RadarMadura.id — Jumlah guru madrasah yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan data Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama, peserta PPG tahun ini mencapai 95.257 guru, melonjak tajam dibanding tahun 2023 yang hanya berjumlah 12.001 orang.
Artinya, ada kenaikan sebesar 794 persen dalam kurun waktu dua tahun.
Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama, Fesal Musaad, menyebut peningkatan drastis ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata keberpihakan negara terhadap peningkatan kualitas guru madrasah.
“Lonjakan jumlah peserta PPG ini adalah bukti nyata negara hadir untuk guru madrasah. Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan guru. Setelah lulus sertifikasi, para guru berhak memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG),” tegas Fesal.
Strategi Besar Peningkatan Mutu Madrasah
Kemenag menargetkan percepatan program PPG sebagai strategi besar dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
Dengan semakin banyak guru bersertifikat, kualitas pembelajaran diharapkan meningkat, sehingga madrasah mampu mencetak generasi unggul yang berdaya saing global.
Selain itu, program ini menjadi bentuk pengakuan dan penghargaan terhadap peran guru madrasah sebagai garda depan pendidikan.
Direktorat GTK Madrasah optimis bahwa lonjakan peserta PPG akan membawa dampak positif, baik pada kualitas pengajaran maupun pada peningkatan taraf hidup para guru.
Harapan Besar untuk Guru Madrasah
Lonjakan ini menunjukkan tingginya animo guru madrasah dalam meningkatkan kapasitas diri.
Pemerintah berharap, setelah memperoleh sertifikasi, guru semakin profesional dalam mengajar, sehingga madrasah semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan berkualitas.
Dengan dukungan program PPG yang masif, Kemenag menegaskan komitmennya menjadikan madrasah sebagai pilar penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. (hasan)
Editor : Hasan Bashri