Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

APJII Jatim Komitmen Jaga Kualitas Internet, Tingkatkan Kolaborasi, Sukses Gelar Ngobar dan Halalbihalal di Sumenep

Amin Basiri • Rabu, 29 April 2026 | 12:42 WIB
SUKSES: Ketua BPW APJII Jawa Timur Yosvensa Setiawan (tengah) didampingi Kabid PW 1 APJII Jatim Syamsul Hadi (kiri) dan Korwil APJII Jatim Karesidenan M (Madura) Moh. Ridwan dalam Ngobar dan Halalbihalal APJII Jatim di Hotel Myze, Selasa (28/4).
SUKSES: Ketua BPW APJII Jawa Timur Yosvensa Setiawan (tengah) didampingi Kabid PW 1 APJII Jatim Syamsul Hadi (kiri) dan Korwil APJII Jatim Karesidenan M (Madura) Moh. Ridwan dalam Ngobar dan Halalbihalal APJII Jatim di Hotel Myze, Selasa (28/4).


SUMENEP
, RadarMadura.id – Asosiasi Penyelanggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Timur (Jatim) berkomitmen meningkatkan kualitas internet Jatim lebih baik.

Komitmen itu dipertegas dalam acara Ngobrol Bareng (Ngobar) dan Halalbihalal di Sumenep, Selasa (28/4). 

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Myze itu mengangkat tema Naik Kelas Bersama: Kolaborasi Pemerintah, APJII, dan ISP untuk Kualitas Internet Jatim yang Lebih Baik.

Ngobar dan Halalbihalal ini dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) APJII Jatim Yosvensa Setiawan, Sekretaris Wilayah APJII Jatim Herry Darmawan, Kabid PW 1 APJII Jatim Syamsul Hadi, dan Korwil APJII Jatim Karesidenan M (Madura) Moh. Ridwan beserta tim PT Link Data Sumber Barokah (BarokahNet) selaku pelaksana kegiatan.

Selain itu, dihadiri perwakilan perusahaan penyedia layanan internet atau internet service provider (ISP) yang tergabung dalam APJII Jatim.

Ketua BPW APJII Jatim Yosvensa Setiawan mengatakan, forum tersebut rutin digelar setiap tiga bulan sebagai wadah mempererat hubungan antaranggota ISP, khususnya di wilayah Madura.

Menurut dia, meskipun para anggota bergerak di bidang usaha yang sama, mereka diharapkan tetap menjalin kebersamaan dan tidak saling menjatuhkan.

”Tujuannya supaya akrab dan saling mendukung. Walaupun berkompetisi, para anggota harus menganggap satu sama lain sebagai teman. Dengan begitu industri internet bisa tumbuh lebih sehat,” terangnya. 

Ia menambahkan, momentum setelah Idulfitri juga dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi melalui kegiatan halalbihalal. Pada kesempatan itu, APJII Jatim juga mendorong terwujudnya sinergi antara pelaku industri internet dengan pemerintah.

Mengingat internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat, penyedia layanan internet dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada penarikan pajak dan perizinan, tetapi juga memberikan dukungan dan perlindungan bagi pelaku usaha ISP.

Dukungan tersebut dinilai penting agar pelaku industri dapat berkembang dan meningkatkan kualitas layanan.

”ISP juga berkontribusi terhadap negara melalui pajak dan kewajiban lain. Kami berharap ada perhatian dan fasilitasi, sehingga industri ini bisa naik kelas dan berkembang,” ucapnya. 

Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya kolaborasi antaranggota untuk menghadapi tantangan ke depan, termasuk kenaikan biaya operasional akibat kondisi ekonomi global.

Melalui kerja sama, para penyedia layanan diharapkan dapat menekan biaya dan tetap menjaga kualitas layanan internet kepada masyarakat.

Sekretaris Wilayah APJII Jawa Timur Herry Darmawan menambahkan, pemerintah harus memberikan perhatian lebih. 

SOLID: Peserta mengikuti Ngobar dan Halalbihalal APJII Jatim di Hotel Myze Sumenep, Selasa (28/4).
SOLID: Peserta mengikuti Ngobar dan Halalbihalal APJII Jatim di Hotel Myze Sumenep, Selasa (28/4).

Tidak hanya berfokus pada retribusi, tetapi juga harus menciptakan iklim yang mendukung terhadap pertumbuhan industri. 

Sebab, pelaku industri tidak akan mampu mendorong percepatan infrastruktur secara mandiri tanpa dukungan pemerintah.

Menurutnya, perusahaan penyedia layanan internet juga memberikan kontribusi besar terhadap kewajiban pajak dan kewajiban biaya hak penyelenggaraan (BHP) universal service obligation (USO) yang hanya dikenakan pada industri telekomonikasi.

Kata dia, dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur digital, termasuk proyek jaringan di wilayah tertinggal.

”Kami harap pemerintah lebih menyadari peran industri ini karena selain mendukung konektivitas, sektor ini juga memberikan pemasukan negara yang cukup besar. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pengembangan jaringan internet di daerah akan lebih cepat dan berdampak pada peningkatan layanan serta penerimaan pajak ke depan,” tegasnya.

Korwil APJII Jatim Karesidenan M (Madura) Moh. Ridwan mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus APJII Jatim yang kompak menyukseskan Ngobar dan Halalbihalal di Sumenep.

KHAS: Dirut PT Link Data Sumber Barokah (BarokahNet) Moh. Ridwan (berkopiah) mendampingi Pengurus Wilayah APJII Jawa Timur dalam kegiatan Ngobar dan Halalbihalal APJII Jatim di Hotel Myze Sumenep, Selasa (28/4).
KHAS: Dirut PT Link Data Sumber Barokah (BarokahNet) Moh. Ridwan (berkopiah) mendampingi Pengurus Wilayah APJII Jawa Timur dalam kegiatan Ngobar dan Halalbihalal APJII Jatim di Hotel Myze Sumenep, Selasa (28/4).

Pria yang juga direktur utama (Dirut) PT Link Data Sumber Barokah (BarokahNet) itu mengatakan, pertemuan ini terasa istimewa karena dihadiri semua pengurus wilayah dan perwakilan ISP di bawah naungan APJII Jatim.

”Terima kasih atas kehadiran teman-teman. Semoga pertemuan ini dapat mempererat silaturahmi membawa berkah dan dapat meningkatkan layanan internet kepada pelanggan,” tandasnya. (tif/luq)

Editor : Amin Basiri
#halal bihalal #APJII Jatim #ngobar #apjii