RadarMadura.id — Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 dipastikan akan digelar pemerintah.
Persiapan anggaran sudah dimatangkan, sementara usulan formasi dari kementerian dan lembaga tengah disusun.
Namun, ada hal yang sering luput diperhatikan para pelamar.
Tidak hanya soal persyaratan dasar seperti usia dan kesehatan, beberapa instansi juga menetapkan syarat tambahan berupa sertifikat TOEFL.
Ketentuan ini pernah diberlakukan pada seleksi CPNS 2024 lalu, dan besar kemungkinan kembali diterapkan pada rekrutmen 2026.
Mengapa TOEFL Penting di Seleksi CPNS?
TOEFL menjadi salah satu bukti kemampuan bahasa Inggris yang kini dianggap penting dalam dunia birokrasi.
Pemerintah membutuhkan ASN yang mampu beradaptasi dengan tantangan global, termasuk komunikasi internasional, penguasaan teknologi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak lintas negara.
Dengan adanya syarat TOEFL, pelamar diharapkan tidak hanya memenuhi kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa asing yang mumpuni.
Hal ini menjadi poin tambahan yang bisa meningkatkan daya saing di tengah ketatnya jumlah pendaftar CPNS setiap tahun.
Persyaratan Umum Pendaftaran CPNS 2026
Berdasarkan aturan seleksi sebelumnya, syarat dasar yang biasanya berlaku bagi pelamar CPNS meliputi:
- Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun.
- Tidak pernah terlibat kasus pidana dengan hukuman penjara dua tahun atau lebih.
- Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari instansi pemerintah maupun swasta.
- Tidak berstatus sebagai anggota atau pengurus partai politik.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk beberapa formasi khusus seperti dosen, dokter spesialis, dan peneliti dengan kualifikasi doktor, batas usia maksimal bisa mencapai 40 tahun.
13 Instansi yang Mewajibkan TOEFL di CPNS 2026
Jika merujuk pada seleksi CPNS 2024, ada 13 instansi pemerintah yang menetapkan syarat TOEFL, di antaranya:
- Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
- Kementerian Pertanian (Kementan)
- Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)
- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)
- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
- Kementerian Perdagangan
- Kementerian Kelautan dan Perikanan
- Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
- Lembaga Ketahanan Nasional
Daftar tersebut bisa kembali menjadi acuan bagi pelamar yang menargetkan instansi tertentu.
Dengan demikian, sertifikat TOEFL bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan syarat mutlak.
Persiapkan TOEFL dari Sekarang
Seleksi CPNS dikenal sangat kompetitif. Jumlah pendaftar bisa mencapai jutaan, sementara formasi yang tersedia terbatas.
Karena itu, pelamar perlu mempersiapkan diri sejak dini. Mengikuti kursus bahasa Inggris, latihan soal TOEFL, hingga memastikan sertifikat diterbitkan lembaga resmi menjadi langkah penting agar tidak terhambat saat administrasi.
Dengan tren kebutuhan ASN yang semakin menuntut kualitas dan kemampuan bahasa asing, TOEFL berpotensi menjadi pembeda antara pelamar yang hanya memenuhi syarat umum dan mereka yang benar-benar siap menghadapi tantangan birokrasi modern.
Baca Juga: CPNS 2026 Udah Dekat, Siap Jadi ASN? Yuk Simak Bocoran Jadwal dan Strategi Sukses Lolos Tes
CPNS 2026 bisa menjadi peluang emas bagi generasi muda untuk berkarier di pemerintahan.
Namun, kesempatan itu hanya bisa diraih jika persiapan dilakukan secara matang, termasuk mengantongi sertifikat TOEFL bagi yang menargetkan instansi tertentu. (hasan)
Editor : Hasan Bashri