RadarMadura.id — Kekurangan guru di Indonesia semakin terasa, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal.
Beberapa sekolah terpaksa menggabungkan kelas atau mengandalkan guru honorer yang gajinya tak seberapa.
Bahkan, muncul kembali sekolah rakyat sebagai alternatif pendidikan informal bagi anak-anak yang tak terjangkau sekolah negeri.
Melihat situasi ini, pemerintah memutuskan membuka rekrutmen besar-besaran guru PPPK 2025 untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik secara merata.
Baca Juga: CPNS 2025 Siap Dibuka, 400.000 Formasi Menanti! Ini Bocoran Jadwal dan Syarat Terbarunya
Honorer Lama Jadi Garda Depan Pendidikan
Kelompok pertama yang akan diprioritaskan adalah guru honorer lama yang sudah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Mereka telah puluhan tahun mengajar tanpa kepastian status, namun tetap setia mendidik generasi bangsa.
Menurut Kemendikbudristek, honorer lama layak diutamakan karena sudah memahami karakter siswa, budaya sekolah, dan tantangan di lapangan.
Daerah 3T dan Mata Pelajaran Strategis Jadi Fokus
Rekrutmen ini juga diarahkan untuk mengisi kekosongan guru di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Lokasi-lokasi ini kerap kesulitan mendapatkan tenaga pendidik karena akses yang sulit dan fasilitas terbatas.
Selain itu, formasi difokuskan pada mata pelajaran strategis seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan Bahasa Inggris—pelajaran yang vital namun sering tak diajarkan oleh guru tetap.
Lulusan PPG Tak Kalah Berpeluang
Bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum memiliki pekerjaan tetap, rekrutmen PPPK 2025 adalah kesempatan emas.
Meski belum berpengalaman, bekal kompetensi dan keterampilan mengajar membuat mereka punya peluang besar.
Seleksi akan berbasis nilai ujian dan kompetensi, sehingga setiap peserta yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama untuk lolos.
Formasi Disesuaikan Kebutuhan Nyata
Formasi guru PPPK tahun ini disusun berdasarkan usulan pemerintah daerah, memperhitungkan jumlah guru pensiun, kekosongan mata pelajaran, dan pemerataan distribusi tenaga pendidik.
Tujuannya jelas, memenuhi kebutuhan nyata, bukan sekadar memenuhi kuota.
Harapan untuk Pendidikan yang Lebih Merata
Dengan rekrutmen ini, pemerintah berharap masalah kekurangan guru bisa teratasi, terutama di daerah 3T.
Jika berjalan lancar, anak-anak Indonesia dari Sabang hingga Merauke akan memiliki kesempatan belajar yang setara, dengan guru berkualitas di setiap kelas. (hasan)
Editor : Hasan Bashri