TEKNOLOGI, RadarMadura.id - Fenomena baru tengah mencuri perhatian warganet, terutama di media sosial, Muncul tren unik yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dan kreativitas visual, yakni membuat action figure dari foto orang sungguhan hanya dengan bantuan prompt di ChatGPT.
Tak hanya menjadi hiburan, tren ini juga membuka peluang baru untuk personal branding hingga dijadikan hadiah eksklusif yang personal.
Di balik tren ini, teknologi image generation yang dimiliki ChatGPT versi Plus, khususnya fitur DALL·E, menjadi aktor utama.
Dengan hanya mengunggah satu foto dan memberikan kalimat perintah tertentu—yang dikenal sebagai prompt—pengguna bisa memperoleh gambar berupa kemasan mainan lengkap dengan versi miniatur diri mereka dalam bentuk action figure.
Konsep dasarnya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu menyiapkan foto dan memasukkan perintah seperti:
“Create a toy based on the person in the photo, transforming them into an action figure. Alongside the action figure, include toy accessories...”. Dalam hitungan detik, AI akan menghasilkan gambar lengkap dengan figur mini dan detail visual menarik dalam tampilan boks mainan.
Langkah-langkah pembuatannya pun tergolong mudah. Pertama, pengguna perlu memastikan mereka memakai versi ChatGPT yang mendukung image generation, yaitu ChatGPT Plus.
Setelah itu, foto target—baik foto diri sendiri maupun orang lain—diunggah ke kolom input gambar. Selanjutnya, prompt yang telah disusun dimasukkan untuk memandu AI dalam menghasilkan visual sesuai keinginan.
Tak berhenti sampai di situ, bagian paling menarik terletak pada kemampuan kustomisasi prompt. Aksesori yang muncul dalam gambar bisa disesuaikan dengan profesi atau hobi orang yang difoto.
Misalnya, seorang fotografer bisa ditampilkan dengan kamera, tripod, dan secangkir kopi. Sedangkan seorang desainer grafis bisa dilengkapi dengan laptop, pensil digital, dan sketchbook.
Setelah gambar jadi, pengguna bahkan dapat mengolah hasil visual ini lebih lanjut menggunakan tool AI lain untuk membuat video animasi atau konten sosial media yang lebih hidup. Banyak yang memanfaatkan hasil ini untuk profil media sosial, hadiah hari raya, atau bahkan sekadar koleksi pribadi.
Argia Academy mencatat bahwa tren ini tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi AI, tetapi juga menandai perubahan cara masyarakat mengekspresikan diri secara digital.
Dengan kreativitas yang tepat, siapa pun kini bisa menjadi mainan versi mereka sendiri—tanpa perlu pabrik, tanpa perlu cetakan fisik. Hanya dengan imajinasi dan sedikit bantuan AI.***
Editor : Amin Basiri