BPJS Kesehatan Luncurkan NADI JKN, Peserta Bisa Menabung untuk Bayar Iuran Secara Bertahap

Hendriyanto • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:35 WIB
BPJS Kesehatan meluncurkan NADI JKN, program menabung untuk membayar iuran secara bertahap.
BPJS Kesehatan meluncurkan NADI JKN, program menabung untuk membayar iuran secara bertahap.

JAKARTA, RadarMadura.id – BPJS Kesehatan meluncurkan Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) sebagai inovasi untuk membantu peserta menyiapkan dana pembayaran iuran secara bertahap.

Program ini ditujukan terutama bagi peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki penghasilan tidak tetap sehingga kerap mengalami kendala membayar iuran saat jatuh tempo.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, NADI JKN menjadi salah satu strategi untuk mempertahankan keaktifan sekaligus mengaktifkan kembali kepesertaan JKN. Program tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

"Hingga 30 Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98,60% dari total penduduk Indonesia. Namun demikian, tingkat keaktifan peserta tercatat sebesar 80,25% yang menunjukkan masih terdapat peserta yang belum aktif karena berbagai faktor, termasuk keterlambatan atau ketidakmampuan membayar iuran secara tepat waktu," ujar Pujo saat peluncuran NADI JKN di Jakarta, Selasa (4/8).

Baca Juga: BPJS Kesehatan Permudah Layanan Digital JKN, Peserta Tak Perlu Datang ke Kantor

Menurut Pujo, Program NADI JKN menjadi sarana bagi peserta untuk mempersiapkan pembayaran iuran dengan lebih ringan dan terencana. Melalui mekanisme menabung, peserta diharapkan dapat mempertahankan status kepesertaan tetap aktif sehingga memperoleh perlindungan kesehatan tanpa terputus.

BPJS Kesehatan mengembangkan Program NADI JKN melalui dua skema layanan, yakni digital-kolektif dan konvensional-perorangan. Kedua skema tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing.

Pada skema digital-kolektif, peserta dapat mendaftar melalui aplikasi atau platform mitra yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dana tabungan yang terkumpul secara harian atau mingguan akan digunakan mitra untuk membayarkan iuran JKN melalui virtual account yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.

Saat ini BPJS Kesehatan menggandeng PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sebagai mitra awal implementasi skema digital. Program tersebut menyasar pengemudi ojek online yang memiliki mobilitas tinggi dan penghasilan yang fluktuatif.

Sementara itu, skema konvensional-perorangan memungkinkan peserta menabung melalui koperasi, BUMDes, atau lembaga masyarakat yang menjadi mitra Program NADI JKN. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membayar iuran peserta pada saat jatuh tempo sesuai jadwal.

BPJS Kesehatan saat ini melakukan uji coba program di lima kantor cabang, yakni Jakarta Selatan, Pangkalpinang, Boyolali, Banyuwangi, dan Parepare. Uji coba tersebut melibatkan berbagai mitra lokal seperti koperasi, BUMDes, dan lembaga masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur FLPP, BRI Perkuat Pembiayaan Program 3 Juta Rumah

"Ke depan, kami berharap Program NADI JKN dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak segmen peserta. Termasuk perluasan kerja sama dengan berbagai penyedia aplikasi digital yang telah akrab digunakan masyarakat. Kami juga berharap implementasi NADI JKN dapat berjalan sesuai roadmap yang telah disusun, sehingga cakupan wilayah dan manfaat program ini dapat terus berkembang dari tahun ke tahun," tambah Pujo.

Peluncuran NADI JKN mendapat dukungan dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria. Menurutnya, program tersebut dapat memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat desa sekaligus mendukung pembangunan daerah tertinggal melalui peran BUMDes dan koperasi desa.

Baca Juga: Inspektur Sumenep Tekankan Disiplin dan Integritas ASN, Syahwan Effendy: Jalankan Amanah Penuh Tanggung Jawab

"Inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya masyarakat di wilayah pedesaan. Saya berharap baik BUMDes, koperasi desa maupun lembaga masyarakat lain di desa dapat menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan dalam menjalankan Program NADI JKN," ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. Ia mengajak generasi muda, pekerja informal, dan pelaku UMKM mulai menyisihkan sebagian pendapatan untuk menjaga kepesertaan JKN tetap aktif.

"Kehadiran program NADI JKN ini merupakan bentuk keseriusan BPJS Kesehatan dalam menghadirkan berbagai terobosan pengelolaan Program JKN yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan cara ini, masyarakat dapat mempertahankan kepesertaan JKN secara aktif tanpa terbebani pembayaran sekaligus," ujar Raffi Ahmad.

Sebagai mitra awal implementasi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mendukung skema NADI JKN melalui ekosistem digital yang dimilikinya.

"Mobilitas para mitra sangat tinggi karena mereka bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga. Saat ini, kami laporkan sebanyak 3.147 mitra Gojek di luar desil 1-5 telah bergabung dengan BPJS Kesehatan, sehingga mereka dan seluruh anggota keluarganya mendapatkan perlindungan dari risiko biaya kesehatan yang tidak terduga," ujar Chief of Public Affair PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Dyan Shinto Eko Nugroho. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
NADI JKN cicilan iuran jkn bpjs kesehatan