Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mahasiswa Internasional Terlibat SEGTA 2025 di Giliyang

Amin Basiri • Senin, 11 Agustus 2025 | 21:02 WIB
TURUN LANGSUNG: Sejumlah peserta Segta 2025 FTMM UNair Surabaya sedang melakukan kegiatan penanaman pohon di Desa Banraas, Kecamatan Dungkek pulau giliiyang
TURUN LANGSUNG: Sejumlah peserta Segta 2025 FTMM UNair Surabaya sedang melakukan kegiatan penanaman pohon di Desa Banraas, Kecamatan Dungkek pulau giliiyang

SUMENEP, RadarMadura.id- Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2025 di Pulau Giliyang Kecamatan Dungkek, Sumenep kemarin (10/8).

Tercatat ada 94 peserta yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi 62 murid dan 32 staf.

Kegiatan tahunan ini melibatkan peserta dari sejumlah kampus Indonesia dan luar negeri. Peserta yang luar negeri itu ada yang dari Malaysia, Thailand, Filipina, Palestina, China, Sudan, Gambia.

Tujuannya, mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Termasuk menambah pengalaman dan menerapkan ilmu pengetahuan dalam membantu masyarakat setempat.  

Terdapat lima topik yang diselenggarakan di pulau oksigen Kecamatan Dungkek itu.

Yakni, penanaman pohon kelapa untuk menjaga kualitas oksigen dan penjangkauan pendidikan seperti pemberdayaan siswa melalui mobilitas listrik dan pendidikan energi terbarukan.

Kemudian, pemantauan kualitas udara secara real time menuju Pulau Gili Iyang yang hijau dan berkelanjutan di puskesmas pembantu.

Lalu penggunaan aplikasi drone, teknologi hijau, dan kebijakan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan serta memelihara panel surya untuk memastikan kualitas energi terbarukan.

Wakil Ketua Segta 2025 Yoga Uta Nugraha mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat internasional.

Yakni untuk memberikan kontribusi bagi warga dan lingkungan di Gili Iyang. 

”Yang berkontribusi adalah teman-teman dosen ataupun mahasiswa internasional,” katanya.

Yoga menyampaikan, para peserta segta ini dibagi menjadi lima kelompok sesuai dengan bidang atau topik kegiatan.

BERMANFAAT: Sejumlah peserta Segta 2025 FTMM UNAIR Surabaya foto bersama warga usai melakukan perawatan panel surya di pantai Ropet Desa Banraas, Kecamatan Dungkek pulau giliiyang, Minggu (10/8).
BERMANFAAT: Sejumlah peserta Segta 2025 FTMM UNAIR Surabaya foto bersama warga usai melakukan perawatan panel surya di pantai Ropet Desa Banraas, Kecamatan Dungkek pulau giliiyang, Minggu (10/8).

Di Pustu Giliyang melakukan monitoring dan perawatan pos oksigen.

Kemudian di objek Wisata Batucanggah melakukan pemetaan lokasi wisata menggunakan drone untuk mengetahui lokasi mana saja yang berpotensi dikembangkan. 

”Kita juga melakukan pemeliharaan solar celter di objek Wisata Pantai Ropet,” katanya.

Tidak hanya itu, ada juga penanaman 25 bibit pohon kelapa. Kemudian disiram menggunakan pupuk cair hasil penelitian Unair.

Harapnnya, bibit tersebut bisa tumbuh dan bermanfaat untuk warga setempat. 

”Yang terakhir kita melibatkan sekitar 20 siswa SMP untuk sosialisai modul mainan mobil listrik dengan menggunakan solar panel.

Tujuannya, memberikan pengetahuan kepada siswa terkait implementasi solar panel,” ujar Yoga.

Yoga menambahkan, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Selama beberapa tahun ini lokasinya tetap di pulau Giliiyang.

”Untuk Segta 2025 sudah terlaksana dan terpenuhi dari berbagai macam bidang.

Mulai dari pertanian, pendidikan, pelayanan kesehatan dan lainnya,” imbuhnya.

Ketua Pokdarwis Andang Taruna Pulau Giliiyang Ahyak Ulumuddin mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan FTMM Unair Surabaya.

Dia mengucapkan terimasih karena masyarakat setempat banyak terbantu dengna kegiatan itu.

SUKSES: Sejumlah peserta Segta 2025 FTMM UNAIR Surabaya foto bersama warga dan peserta didik usai sosialisasi terkait implementasi solar panel di Desa Banraas, Kecamatan Dungkek pulau giliiyang
SUKSES: Sejumlah peserta Segta 2025 FTMM UNAIR Surabaya foto bersama warga dan peserta didik usai sosialisasi terkait implementasi solar panel di Desa Banraas, Kecamatan Dungkek pulau giliiyang

”Melalui kegiatan dari Unair ini masyarakat pulau giliyang bisa merasakan betul manfaatnya.

Apalagi tahun ini dilakukan penaman bibit pohon kelapa. Ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan kelapa di masa mendatang,” katanya.

Pihaknya akan terus menjalin kerjasama yang baik dengan Unair Surabaya. Dia berharap kegiatan tahun mendatang tetap diselenggarakan di Giliyang.

”Semoga ke depan terdapat pengembangan lainnya yang bisa diterapkan di pulau Giliyang,” harapnya. 

Warga Desa Banraas Pulau Giliiyang Ubai Dillah menilai, solar panel yang terpasang di Pantai Ropet manfaatnya sangat besar untuk warga setempat.

Khususnya, wisatwan yang berkunjung ke objek wisata tersebut. Sebab, bisa dimanfaatkan untuk mengecas hanphone. 

”Kalau dalam keadaan darurat handphone kehabsian daya batre, bisa langsung di cas di panel surya ini.

Sudah banyak yang menggunakannya, jelas sangat banyak manfaatnya,” tukasnya. (iqb/bil)

Editor : Amin Basiri
#sumenep #mahasiswa internasional #Giliyang