RadarMadura.id— Harapan untuk lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kini semakin terbuka lebar.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah menyiapkan skema rekrutmen baru untuk periode 2025–2026 yang dinilai lebih ramah bagi peserta dan tidak membebani anggaran negara.
Jika sebelumnya setiap peserta wajib mengikuti ujian serentak dengan biaya penyelenggaraan triliunan rupiah, sistem baru ini justru menawarkan fleksibilitas.
Peserta bisa menentukan sendiri jadwal ujian dalam rentang waktu tertentu, tanpa harus menunggu hari pelaksanaan nasional.
Lebih menarik lagi, hasil ujian tidak lagi hangus setiap tahun. Skor yang diperoleh peserta bisa berlaku hingga dua tahun, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk mendaftar kembali di formasi berikutnya tanpa perlu mengulang semua tes dari awal.
Sistem ini juga memberi keuntungan besar bagi pelamar yang hanya gagal di satu bagian tes. Misalnya, jika tidak lolos pada tes karakteristik pribadi (TKP), maka cukup mengulang TKP saja, sementara nilai tes wawasan kebangsaan (TWK) dan intelegensia umum (TIU) tetap bisa digunakan.
Meski masih dalam tahap kajian, banyak pihak menilai perubahan ini akan menjadi revolusi dalam dunia seleksi ASN.
Mekanisme tersebut dipandang lebih adil dan efisien, karena memberi kesempatan lebih luas bagi peserta yang sebenarnya kompeten tetapi belum beruntung di satu bagian ujian.
Namun, pengawasan tetap menjadi perhatian utama. Dengan sistem yang lebih fleksibel, risiko kecurangan bisa saja meningkat jika tidak diimbangi dengan kontrol ketat dan transparansi tinggi.
Jika benar diterapkan, CPNS 2025–2026 akan menjadi awal era baru rekrutmen ASN yang lebih efektif, hemat biaya, serta memberi peluang lebih besar bagi generasi muda untuk mengabdi sebagai aparatur negara. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila