Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Gotong Royong Digital dan 24 Jam Solidaritas untuk Korban Bencana Sumatera

Abdul Basri • Rabu, 24 Desember 2025 | 02:14 WIB

10,3 Miliar dari Warga untuk Warga, Kisah Revolusi Kecil yang Mengubah Negeri yang Terdampak Bencana.
10,3 Miliar dari Warga untuk Warga, Kisah Revolusi Kecil yang Mengubah Negeri yang Terdampak Bencana.

RadarMadura.id — Dalam waktu kurang dari 24 jam, sebuah gerakan solidaritas berbasis digital berhasil menghimpun dana lebih dari Rp10,3 miliar untuk membantu korban bencana alam di Sumatera.

Sedikitnya 87.600 warga Indonesia ikut berpartisipasi, menunjukkan bagaimana empati publik dapat bergerak cepat ketika difasilitasi oleh teknologi.

Gerakan ini bermula dari sebuah video singkat yang diunggah pembuat konten Ferry Irwandi.

Tanpa pendekatan visual yang berlebihan atau narasi dramatis, video tersebut justru memantik respons luas.

Ajakan donasi berkembang menjadi penggalangan dana melalui siaran langsung yang disaksikan ribuan orang dan tersebar di berbagai platform digital.

Proses dan dinamika penggalangan dana ini terdokumentasi dalam video yang dapat disaksikan melalui tautan berikut:
???? https://youtu.be/UE9ukDQsdZI

Pengalaman ini menegaskan perubahan lanskap filantropi di Indonesia.

Tanpa struktur organisasi formal dan tanpa birokrasi panjang, warga bergerak secara sukarela.

Donasi mengalir dari berbagai lapisan masyarakat, membentuk akumulasi dana yang signifikan dalam waktu singkat.

 

Kepercayaan publik dibangun melalui transparansi. Siaran langsung memungkinkan masyarakat memantau proses donasi secara real time, sekaligus menciptakan ruang komunikasi dua arah antara penggerak dan publik.

Gerakan ini juga memanfaatkan bahasa budaya populer. Istilah “nakama”, yang merujuk pada ikatan persahabatan dalam anime One Piece, digunakan untuk menggambarkan semangat kebersamaan.

Pendekatan ini menjadikan pesan kemanusiaan lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda.

Lebih dari sekadar bantuan material, dana yang terkumpul dimaknai sebagai dukungan moral dan psikologis bagi para korban.

Solidaritas publik menjadi pengingat bahwa para penyintas bencana tidak menghadapi situasi sulit ini sendirian.

Inisiatif ini disebut sebagai “revolusi kecil kebaikan”—sebuah gerakan yang lahir dari empati kolektif, bukan kebijakan formal.

Ia menegaskan bahwa kekuatan sosial Indonesia terletak pada nilai gotong royong dan kemanusiaan yang tetap hidup di tengah berbagai perbedaan. ***

Editor : Abdul Basri
#ferry irwandi #Gotong Royong digital #sumatera #korban bencana