RadarMadura.id — Isu mengenai pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2026 belakangan membuat heboh media sosial, terutama TikTok.
Banyak unggahan yang mengklaim pemerintah akan membuka rekrutmen besar-besaran tahun depan dengan jumlah formasi mencapai ratusan ribu.
Informasi itu cepat menyebar dan menimbulkan spekulasi di kalangan pencari kerja.
Namun, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
Fokus Pemerintah Masih Seleksi CASN 2024
Kemenpan-RB menekankan bahwa saat ini pemerintah masih berkonsentrasi pada seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) 2024, baik untuk CPNS maupun PPPK.
Jumlah kebutuhan ASN tahun 2024 sendiri mencapai 1,26 juta formasi, terbesar dalam sepuluh tahun terakhir.
Karena proses ini belum tuntas, pemerintah belum bisa memastikan kapan rekrutmen CPNS 2026 akan digelar.
Selain itu, pengadaan ASN baru membutuhkan kajian menyeluruh, mulai dari kesiapan anggaran, mekanisme teknis, hingga koordinasi antarinstansi pusat maupun daerah.
Waspada Modus Penipuan Berkedok Informasi CPNS
Kemenpan-RB juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada kabar yang beredar di media sosial tanpa verifikasi resmi.
Informasi menyesatkan seperti ini berisiko dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan penipuan terhadap calon pelamar CPNS.
Sumber informasi yang valid hanya berasal dari kanal resmi pemerintah, seperti situs Kemenpan-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Seleksi CPNS 2025 Lewat Sekolah Kedinasan
Meski rekrutmen CPNS reguler 2026 belum diputuskan, pemerintah sudah membuka jalur penerimaan melalui Sekolah Kedinasan tahun 2025.
Total tersedia 3.252 formasi di tujuh lembaga penyelenggara, meliputi BMKG, BPS, BSSN, Kemendagri, BIN, Kemenkeu, dan Kemenhub.
Seleksi ini telah dimulai sejak Juni 2025 dan kini memasuki tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Hasil akhir dari tahapan ini dijadwalkan rilis pada akhir Agustus 2025.