RadarMadura.id – Untuk merebut simpati masyarakat bukanlah hal yang mudah. Tetapi, butuh perjuangan dan kerja keras serta komitmen.
Itulah yang ditunjukkan Dul Siam selama mendapat mandat sebagai wakil rakyat. Politisi asal Kepulauan Sapeken tersebut sudah ke empat kalinya duduk di parlemen.
Kali pertama, dia terpilih pada periode 2009-2014. Dia maju dari partai besutan KH Abdurrahman Wahid (PKB) hingga sekarang.
Pada periode pertama, Dul Siam menjadi aggota Komisi IV. Tak hanya itu, dia juga mendapat kepercayaan dari partai untuk menjadi ketua Fraksi PKB sekaligus. Lalu, pada periode 2014-2019, dia dipercaya menjadi Ketua Komisi III.
Tak berhenti disitu. Berkat kesetiaannya kepada partai, politisi dengan latar belakang tenaga pendidik itu kembali dipercaya sebagai Ketua Komisi III pada periode 2019-2024.
Lalu, pada periode 2024-2029, Dul Siam kembali mendapat kepercayaan istimewa dari partai. Dia tidak hanya terpilih sebagai wakil rakyat, malah dia diminta partai untuk duduk di posisi pimpinan dewan.
Atas kemampuannya, karir politik Dul Siam benar-benar paripurna. Sebagai politisi yang lahir dan besar di pulau itu, dia mampu mewujudkan mimpinya menjadi wakil rakyat dengan pencapaian tertentu.
“Kuncinya ya amanah atas amanat rakyat, dan setia kepada partai. Alhamdulillah, pada tahun 2009 saya diminta oleh masyarakat Kecamatan Sapeken dan saya terpilih,” kata Dul Siam kepada RadarMadura.id (13/6).
Dia menyampaikan, sebenarnya yang mendorong maju mengikuti kontestasi, tentu tidak lepas dari adanya ketimpangan antara wilayah kepulauan dan daratan. Ketimpangan yang dimaksud, yakni dari sektor infarstruktur, pendidikan, kesehatan, dan sarana transportasi di kepulauan.
Terutama, sebut dia, di dapil VIII yang meliputi Kecamatan Arjasa, Kangayan, Arjasa dan Sapeken. “Masyarakat sadar bahwa suatu saat mempunyai wakil rakyat. Akhirnya hasil rembuk dengan para tokoh masyarakat, khususnya tokoh dari PKB. Kemudian, menunjuk saya untuk maju,” tuturnya.
Dul Siam menegaskan, fokus utama sejak kali pertama terpilih pada 2009 hingga sekarang, yakni mengurai ketimpangan tersebut. Alhasil, saat ini mulai ada pemerataan pembangunan meskipun tidak signifikan.
“Disparitas daratan dan kepulauan sejak saya dipercaya menjadi wakil kepulauan sedikit demi sedikit mulai tereliminir,” ucapnya.
Misal, dari sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, kini sudah stabil. Sehingga, kesengsaraan masyarakat kepulauan selama bertahun-tahun mulai teratasi. “Banyak kemajuan yang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat kepulauan. Ini bukan kerja saya pribadi, tapi ini kerjasama dengan komponen yang lain,” katanya.
Dul Siam menyatakan, menjabat sebagai wakil rakyat tidak akan pernah berakhir. Sebab, selama dirinya dipercaya dan pengabdiannya tetap dibutuhkan oleh masyarakat, dia mengaku akan terus berjuang melalui jalur politik.
“Jadi, sebelum nasib masyarakat kepulauan dan daratan itu sama, maka saya tidak akan berhenti berjuang dan menyuarakan kepentingan kepulauan masyarakat,” tegasnya. (tif/daf)
Editor : Dafir.