Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

PT PLN UIP JBTB dan UIT JBM Audiensi dengan Kejati Bali, Komitmen Hadirkan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang Andal dan Berkualitas

Achmad Andrian F • Kamis, 8 Mei 2025 | 16:42 WIB
Kompak: Pejabat utama Kejati Bali berfoto bersama dengan jajaran PT PLN (Persero) UIP JBTB dan UIT JBM. (PLN UNTUK JPRM)
Kompak: Pejabat utama Kejati Bali berfoto bersama dengan jajaran PT PLN (Persero) UIP JBTB dan UIT JBM. (PLN UNTUK JPRM)

BALI, RadarMadura.id – PT PLN (Persero) melalui PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) serta PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) beraudiensi dengan Kepala Kejati Bali Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. Acara yang bertujuan meningkatkan keandalan layanan kelistrikan di Pulau Dewata itu berlangsung di Lounge Kejati Bali pada Senin (5/5).

Rombongan PT PLN (Persero) dipimpin GM PT PLN (Persero) UIP JBTB I Njoman Surjana D serta GM PT PLN (Persero) UIT JBM Handy Wihartady.

Saat audiensi, Kepala Kejati Bali Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., didampingi Asdatun Nusirwan Sahrul, S.H., M.H, Koordinator Ulil Azmi, S.H., M.H., dan pejabat teras lainnya.

General Manager PLN UIP JBTB, I Njoman Surjana D mengucapkan terima kasih kepada kepala Kejati Bali dan jajarannya.

Sebab, telah memberikan dukungan penuh dan andil dalam penyelesaian proyek ketenagalistrikan di Provinsi Bali.

”Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan pada Kejati Bali dalam memastikan kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Kami berharap dukungan dan sinergisitas yang telah berjalan dengan baik ini terus berlanjut.

Tujuannya, memastikan setiap langkah pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Bali berjalan sesuai dengan peraturan,” ujar I Njoman Surjana D.

I Njoman Surjana D juga minta dukungan pendampingan pada Kejati Bali karena dalam waktu dekat akan merealisasikan pembangunan SUTET 500 kV Gilimanuk-Antosari dan GISTET 500 kV Antosari.

Harapannya, pembangunan berjalan lancar. Sehingga, masyarakat Pulau Bali dapat menikmati layanan listrik secara optimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kejati Bali Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) di bidang infrastruktur ketenagalistrikan.

Sinergi dan kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kepatuhan hukum dalam setiap tahapan pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan secara aman dan transparan. Juga, mencegah terjadinya potensi permasalahan hukum sejak dini.

”Kami mendukung PT PLN (Persero) merealisasikan proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan SUTET 500 kV Gilimanuk-Antosari dan GISTET 500 kV Antosari. Sebab, salah satu PSN ini sangat dibutuhkan untuk keandalan sistem kelistrikan di Bali,” ujar Ketut Sumedana.

Proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang akan direalisasikan PT PLN (Persero) UIP JBTB salah satunya adalah Java Bali Connection melalui transmisi SUTET 500 kV Gilimanuk-Antosari.

Seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Pulau Bali, proyek tersebut sangat dibutuhkan dalam sistem ketenagalistrikan di Pulau Bali.

Proyek pembangunan SUTET 500 kV Gilimanuk-Antosari bagian dari proyek pembangunan Java Bali Connection (JBC) 500 kV. SUTET 500 kV Gilimanuk-Antosari serta GISTET 500 kV Antosari merupakan tonggak penting dalam penguatan infrastruktur kelistrikan Pulau Bali.

Pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik, tapi juga memungkinkan integrasi energi dari berbagai sumber pembangkit dalam bauran energi nasional. Di dalamnya terdapat fosil (batubara) dan energi baru terbarukan (EBT).

SUTET 500 kV JBC ini menjadi jalur transmisi utama yang menyalurkan pasokan listrik dari berbagai sumber energi di Pulau Jawa bagian timur ke Pulau Bali, termasuk dari PLTU Paiton (berbasis batubara).

PLTU tersebut merupakan salah satu kontributor utama pasokan energi dengan kapasitas 4600 MW, PLTP Ijen (energi panas bumi) dengan kapasitas 110 MW. Saat ini sudah beroperasi 35 MW.

Khusus PLTS Kalipuro (energi surya) akan beroperasi pada 2027 dengan kapasitas 100 MWp. PLTP Ijen dan PLTS Kalipuro dibangun sebagai bentuk komitmen pengembangan EBT. Bauran energi tersebut nantinya disalurkan melalui SUTET 500 kV JBC ke Bali dan siap untuk mendukung program ”Bali Clean and Green”.

Dengan infrastruktur ini, listrik dari berbagai sumber dalam bauran energi nasional kini dapat disalurkan secara andal dan efisien ke sistem kelistrikan Bali.

Melalui interkoneksi sistem Jawa–Bali, SUTET 500 kV ini berfungsi sebagai jalur utama transmisi listrik dari Pulau Jawa ke Bali.

Sebagian besar listrik dihasilkan dari beragam sumber energi, termasuk batu bara, gas alam, panas bumi, energi surya, dan hidro.

Dengan demikian, sistem transmisi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi dan peningkatan kontribusi EBT di kawasan timur Indonesia.

Pengoperasian GISTET Antosari juga memperkuat fleksibilitas dan kestabilan sistem. GISTET Antosari tersebut memungkinkan distribusi daya yang lebih efisien sekaligus membuka peluang integrasi pembangkit EBT lokal di Bali pada masa mendatang. (yan)

Editor : Achmad Andrian F
#ketenagalistrikan #pt pln #pasokan listrik #infrastruktur #layanan