksanaan program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
”Semoga, komitmen KEI ini tetap dijalankan tiap tahunnya, karena apapun keadaanya pemkab dengan KEI selalu berkolaborasi,” tuturnya.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat, SKK Migas-KEI, bupati berharap program tersebut terus memberi manfaat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan turut mengapresiasi komitmen KEI dalam menjawab kebutuhan guru dan kesehatan masyarakat di wilayah operasi produksi.
”Semoga program PPM KEI ini tetap berdiri tegak untuk memberikan dampak terhadap para guru Non ASN dan juga penanganan stunting. Dengan penghargaan ini, mari kita pertahankan dan dilakukan inovasi terbaik yang lebih bermanfaat,” kata Anggono.
Vice President KEI Iman Santoso mengaku bersyukur atas apresiasi Pemkab Sumenep.
Dia menegaskan KEI akan terus berkolaborasi dengan akademisi untuk pengembangan kompetensi guru di wilayah kepulauan Sapeken, khususnya Pagerungan Besar dan sekitarnya.
”Kami sangat bersyukur. Semoga penghargaan ini membuat program kami semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Iman juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sumenep, camat, Kades hingga masyarakat yang selama ini berkolaborasi menyukseskan seluruh program SKK Migas-KEI. (*/luq)
Editor : Amin Bashiri