RadarMadura.id — Pagi itu, angka di papan SPBU terlihat lebih bersahabat, tapi rasa curiga justru muncul lebih dulu.
Harga BBM turun, namun benarkah ini kabar baik yang bisa langsung kita nikmati?
Harga BBM Turun, Tapi Jangan Keburu Senang
Mulai 1 Februari 2026, harga BBM Pertamina non-subsidi resmi turun dan berlaku nasional hingga 8 Februari 2026.
Ini bukan rumor musiman, melainkan penyesuaian rutin yang biasanya mengikuti tren harga minyak global dan nilai tukar.
Namun, penurunan ini tidak menyentuh semua jenis BBM, dan di situlah banyak orang mulai bertanya-tanya.
Apakah penurunan ini nyata terasa di dompet, atau sekadar terlihat di papan harga?
Non-Subsidi Lebih Murah, Siapa yang Paling Diuntungkan?
Kelompok BBM non-subsidi menjadi sorotan utama karena penurunannya cukup signifikan.
Pengguna mobil harian kelas menengah adalah pihak yang paling merasakan efek langsungnya.
BBM Non-Subsidi Pertamina per 8 Februari 2026
-
Pertamax RON 92
Rp 11.800 per liter turun dari Rp 12.350 -
Pertamax Green 95
Rp 12.450 per liter turun dari Rp 13.150 -
Pertamax Turbo
Rp 12.700 per liter -
Dexlite
Rp 13.250 per liter -
Pertamina Dex
Rp 13.500 per liter
Jika Anda mengisi 40 liter Pertamax, selisihnya kini setara satu kali parkir mal besar.
Tidak revolusioner, tapi cukup terasa bagi pengguna rutin.
Subsidi Tetap, Stabilitas Jadi Kata Kunci
Di sisi lain, BBM subsidi sama sekali tidak bergerak.
Pemerintah tampaknya memilih jalur aman demi menjaga stabilitas dan distribusi.
BBM Subsidi per 8 Februari 2026
-
Pertalite RON 90
Rp 10.000 per liter -
BioSolar Subsidi
Rp 6.800 per liter
Artinya jelas, pengguna motor dan angkutan logistik tetap berada di jalur yang sama.
Tidak lebih murah, tapi juga tidak lebih mahal.
Realita di Luar Jawa, Harga Bisa Berbeda
Di luar Jawa, cerita bisa sedikit berubah.
Faktor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor membuat harga bisa lebih mahal hingga Rp 1.000 per liter.
Ini bukan akal-akalan SPBU, melainkan kebijakan daerah yang sudah lama berlaku.
Untuk memastikan harga akurat, konsumen disarankan mengecek langsung melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina.
Lalu Bagaimana dengan SPBU Swasta?
Saat harga Pertamina turun, publik otomatis melirik pembandingnya. Shell dan BP kerap bermain di ranah konsistensi kualitas, bukan sekadar harga.
Jika selisih harga makin tipis, pertanyaan bergeser dari murah ke nyaman.
Mesin lebih halus, antrean lebih singkat, atau sekadar kopi gratis, mana yang Anda pilih?
Kesimpulan Actionable
Jika Anda pengguna Pertamax atau Dex Series, Februari 2026 adalah momen logis untuk kembali mengisi penuh tanpa rasa bersalah.
Untuk pengguna BBM subsidi, fokuslah pada efisiensi berkendara karena harga belum memberi ruang bernapas tambahan.
Cek harga di daerah Anda sebelum berangkat, bandingkan dengan SPBU swasta terdekat, lalu putuskan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar angka.H
Harga boleh turun, tapi keputusan tetap di tangan Anda. (hasan)
Editor : Hasan Bashri