Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tayangan Xpose Uncensored Fitnah, MH Said Abdullah Dukung Pesantren Tempuh Jalur Hukum

Dafir. • Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:00 WIB

 

Photo
Photo


OLEH: MH Said Abdullah

JAUH sebelum kita mengenal sekolah modern seperti saat ini, sejak dulu pesantren menjadi tumpuan umat menggali ilmu kepada para kiai, para ulama. Ada banyak ilmu yang diajarkan oleh kiai di pesantren, tidak hanya pendidikan agama, tetapi juga tentang pertanian, tentang alam, bahkan ilmu bela diri.

Para kiai tidak membeda bedakan asal usul santri, sebagian santri berasal dari keluarga tidak mampu. Selama mondok, para santri tidak mampu itu seluruh hidupnya ditanggung kiai.

Sementara bagi wali santri yang mampu biasanya memberikan sumbangan yang tidak di patok khusus, sesuai ke ikhlasannya, dan oleh kiai dikembalikan lagi untuk membiayai pendidikan di pesantrennya.

Relasi kiai, santri dan orang tua santri lebih dari sekadar relasi hubungan pendidik dan yang dididik, atau sekadar relasi ekonomi seperti kebanyakan di sekolah-sekolah umum. Namun, relasinya telah menjelma menjadi kekerabatan berskala besar. Karena itulah para kiai memiliki pengaruh dan ketokohan, sebab perannya yang begitu besar dalam membimbing umat.

Sedihnya, keswadayaan para kiai membangun pesantren, bahkan tanpa bantuan pemerintah sekali pun, beliau-beliau tetap teguh mengembangkan pendidikan, mendidik akhlak umat, namun kita menyaksikan dengan mudahnya para kiai dan pesantren disudutkan, dilecehkan oleh tayangan televisi nasional yang tidak mendidik.

Sebuah tayangan yang menyudutkan kiai seolah-olah pengemis, pesantren seolah olah memperkerjakan santrinya, suatu insinuasi yang sangat negatif, berkebalikan dengan fakta sesungguhnya.

Untuk itu, saya sebagai bagian dari kalangan yang di besarkan di pesantren perlu menyampaikan beberapa hal:

1. Mendukung langkah PBNU untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan pelecehan dan tayangan yang menimbulkan fitnah kepada kiai dan pesantren.

2. Meminta kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk lebih antisipatif terhadap munculnya tayangan yang berkonten SARA, tayangan fitnah, dan inisnuasi negatif antar kelompok. Serta melakukan penegakkan hukum sesuai ketentuan yang ada di Undang Undang Penyiaran.

1. Meminta semua pihak untuk tidak semakin memviralkan tayangan yang melecehkan kiai dan pesantren tersebut melalui media sosial. Sebab, akan semakin memperluas distribusi tayangan negatif tersebut.

4. Mendukung para pengurus pesantren dan santri untuk melakukan penyampaian aspirasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam tayangan Xpose Uncensored di Trans 7 tersebut dengan cara cara dami, dan kita tunjukkan akhlaqul karimah hasil didikan pesantren.

5. Meminta kepada seluruh pengelola media, khususnya stasiun televisi untuk lebih mengedepankan tayangan yang berkonten pendidikan ketimbang sekadar tontotan dan rating, tetapi tidak mendidik, bahkan berpotensi memecah belah, berbau SARA, dan menimbulkan fitnah

*) Santri dari Sumenep, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim.

Editor : Dafir.
#MH Said Abdullah #PDI Perjuanagan #santri #banggar dpr ri