Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jemaah Asal Sampang Meninggal di Makkah

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 5 Juni 2025 | 15:50 WIB
MENINGGAL DUNIA: Prosesi salat jenazah Maridah binti Rabbisin Asdin di Masjidilharam Selasa (3/6). (NURUL YAKIN UNTUK JPRM)
MENINGGAL DUNIA: Prosesi salat jenazah Maridah binti Rabbisin Asdin di Masjidilharam Selasa (3/6). (NURUL YAKIN UNTUK JPRM)

MAKKAH, RadarMadura.id – Kabar duka datang dari Tanah Suci Makkah. Calon jemaah haji (CJH) asal Sampang yang akan melakukan persiapan haji bernama Maridah binti Rabbisin Asdin meninggal dunia.

Perempuan berusia 85 tahun itu tutup usia setelah menjalani perawatan medis yang dilakukan oleh tim medis. Sebelum dinyatakan wafat, kondisi Maridah memang sudah lemah.

”Tiba-tiba lemah, wajar karena sudah lansia,” kata Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 28 Nurul Yaqin.

Maridah meninggal pada Selasa (3/6) di hotel pada pukul 06.25 WAS. Jemaah asal Kecamatan Omben yang tergabung dalam kloter 28 itu disalatkan di Masjidilharam.

Selanjutnya, dikebumikan di Pemakaman Syaraya, Makkah. ”Salat jenazah dilakukan setelah salat Asar,” tambahnya.

Yaqin menyampaikan, hak kewajiban Maridah saat pelaksanaan haji sebagian akan dibadalkan. Yakni, saat melakukan ritual pelemparan jumrah di Mina. ”Kalau Mabit di Musdalifah itu sunah,” ungkapnya.

Menurut dia, secara umum, jemaah yang tergabung dalam kloter 28 dalam kondisi sehat. Namun, ada satu jemaah yang masih dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Jemaah bernama Sumah itu terpaksa melakukan safari wukuf terlebih dahulu.

”Safari wukuf tadi malam pukul 23.00 dijemput oleh petugas KKHI dan diantarkan oleh petugas KKHI ke Padang Arafah, tempat para jemaah safari wukuf. Kalau kami dijadwalkan berangkat pada pukul 11.00 WAS,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kloter 27 Mohammad Zaini Masbuchin menyampaikan, rombongannya bersiap bergeser ke Arafah.

”Awalnya kami dijadwalkan berangkat pukul 17.00 WAS. Belakangan, harus berangkat lebih awal yaitu pukul 09.00 dan langsung berpakaian ihram,” ungkapnya.

Menurutnya, jemaah di kloternya dalam keadaan sehat. Dengan demikian, ratusan jemaahnya siap ke Arafah yang membutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan.

”Perawat telah melakukan visitasi menuju Armuzna. Alhamdulillah kondisi jemaah sehat,” pungkasnya. (ay/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sampang #Jemaah haji #Omben #meninggal dunia #Lansia #masjidilharam