MAKKAH, RadarMadura.id – Empat jemaah haji asal Bangkalan tumbang. Kesehatannya terganggu setelah menjalani serangkaian kegiatan haji di Makkah. Mulai dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Petugas Haji Kloter Sub 30 Bangkalan Zulkifli mengutarakan, empat jemaah yang tumbang harus mendapat perawatan medis. Bahkan, tidak sedikit yang mengalami gangguan kesehatan ringan karena kelelahan akibat perjalanan dan padatnya aktivitas yang dilaksanakan.
Jemaah haji yang kesehatannya terganggu diberi obat untuk meredakan nyeri dan demam. Juga diberi vitamin agar kondisi fisiknya kembali fit.
”Alhamdulillah, tenaga kesehatan gerak cepat (gercep). Sehingga, jemaah yang mengalami gangguan kesehatan teratasi semua,” ujarnya.
Petugas telah mengimbau jemaah untuk istirahat secara total setelah kembali dari Mina. Itu penting dilakukan untuk memulihkan fisiknya. Namun, banyak jemaah yang menghiraukan imbauan tersebut.
”Rupanya jemaah sudah kangen salat dekat Kakbah, jadi masih ada beberapa jemaah yang kurang memperhatikan imbauan kami,” tegasnya.
Zulkifli menambahkan, petugas kesehatan haji dari Bangkalan tidak hanya melayani jemaah dari Kota Salak. Sebab, Hotel Johra Mouassar yang ditempati jemaah haji dari Bangkalan juga menampung jemaah dari luar daerah.
Misalnya, jemaah dari Sub 03 Kediri dan Sub 84 Probolinggo. ”Ada satu jemaah dari Probolinggo dan Masalembu juga diinfus. Kebetulan mereka satu hotel di Johra Mouassar,” terangnya.
Ketua Kloter Jamahaan Haji Bangkalan Sub 29 Abdul Wahid Zaini menyatakan semua jemaah di kelompoknya dalam kondisi sehat. Pihaknya bersyukur tidak ada yang jatuh sakit setelah perjalanan ibadah Armuzna.
Bahkan, seluruhnya sudah melaksanakan tawaf ifadah, sai, dan tahalul. ”Alhamdulillah, sudah sempurna. Semua rangkaian ibadah haji sudah dilalui oleh jemaah dalam kondisi tetap sehat dan selamat. Saat ini jemaah istirahat di hotel,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti