SURABAYA, RadarMadura.id – Rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berjalan sukses dan khidmat, Sabtu (17/8). Mulai dari upacara pengibaran hingga penurunan bendera.
Upacara diikuti masyarakat umum yang mendapat undangan gratis secara online 1.250 orang, Forkopimda Jatim, dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Jatim.
Kemudian, terdapat ribuan warga dengan khidmat menyaksikan Upacara HUT Ke-79 RI dari luar halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya.
”Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur,” ucap Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono.
Selain itu, diadakan resepsi kenegaraan, tasyakuran bersama keluarga pahlawan, hingga malam apresiasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Pihaknya menyerukan optimisme melalui slogan Jawa Timur Gerbang Nusantara Baru. Selaras dengan tema pemerintah pusat dalam HUT Ke-79 RI yaitu Nusantara Baru, Indonesia Maju.
”Kita optimistis adanya IKN akan semakin menyatukan tekad menyusun berbagai rencana pembangunan ke depan,” ujarnya.
Semangat mewujudkan gerbang Nusantara sudah ditunjukkan Provinsi Jatim melalui pembangunan yang berjalan baik.
Pembangunan itu mampu menjaga pertumbuhan ekonomi 4,98 persen. Menjaga inflasi ± 25 persen dan turun 24 persen untuk memperkuat daya beli masyarakat.
Juga berhasil menurunkan kemiskinan ekstrem 0,58 persen dan membuka peluang investor untuk menanamkan investasi di Jatim.
Kemudian, membantu roda perekonomian di 20 provinsi di Indonesia Timur melalui adanya 21 tol laut dari Pelabuhan Tanjung Perak.
Dia mengajak semua masyarakat Jatim mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, membangun, dan inovatif demi mewujudkan pembangunan lebih maju.
Dalam momen HUT RI, dia menggunakan busana adat suku Osing, Banyuwangi, pada saat upacara pengibaran bendera. Sementara sorenya mengenakan pakaian adat Kabupaten Kediri.
”Sengaja saya memilih busana adat Osing karena modelnya eksentrik, mewah, bagus, dan berbeda. Ini adalah wujud kebanggaan kami dengan kekayaan unsur budaya Jatim,” ungkapnya.
Pj Gubernur Adhy juga mengajak untuk merefleksikan diri, merenungkan kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan, dan menumbuhkan rasa nasionalisme, serta cinta tanah air.
Refleksi itu dikemas dengan tasyakuran bersama para keluarga maupun ahli waris pahlawan.
Ada 33 orang yang terdiri atas empat janda perintis kemerdekaan dan 29 ahli waris keluarga Pahlawan Nasional dihadirkan. Mereka mendapatkan suvenir, sembako, dan uang Rp 2.500.000 per orang.
”Kami patut berterima kasih kepada para Pahlawan Nasional. Kami berharap, putra-putri sampai cicit bisa terus mengobarkan dan meneruskan perjuangan, pembangunan, serta pengabdian bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Dia berpesan kepada generasi muda agar terus menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal positif, bermanfaat, serta selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu perwujudannya diimplementasikan para anggota Paskibraka Jatim.
Pihaknya juga memberikan piagam penghargaan kepada 64 anggota Paskibraka yang telah bertugas dan Kaskogartap III/Surabaya selaku penanggung jawab pelatih dan kepala Bakesbangpol Jatim selaku pembina.
Pemprov Jatim juga memberikan apresiasi kepada tim paduan suara yang tampil memukau pada upacara hari ini. Mereka sukses memberikan penampilan terbaik. (bam/luq)
Editor : Ina Herdiyana